Djaya Siswaja, Hendy
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDEKATAN ALGORITMA NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM UNTUK PREDIKSI PENYAKIT GINJAL KRONIS Siswaja, Hendy D; Ramdhani, Yudi
Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jti.v6i2.1778

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang mempengaruhi sekitar 10% dari populasi dunia. Persentase prevalensi PGK di China adalah 10,8%, dan rentang prevalensinya adalah 10%-15% di Amerika Serikat. Seiring dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dimana Machine Learning (ML) merupakan subbagian dari AI, penelitian ini mencoba memanfaatkan algoritma Neural Network, optimasi data berbasis Genetic Algorithm, dan k-fold Cross Validation dengan nilai k berkelipatan 10, yaitu 10, 20, 30, 40, dan 50 untuk memprediksi apakah seorang pasien mengidap PGK atau tidak dari dataset yang berisi hasil uji klinis pasien tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa algoritma Neural Network dengan optimasi data berbasis GA mampu memperoleh tingkat akurasi sampai dengan 98,75% dan nilai AUC sebesar 0,999 sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma Neural Network dengan optimasi berbasis GA ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah aplikasi ataupun bagian dari sistem kesehatan sehingga tingkat diagnosa pasien yang mengidap PGK dapat lebih cepat dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan dapat meningkatkan peluang kesembuhan bagi pasien tersebut.
ANALISIS LOWONGAN PEKERJAAN DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN LOKASI MENGGUNAKAN TEKNIK KLASTERING K – MEANS Djaya Siswaja, Hendy; Tri Prasetio, Rizki
Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jti.v7i1.2020

Abstract

This study analyzes job vacancy distribution in the Technology Information sector based on location using the K-Means clustering technique. In the current era of Industry 4.0, job seekers and employers face challenges with data overload and time-consuming recruitment processes. Identifying hidden patterns in job vacancy data is crucial to understanding the concentration of job opportunities across regions. The methodology involves data preprocessing, including data cleaning, transformation, and normalization, followed by clustering using K-Means and evaluation with the Davies-Bouldin Index (DBI) to determine optimal clustering. The results reveal that clustering with 6 groups provides the most meaningful separation of job vacancies based on location and category, with a significant dominance of one cluster. The findings suggest that more detailed analysis of smaller clusters could uncover niche opportunities. This approach can assist policymakers and job seekers in making more informed decisions regarding career opportunities.
PENDEKATAN ALGORITMA NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM UNTUK PREDIKSI PENYAKIT GINJAL KRONIS Siswaja, Hendy D; Ramdhani, Yudi
Jurnal RESPONSIF: Riset Sains & Informatika Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jti.v6i2.1778

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang mempengaruhi sekitar 10% dari populasi dunia. Persentase prevalensi PGK di China adalah 10,8%, dan rentang prevalensinya adalah 10%-15% di Amerika Serikat. Seiring dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dimana Machine Learning (ML) merupakan subbagian dari AI, penelitian ini mencoba memanfaatkan algoritma Neural Network, optimasi data berbasis Genetic Algorithm, dan k-fold Cross Validation dengan nilai k berkelipatan 10, yaitu 10, 20, 30, 40, dan 50 untuk memprediksi apakah seorang pasien mengidap PGK atau tidak dari dataset yang berisi hasil uji klinis pasien tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa algoritma Neural Network dengan optimasi data berbasis GA mampu memperoleh tingkat akurasi sampai dengan 98,75% dan nilai AUC sebesar 0,999 sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma Neural Network dengan optimasi berbasis GA ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah aplikasi ataupun bagian dari sistem kesehatan sehingga tingkat diagnosa pasien yang mengidap PGK dapat lebih cepat dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan dapat meningkatkan peluang kesembuhan bagi pasien tersebut.
ANALISIS LOWONGAN PEKERJAAN DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN LOKASI MENGGUNAKAN TEKNIK KLASTERING K – MEANS Djaya Siswaja, Hendy; Tri Prasetio, Rizki
Jurnal RESPONSIF: Riset Sains & Informatika Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jti.v7i1.2020

Abstract

This study analyzes job vacancy distribution in the Technology Information sector based on location using the K-Means clustering technique. In the current era of Industry 4.0, job seekers and employers face challenges with data overload and time-consuming recruitment processes. Identifying hidden patterns in job vacancy data is crucial to understanding the concentration of job opportunities across regions. The methodology involves data preprocessing, including data cleaning, transformation, and normalization, followed by clustering using K-Means and evaluation with the Davies-Bouldin Index (DBI) to determine optimal clustering. The results reveal that clustering with 6 groups provides the most meaningful separation of job vacancies based on location and category, with a significant dominance of one cluster. The findings suggest that more detailed analysis of smaller clusters could uncover niche opportunities. This approach can assist policymakers and job seekers in making more informed decisions regarding career opportunities.
Analisis Perbandingan Pemrograman Prosedural dan Pemrograman Berbasis Objek dalam Pengembangan Perangkat Lunak Maryanto, Budi; Siswaja, Hendy Djaya
Media Informatika Vol 24 No 3 (2025)
Publisher : P3M STMIK LIKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37595/mediainfo.v24i3.495

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong meningkatnya kompleksitas perangkat lunak yang dikembangkan, sehingga pemilihan paradigma pemrograman menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan perangkat lunak. Dua paradigma yang paling umum digunakan adalah pemrograman prosedural dan pemrograman berbasis objek (Object-Oriented Programming / OOP). Pemrograman prosedural menekankan penyusunan program dalam bentuk prosedur atau fungsi, sedangkan OOP berfokus pada pemodelan sistem menggunakan objek yang merepresentasikan entitas dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pemrograman prosedural dan pemrograman berbasis objek berdasarkan karakteristik, kelebihan, kekurangan, serta kesesuaian penggunaannya dalam pengembangan perangkat lunak. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap buku teks, jurnal ilmiah, dan referensi akademik yang relevan, serta analisis konseptual terhadap contoh implementasi sederhana dari masing-masing paradigma. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemrograman prosedural lebih sederhana dan efisien untuk aplikasi berskala kecil hingga menengah, sementara pemrograman berbasis objek lebih unggul dalam hal modularitas, reusabilitas, dan maintainability untuk pengembangan perangkat lunak berskala besar dan kompleks. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada paradigma yang sepenuhnya lebih baik dari yang lain; pemilihan paradigma harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem, kompleksitas aplikasi, serta tujuan pengembangan perangkat lunak.