Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI ISAK 335 PADA ORGANISASI NIRLABA (STUDI KASUS YAYASAN INDAH BERBAGI, BMH HIDAYATULLAH, YAYASAN MASJID XYZ) Muhammad Luqman Faruq A S; Ken Paramitha Aryana
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 7 No. 9 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v7i9.5195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi ISAK 335 pada organisasi nirlaba di Indonesia, dengan studi kasus pada tiga yayasan: Yayasan Indah Berbagi, Baitul Mal Hidayatullah, dan Yayasan Masjid XYZ. ISAK 335, yang mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2020 menggantikan PSAK 45, memberikan pedoman tentang penyajian laporan keuangan entitas nonlaba, . Standar ini menggantikan PSAK 45 dan memperkenalkan klasifikasi baru untuk aset neto, yakni aset neto terikat dan tidak terikat, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan bendahara dan ketua yayasan, serta analisis dokumen keuangan yayasan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga yayasan telah berusaha mengimplementasikan ISAK 335 dengan berbagai tingkat kepatuhan. Namun, beberapa kendala yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman mendalam tentang standar baru ini dan keterbatasan sumber daya untuk melaksanakan perubahan yang diperlukan dalam sistem pelaporan keuangan mereka.Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa implementasi ISAK 335 di organisasi nirlaba masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal adaptasi terhadap ISAK 335. Oleh karena itu, pelatihan dan sosialisasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pemahaman yang tepat dan penerapan standar yang konsisten di seluruh sektor nirlaba. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di organisasi nirlaba, termasuk penggunaan teknologi yang lebih baik dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kata Kunci : ISAK 335, organisasi nirlaba, laporan keuangan
Beyond Philanthropy: Can Waqf Be Indonesia's Key to Sustainable Development? Ken Paramitha Aryana; Hasan, Annisa
International Journal of Management and Business Economics Vol. 4 No. 2 (2026): February
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/ijmebe.v4i2.1417

Abstract

This study examines the strategic and multi-dimensional role of waqf in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. With a significant financing gap hindering the realization of the SDGs, this research explores how waqf, a unique Islamic philanthropic instrument, can serve as a vital non-conventional funding source. Employing a qualitative approach and a literature review method, the study synthesizes scholarly articles, official reports, and historical data to build a comprehensive argument. The findings reveal a strong synergy between the principles of waqf and the 17 SDGs. The perpetual and productive nature of waqf assets allows for long-term, sustainable impact across social, economic, and environmental sectors. Case studies demonstrate waqf's direct contributions, from funding healthcare and education (SDGs 3 & 4) to empowering communities and promoting environmental conservation (SDGs 5, 14 & 15). However, the full potential of waqf remains largely untapped due to challenges in public literacy and institutional governance. The study concludes that optimizing waqf through integrated regulations, technological adoption, and innovative financing models is crucial for bridging the financing gap and advancing Indonesia's sustainable development agenda.