Muthaher, Annisa Anwar
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENGUNGKAP PERISTIWA KEMATIAN KRIMINAL KASUS PEMBEKAPAN PERSPEKTIF MEDIKOLEGAL Muthaher, Annisa Anwar
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jfmi.2024.5.1.9742

Abstract

Death is a definite thing in life that can be identified clinically in a person through observing the changes that occur in the corpse's body. The mechanism of death can be unnatural. In this case, wounds were found in the mouth, a form of mechanical smothering. Smothering can cause death, so it is an important reason to discuss and aims to reveal unnatural injuries and what events occurred. The examination method uses the principles of evidence based medicine. On external examination, bruises were found on the inner lips, both eyes (racoon eyes), left cheek, upper jaw, lower jaw, abrasions on the lips with teeth prints, and cheeks and several other bodies injuries. The lips, the tips of both fingers and the tips of the toes were bluish in color and bleeding spots were found on both inner eyelids. The conclusion of the external examination of the corpse showed that the wounds were unnatural and there were signs of strong pressure on the mouth and nose area which could cause suffocation and there were signs of cranial base trauma. These wounds were caused by blunt trauma Key words: Asphyxia, Cranial Base Fracture, smothering
IDENTIFIKASI FORENSIK MENGUNGKAP RAHASIA DALAM RUMAH TANGGA Muthaher, Annisa Anwar
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jfmi.2024.5.2.12030

Abstract

Menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap manusia dan setiap warga negaranya dan berhakmendapatkan perlindungan dan keamanan dalam melangsungkan hidupnya adalah salah satu tujuanyang tertuang dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia sehingga bentuk kekerasanapapun pada manusia tidak dibenarkan termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).Namun demikian data kekerasan tetap menunjukkan peningkatan termasuk data kasus kekerasanyang terjadi pada perempuan dan anak. Dalam Simfoni Kementerian Perlindungan Perempuan danAnak pada tahun 2021 terdapat 20,4% kasus kekerasan terjadi pada laki-laki dan 79,6% kasuskekerasan terjadi pada perempuan. Oleh karenanya kasus ini penting untuk dibahas dengan tujuanuntuk memberikan informasi pembuktian medis kepada penegak hukum Menggunakan metode penelitian normatif melalui studi kepustakaan (library research)berdasarkan pembuktian berbasis evidence based medicineHasil pemeriksaan luar ditemukan bukti adanya memar berwarna ungu kekuningan pada areaanggota gerak lengan kiri dan kanan, paha kiri dan didapatkan memar berwarna kemerahan disertaipembengkakan membentuk cetakan gigi pada area bahu kiri. Namun keluhan nyeri pada pada saatpemeriksaa sudah berkurang terutama pada area lengan dan paha Berdasarkan hasil medis pada pemeriksaan luar dapat disimpulkan adanya kekerasan fisik yangberulang beresiko dapat memberikan efek psikologis yang tidak baik dan diperlukan pembuktianlanjut trauma psikis baik jangka pendek maupun jangka panjang dan adanya tanda bekas lukagigitan pada bahu menunjukkan luka baru terjadi dan diperlukan pemeriksaan bentuk cetakan gigibilamana terduga pelaku masih belum mengakui perbuatannya
Analisis Konsul Pemeriksaan Dokter Umum pada Bagian Forensik Medikolegal (Studi Kasus di RSUD. Kabelota Donggala) Muthaher, Annisa Anwar; Syahriar, Syahriar; Rika, Rika; Nurhidayat, Nurhidayat
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa pemeriksaan kasus forensik Medikolegal, masih menjadi kompetensi dokter umum sebagai garda terdepan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pada keadaan tertentu Dokter umum masih dapat mengkonsulkan pemeriksaan kasus forensik medikolegal. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menganalisa data rekam medik yang dikonsul dokter umum pada bagian forensik Medikolegal. Metode yang digunakan menggunakan analisis. Hasil penelitian menunjukkan ada 38,75% data rekam medik yang dikonsul dokter umum pada bagian forensik medikolegal belum tercatat pada anamnesis dan hasil pemeriksaan 38,75% dan penanganan dan tindakan 80%. Kesimpulan dokter umum lebih berorientasi pada pelayanan prima yang cepat dan tepat, dokter sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan, namun pada pencatatan masih ada yang ditemukan belum tercatat
KNOWLEDGE AND ATTITUDES AMONG MEDICAL RESIDENTS TOWARDS THE RESPONDEAT SUPERIOR DOCTRINE Onggo, Andreas; Syukriani, Yoni; Tanzilah, Sani; Muthaher, Annisa Anwar; Bhima, Sigid Kirana Lintang; Dhanardhono, Tuntas
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 15, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.106167

Abstract

Background: Medical residents are doctors undergoing specialized training through an apprenticeship under attending physicians. The requirement for them to hold a special practice license raised questions about their extent of responsibilities in the event of a lawsuit when performing their duty.Objectives: This research investigates the knowledge and attitudes of medical residents towards the doctrine of respondeat superior, which pertains to liability in hierarchical medical contexts.Methods: Questionnaires were distributed to residents across seven universities in Indonesia, representing surgical, medical, and diagnostic specialist groups. Statistical analyses were performed using univariate, bivariate, and multivariate approaches.Results: Results showed that only 26.58% (n=538) of the participants understood the doctrine well, although they generally held a positive attitude towards it. There was no significant correlation between knowledge and attitudes or between specialist groups (all p>0.05). However, a significant correlation was found between residents’ levels and attitudes towards respondeat superior (p<0.01), indicating that higher-level residents exhibited more positive attitudes. Multidimensional scaling revealed surgical residents showing more significant divergence from those in medical programs.Conclusion: Results suggested although the attitude was positive, understanding regarding respondeat superior among residents is insufficient, particularly to clarify responsibilities among residents and supervisors. Therefore, specific education related to the matter is recommended.