Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DESAIN STRUKTUR CABLE STAYED BRIDGE TYPE FAN PATTERN (JEMBATAN KEBON AGUNG 2, SLEMAN, YOGYAKARTA) Masagala, Algazt Aryad; Adi, Samun Rinasa
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.745

Abstract

Jembatan Kebon Agung 2 terletak di Sleman, D.I. Yogyakarta memiliki bentang 200 m, lebar 7 m, dan memiliki dua trotoar dengan lebar 1 m. Dipilihnya tipe jembatan cable stayed dimaksudkan bahwa tipe jembatan tersebut merupakan tipe jembatan yang digunakan untuk bentang panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh hasil desain struktur jembatan Cable Stayed tipe Fan Pattern. Komponen struktur utama menggunakan material baja BJ 37 dan beton fc’ 25 MPa. Dari hasil perencanaan didapatkan dimensi profil baja gelagar memanjang menggunakan Box 1200.500.20.20, untuk End Cross Girder menggunakan IWF 700.300.13.24, Cross Girder menggunakan IWF 900.300.16.28, Stringers menggunakan IWF 450.200.9.14, Wind Bracing menggunakan IWF 200.200.8.12, serta sambungan menggunakan baut mutu tinggi A-325. Dimensi kabel secara total menggunakan Ø130 mm dengan jumlah angkur 61. Slab komposit tebal 20 cm dengan tulangan pokok Ø16-150 mm dan tulangan bagi Ø13-150 mm. Nilai lendutan maksimum yaitu 0,10 m dengan nilai lendutan ijin yang disyaratkan sebesar 0,13 m.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SANITASI SEKOLAH Utomo, Puji; Sukmawati, Annisa Mu’awanah; Masagala, Algazt Aryad
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27913

Abstract

ABSTRAK                                                                            Akses terhadap air bersih layak merupakan salah satu aspek penting dalam program sanitasi sekolah. SD Negeri Kalidadap merupakan salah satu sekolah yang masih mengalami kendala terhadap akses air bersih layak, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Implementasi teknologi pemanen air hujan digunakan sebagai alternatif solusi karena potensi curah hujan yang terdistribusi sepanjang tahun di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan teknologi pemanen air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di SD Negeri Kalidadap khususnya untuk kebutuhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu: tahap persiapan alat dan bahan serta diskusi dengan kepala sekolah, tahap implementasi program melalui sosialisasi dan pemasangan alat, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran dari program ini adalah warga sekolah di SD Negeri Kalidadap yang terdiri dari 8 guru, 5 tenaga kependidikan, dan 151 siswa. Melalui kegiatan pengabdian ini, alat pemanenan air hujan telah berhasil diimplementasikan di SD Negeri Kalidadap sebagai alternatif solusi penyediaan air bersih. Kegiatan pengabdian ini juga telah berhasil meningkatkan pemahaman konsep dan pengetahuan cara kerja teknologi bagi warga mencapai 76 – 88%. Selain itu, hasil analisis efektivitas alat menunjukkan bahwa air hujan yang tertampung diestimasikan mencapai 1.944 liter/minggu dan diproyeksikan memenuhi kebutuhan cuci tangan selama 33 hari. Mitra sangat mendukung adanya program lanjutan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna lainnya dalam meningkatkan akses air bersih di SD Negeri Kalidadap. Kata kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); pemanenan air hujan; sanitasi sekolah. ABSTRACTAccess to clean water is an essential aspect of the school sanitation program. SD Negeri Kalidadap is one of the schools that still experiences obstacles in accessing clean water in terms of quality and quantity. Implementing rainwater harvesting technology is an alternative solution due to the potential for rainfall distributed throughout the year in the area. This activity aims to apply rainwater harvesting technology as an alternative to providing clean water at SD Negeri Kalidadap, especially for the needs of Washing Hands with Soap (CTPS). Community service activities were carried out in 3 stages: the preparation stage for tools and materials and discussions with the principal, the program implementation stage through socialization and installation of tools, and monitoring and evaluation. The target of this program is the school community at SD Negeri Kalidadap consisting of 8 teachers, 5 educational staffs, and 151 students. Through this community service activity, rainwater harvesting tools have been successfully implemented at SD Negeri Kalidadap as an alternative solution to providing clean water. This community service activity has also increased the understanding of how technology works for residents by 76 - 88%. In addition, the results of the tool effectiveness analysis showed that the collected rainwater was estimated to reach 1,944 liters/week and was projected to meet hand washing needs for 33 days. Partners strongly support the program's continuation in implementing other appropriate technologies to increase access to clean water at SD Negeri Kalidadap. Keywords: hand washing behavior with soap (CTPS); rainwater harvesting; school sanitation
PERENCANAAN MASTERPLAN KAWASAN PERTANIAN TERINTEGRASI YANG BERBASIS TEKNOLOGI: Studi Kasus Di Desa Kebakalan, Karanggayam, Kebumen Preambudi, Akbar; Dheany, Annisa Oktareangga; Prabawa, Bayu Argadyanto; Masagala, Algazt Aryad
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4265

