Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) menimbulkan berbagai macam pro dan kontra. Mulai dari pemilihan lokasi, pengesahan Undang – Undang yang dinilai terlalu terburu – buru, dan akhir – akhir ini pemerintah juga mengajak masyarakat Indonesia untuk melaukan urun – dana (crowd funding) untuk membangun Ibu Kota Nusantara. Media sosial tiktok, Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan karena banyaknya opini dari berbagai kalangan masyarakat. Beberapa opini dari masyarakat di tiktok ini akan digunakan menjadi data penelitian analisis sentimen terhadap pendapat masyarakat mengenai pemindahan Ibu Kota Negara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua pendekatan untuk klasifikasi: Support Vector Machine dan Naïve Bayes, dalam menganalisis sentimen opini terhadap Ibu Kota Nusantara berdasarkan data Tiktok. Analisis sentimen opini sangat penting untuk memahami pandangan publik mengenai berbagai aspek Ibu Kota Nusantara. Data Tiktok yang digunakan akan melibatkan opini yang berkembang di media sosial mengenai Ibu Kota Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Support Vector Machine dan Niave Bayes. Metodologi penelitian mencakup pengumpulan data, preprocessing, membagi data, pelatihan model Naïve Bayes dan SVM, evaluasi, serta analisis statistik untuk membandingkan kinerja kedua model. Dataset terdiri dari 1529 komentar yang diambil dari aplikasi Tiktok. Hasil akhir dari evaluasi yang dilakukan dapat dilihat perbandingan anatara metode Support Vector Machine dengan Naive Bayes berdasarkan tingkat akurasi yang diperolch oleh masing-masing metode. Support Vector Machine memperoleh tingkat aurasi 98%, di mana tingkat akurasinya lebih rendah daripada tingkat akurasi metode Naive Bayes dengan persentase 92%. Berdasarkan temuan analisis, prosedur yang menggunakan metode Support Vector Machine menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan metode Naïve Bayes dalam mengukur sentimen terhadap Ibu Kota nusantara.