Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBUTUHAN DASAR LANJUT USIA TERLANTAR STUDI KASUS DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL PONDOK LANSIA BERDIKARI Bahrudin, Ero Ayu Ajeng; Hamid, Almisar
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berikut adalah teks yang sudah dirapikan tanpa mengubah kata, dengan tata letak kalimat yang lebih rapi dan paragraf yang mudah dibaca: Fenomena penelantaran lansia di masyarakat menjadi isu serius karena dampak negatif yang ditimbulkannya, baik secara fisik maupun psikologis. Penelantaran oleh keluarga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi lansia, seperti kekurangan gizi, serta masalah psikologis seperti stres dan depresi akibat kesepian. Lansia mengalami berbagai perubahan dalam hidup mereka, termasuk perubahan peran, kondisi fisik, panca indera, kemampuan motorik, kemampuan mental, aktivitas rekreasi, partisipasi sosial, dan minat keagamaan. Setiap perubahan ini memerlukan pemenuhan kebutuhan khusus untuk mengatasi masalah yang muncul. Kualitas hidup lansia sangat terkait dengan pemenuhan kebutuhan mereka. Menurut Hurlock (1980), kebutuhan dasar lansia terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia terlantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, dengan studi kasus di Pondok Lansia Berdikari menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis lansia terlantar sebagian besar telah berhasil sesuai dengan teori Hurlock (1980). Untuk kebutuhan fisik, Pondok Lansia Berdikari menyediakan lingkungan yang nyaman dan terkontrol, dengan suhu stabil, pencahayaan yang memadai, kebisingan minimal, dan fasilitas yang aman. Asupan nutrisi dan hidrasi juga diperhatikan secara detail, memastikan lansia mendapatkan gizi yang cukup sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. Di sisi psikologis, Pondok Lansia Berdikari menyediakan ruang untuk aktivitas rekreasi dan interaksi sosial yang mendukung kesejahteraan emosional lansia. Namun, pemenuhan kebutuhan religi belum sepenuhnya terpenuhi karena ketidaktersediaan tempat ibadah yang memadai, meskipun program keagamaan telah tersedia.
Pemberdayaan Melalui Program Vokasional Bagi Korban Penyalahgunaan Napza Di Sentra Galih Pakuan Bogor Lestari, Hafifah Dwi; Hamid, Almisar
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/e6c4mt16

Abstract

Penyalahgunaan zat adiktif merupakan praktik di mana seseorang menggunakan obat-obatan yang termasuk dalam kategori narkotika, psikotropika, dan zat adiktif dengan cara yang tidak sesuai dengan keperluan medis atau direkomendasikan. Dalam mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya dari pemerintah dan lembaga rehabilitasi NAPZA, salah satunya adalah melalui program pemberdayaan vokasional. Melalui pemberdayaan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan korban penyalahgunaan NAPZA dapat ditingkatkan serta dikembangkan, sehingga mereka dapat memiliki bekal untuk berintegrasi kembali ke masyarakat setelah menjalani program rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana program pemberdayaan vokasional dilaksanakan bagi korban penyalahgunaan NAPZA di Sentra Galih Pakuan Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penggunaan purposive sampling digunakan untuk menentukan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi melalui program vokasional melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan, assessment, perencanaan alternatif program atau kegiatan, formulasi rencana aksi, pelaksanaan, evaluasi, hingga terminasi. Kata Kunci : Pemberdayaaan, Penyalahgunaan NAPZA, Program Vokasional, Kemandirian Ekonomi