Abstract

Pertanian terintegrasi yang menggabungkan elemen tanaman, peternakan, dan perikanan bertujuan untuk menciptakan ekosistem agro yang berkelanjutan dan efisien. Sistem ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga melestarikan sumber daya alam. Sistem ini sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat akibat populasi global. Perencanaan masterplan kawasan pertanian terintegrasi dirancang untuk memastikan interaksi optimal antara berbagai komponen pertanian. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kemiskinan di kawasan pedesaan, khususnya di Indonesia yang menghadapi tantangan seperti terbatasnya lahan dan perubahan iklim. Selain itu, integrasi teknologi modern dalam perencanaan sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan tersebut, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan. Desa Kebakalan memiliki potensi pertanian, peternakan, dan perikanan yang kuat. Penyusunan masterplan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pangan dan mendukung target pengurangan kemiskinan ekstrem. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi tersebut sebagai dasar pembuatan masterplan berbasis teknologi. Hasil analisis potensi menunjukkan tiga sektor unggulan di Desa Kebakalan yaitu Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Hasil pengukuran site menunjukkan bahwa site masterplan tidak masuk dalam garis sempadan sungai.
DESAIN STRUKTUR CABLE STAYED BRIDGE TYPE FAN PATTERN (JEMBATAN KEBON AGUNG 2, SLEMAN, YOGYAKARTA) Masagala, Algazt Aryad; Adi, Samun Rinasa
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.745

Abstract

Jembatan Kebon Agung 2 terletak di Sleman, D.I. Yogyakarta memiliki bentang 200 m, lebar 7 m, dan memiliki dua trotoar dengan lebar 1 m. Dipilihnya tipe jembatan cable stayed dimaksudkan bahwa tipe jembatan tersebut merupakan tipe jembatan yang digunakan untuk bentang panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh hasil desain struktur jembatan Cable Stayed tipe Fan Pattern. Komponen struktur utama menggunakan material baja BJ 37 dan beton fc’ 25 MPa. Dari hasil perencanaan didapatkan dimensi profil baja gelagar memanjang menggunakan Box 1200.500.20.20, untuk End Cross Girder menggunakan IWF 700.300.13.24, Cross Girder menggunakan IWF 900.300.16.28, Stringers menggunakan IWF 450.200.9.14, Wind Bracing menggunakan IWF 200.200.8.12, serta sambungan menggunakan baut mutu tinggi A-325. Dimensi kabel secara total menggunakan Ø130 mm dengan jumlah angkur 61. Slab komposit tebal 20 cm dengan tulangan pokok Ø16-150 mm dan tulangan bagi Ø13-150 mm. Nilai lendutan maksimum yaitu 0,10 m dengan nilai lendutan ijin yang disyaratkan sebesar 0,13 m.