Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Community Based Protection UNHCR In Realizing Community Security, Rohingya Refugees in Malaysia 2018-2021 MUNTU, Efraim William; SEBA, Roberto Octovianus Cornelis; WIBISONO, Indra Wisnu
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 5 No. 5 (2024): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Sep
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v5i5.1229

Abstract

The Rohingya refugees face significant challenges in seeking protection and security, both in their country of origin and in the countries where they seek refuge. In this context, the Community-Based Protection approach, promoted by UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) in Malaysia between 2018 and 2021, plays a crucial role in creating a protection system based on community involvement in the design and implementation of policies. This approach emphasizes the importance of community security, which relies on state structures and involving refugee communities in safeguarding their safety. From the perspective of Institutional Liberalism, the international system, driven by multilateral institutions like UNHCR, can play a key role in ensuring effective protection for refugees by facilitating cooperation between countries and other international actors. This study aims to analyze how the community-based and community security approach to the safety of Rohingya refugees can enhance their sense of security and trust within the larger system. It also explores the relationship between the theory of Institutional Liberalism and the policies implemented by UNHCR to protect this vulnerable group.
Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam Mendukung SDGs Poin 13 & 17 Melalui Program Green Building di Kota Semarang Siep, Valeria; Seba, Roberto Octavianus Cornelis; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.955

Abstract

Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki fokus yang kuat terhadap dua poin penting, yaitu Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Poin 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Dalam melihat program green building di Kota Semarang memainkan peran krusial dalam implementasi kebijakan ramah lingkungan yang mendukung ketahanan iklim dan pengembangan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan kerjasama bilateral, yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan dampak dari program green building. Melalui analisis data dan kajian literatur, terbukti bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis lokal tetapi juga menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan. Pembangunan berkelanjutan di Kota Semarang dapat dicapai melalui sistem bangunan yang efisien dan ramah lingkungan. Dukungan keuangan dari pemerintah dan Organisasi Internasional juga memberikan dorongan bagi pelaksanaan program ini. Melalui hibah, pinjaman lunak, dan dukungan teknis, proyek-proyek green building dapat terlaksana dengan lebih baik. karena pembangunan berkelanjutan memerlukan investasi modal yang tidak sedikit. Salahsatu contoh nyata adalah proyek selalu mendapatkan dukungan pemerintah daerah yang bersinergi dengan kebijakan nasional. Dengan menerapkan insentif bagi developer yang mengadopsi praktek green building, diharapkan akan muncul lebih banyak proyek ramah lingkungan yang dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs. masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya keberlanjutan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi
Peran MNC dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender di Indonesia “Studi Kasus Strategi PT Loreal Indonesia dalam Mendukung SDGs Poin ke-5” Tahun 2023 Wandamani, Badina; Seba, Roberto Octavianus Cornelis; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.957

Abstract

Artikel ini menganalisis peran perusahaan multinasional dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia, dengan melihat strategi PT Loreal Indonesia dalam mendukung agenda tujuan berkelanjutan SDGs poin 5 dengan menyadari perlunya memberikan kesempatan bagi perempuan dalam aspek ekonomi dan pendidikan untuk mengelola sumber daya secara lebih luas dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi literature dari buku, document publikasi pemerintah, hasil-hasil penelitian, serta artikel publikasi. Hasil penelitian menyoroti bahwa PT Loreal Indonesia telah menjadi aktor positif dalam mencapai kesetaraan gender dengan menciptakan peluang dan perlindungan bagi pemberdayaan perempuan melalui program-program internal maupun eksternal. Namun Penting bagi perusahaan untuk tidak hanya memperhatikan hasil yang dicapai di dalam organisasi, tetapi juga memikirkan pengaruh jangka panjang terhadap komunitas sehingga SDGs poin 5 dapat tercapai secara efektif.
Dinamika Open Door Policy terhadap Penduduk Lokal dan Pengungsi Suriah di Turki Tahun 2019 - 2024 Larasati, Verena Lintang; de Fretes, Christian Herman Johan; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 6 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i6.5816

Abstract

Penelitian mengkaji tentang dinamika sosial terhadap penduduk lokal dan pengungsi Suriah di Turki melalui kebijakan Open Door Policy pada rentang waktu tahun 2019-2024. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Open Door Policy yang membawa dampak pada dinamika sosial masyarakat melalui prinsip kemanusiaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan informasi berupa teori, konsep, dan data-data yang berkaitan dengan pokok bahasan. Melalui analisis berdasarkan pandangan teori multikulturalisme menurut Will Kymlicka, kebijakan ini berusaha menciptakan integrasi melalui konsep kohesi sosial. Hasil penemuan sementara dinamika masayarakat melalui Open Door Policy menghasilkan polarisasi, diskriminasi, dan stigma negatif dalam masyarakat. Penelitian ini menekankan perlunya evaluasi kebijakan yang lebih inklusif untuk mengatasi tantangan integrasi sosial dan keamanan manusia secara efektif.
Strategi Hedging Tiongkok dalam Rivalitas Geopolitik Iran dan Israel di Kawasan Timur Tengah Supit, Allesandro Juventy Esatoroan; Wibisono, Indra Wisnu; Fretes, Christian HJ de
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 11 No. 3 (2025): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v11i3.7496

Abstract

Strategi hedging Tiongkok dalam hubungannya dengan Iran dan Israel mencerminkan pendekatan pragmatis dan multidimensi untuk memaksimalkan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang kompleks. Sebagai kekuatan global yang sedang naik daun, Tiongkok tidak hanya memprioritaskan stabilitas energi dan ekonomi, tetapi juga berusaha memperluas pengaruh politik tanpa terlibat langsung dalam konflik regional. Melalui strategi ini, Tiongkok membangun hubungan ekonomi dan politik yang seimbang dengan kedua negara yang saling bermusuhan untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu pihak sekaligus menjaga akses ke sumber daya dan pasar strategis. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh Tiongkok sebagai external power dengan menggunakan strategi hedging dalam mempengaruhi rivalitas geopolitik Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa Tiongkok memanfaatkan strategi hedging sebagai fleksibilitas diplomasi, sehingga memungkinkan Tiongkok untuk tidak berpihak kepada salah satu negara. Dengan begitu, Tiongkok dapat menjalin kerja sama bersama kedua negara dan mendapatkan keuntungan tanpa terlibat konflik secara langsung.