Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan E-Commerce Dan Tingkat Literasi Keuangan Di Kalangan Siswa: Antara Konsumtif Atau Pendapatan? Acep Supriatna; Aida Zahra; Amelia Putri Meilani; Khusaeni, Moch Fahri; Rahma Jamilah; Rama Wijaya Abdul Rozak; Heni Mulyani
Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi Vol 1 No 2 (2023): April : Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jumia.v1i2.1283

Abstract

Pertumbuhan teknologi dan digitalisasi telah membawa dampak signifikan pada kegiatan ekonomi, terutama dengan meningkatnya popularitas ononlinm sebagai bentuk jual beli online. E-commerce memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen, tetapi dapat menyebabkan sifat konsumtif yang berlebihan, khususnya pada siswa. Sifat konsumtif ini dapat memicu gaya hidup hedonisme dan buruknya manajemen keuangan pada siswa. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya memprioritaskan kebutuhan dan pengelolaan keuangan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pemahaman siswa tentang e-commerce dan literasi keuangan serta kaitannya dengan sikap konsumtif siswa dan minat wirausaha siswa dalam menggunakan e-commerce. Kuesioner disebarkan melalui Google Form kepada siswa SMA/SMK sederajat. Pertanyaan dalam kuesioner mencakup pengetahuan penggunaan e-commerce, tingkat literasi keuangan siswa, sikap konsumtif dan pengaturan keuangan, serta minat wirausaha dalam menggunakan e-commerce. Penelitian ini menunjukkan bahwa e-commerce banyak digunakan oleh siswa SMA/SMK sederajat dalam kegiatan konsumsi, terutama melalui platform Shopee. Namun, penggunaan e-commerce tidak berpengaruh pada sikap konsumtif siswa karena mereka lebih membeli barang sesuai kebutuhan. Akan tetapi, penggunaan e-commerce berpengaruh pada minat berwirausaha siswa karena mudah diakses dan efektif. Tingkat literasi keuangan siswa berada pada kategori sedang dan siswa memiliki pemahaman dalam mengelola dan mengatur keuangannya dengan baik, sehingga cenderung tidak bertindak konsumtif dalam aktivitas konsumsinya. Literasi keuangan siswa yang baik juga menumbuhkan minat wirausaha.
Penggunaan E-Commerce Dan Tingkat Literasi Keuangan Di Kalangan Siswa: Antara Konsumtif Atau Pendapatan? Acep Supriatna; Aida Zahra; Amelia Putri Meilani; Khusaeni, Moch Fahri; Rahma Jamilah; Rama Wijaya Abdul Rozak; Heni Mulyani
Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jumia.v1i2.1283

Abstract

Pertumbuhan teknologi dan digitalisasi telah membawa dampak signifikan pada kegiatan ekonomi, terutama dengan meningkatnya popularitas ononlinm sebagai bentuk jual beli online. E-commerce memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen, tetapi dapat menyebabkan sifat konsumtif yang berlebihan, khususnya pada siswa. Sifat konsumtif ini dapat memicu gaya hidup hedonisme dan buruknya manajemen keuangan pada siswa. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya memprioritaskan kebutuhan dan pengelolaan keuangan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pemahaman siswa tentang e-commerce dan literasi keuangan serta kaitannya dengan sikap konsumtif siswa dan minat wirausaha siswa dalam menggunakan e-commerce. Kuesioner disebarkan melalui Google Form kepada siswa SMA/SMK sederajat. Pertanyaan dalam kuesioner mencakup pengetahuan penggunaan e-commerce, tingkat literasi keuangan siswa, sikap konsumtif dan pengaturan keuangan, serta minat wirausaha dalam menggunakan e-commerce. Penelitian ini menunjukkan bahwa e-commerce banyak digunakan oleh siswa SMA/SMK sederajat dalam kegiatan konsumsi, terutama melalui platform Shopee. Namun, penggunaan e-commerce tidak berpengaruh pada sikap konsumtif siswa karena mereka lebih membeli barang sesuai kebutuhan. Akan tetapi, penggunaan e-commerce berpengaruh pada minat berwirausaha siswa karena mudah diakses dan efektif. Tingkat literasi keuangan siswa berada pada kategori sedang dan siswa memiliki pemahaman dalam mengelola dan mengatur keuangannya dengan baik, sehingga cenderung tidak bertindak konsumtif dalam aktivitas konsumsinya. Literasi keuangan siswa yang baik juga menumbuhkan minat wirausaha.
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Pueskesmas Kajhu Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Aida Zahra; Yusrika Yusrika; Nurul Sadah
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i2.3203

Abstract

Representing a pervasive global and national health concern, stunting reflects prolonged nutritional deprivation that affects early childhood development irrespective of gender. To evaluate this phenomenon, a cross-sectional quantitative analysis was executed to examine the empirical association between dietary regimens and stunting incidents among toddlers aged 24–59 months in the operational zone of the Kajhu Public Health Center, Baitussalam, Aceh Besar. Deploying a structured ordinal questionnaire for primary data collection from May 20 to June 11, 2025, this investigation involved 169 strategically sampled respondents extracted from a total population of 952 children. Univariate and bivariate analytical frameworks, specifically the Chi-Square test, were employed for data elucidation. The empirical assessment demonstrated that 62.1% (n=105) of the participants were stunted, whereas 37.7% (n=64) exhibited normal growth metrics; furthermore, inappropriate feeding regimens were observed in 57.4% (n=97) of the cohort compared to 42.6% (n=72) with adequate dietary compliance. Based on the inferential statistical test, a significance value of p = 0.000$ (p < 0.05) was obtained, necessitating the rejection of the null hypothesis and confirming a robust correlation between childhood nutritional intake configurations and stunting prevalence. These empirical findings underscore the critical urgency for intensified parental oversight and strategic dietary optimizations as primary preventative measure.