Jeremia Siregar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMASI ALGORITMA ITERATIVE DICHOTOMISER 3 KOMBINASI METODE MINMAX - INFORMATION GAIN UNTUK DETEKSI WEBSITE PHISING: OPTIMASI ALGORITMA ITERATIVE DICHOTOMISER 3 KOMBINASI METODE MINMAX - INFORMATION GAIN UNTUK DETEKSI WEBSITE PHISING Tarigan, Victor; Jeremia Siregar; Adinda Franky Nelwan; Reinhard Komansilan; Ade Yusupa
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 22 No. 01 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59637/jsti.v22i01.419

Abstract

Deteksi website phising merupakan tantangan penting dalam keamanan siber, terutama dengan semakin canggihnya teknik-teknik phising yang digunakan untuk mengecoh pengguna dan mencuri informasi pribadi. Seiring dengan meningkatnya jumlah serangan phising, diperlukan metode yang efektif dan efisien untuk mengidentifikasi situs web berbahaya. Algoritma Iterative Dichotomiser 3 (ID3) merupakan salah satu algoritma klasifikasi yang efektif dalam konteks ini, namun kinerjanya dapat ditingkatkan melalui optimasi fitur yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan Algoritma ID3 dalam mendeteksi website phising dengan menggabungkan metode Min-Max Scaling dan Information Gain untuk proses seleksi fitur. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi model dengan hanya mempertahankan fitur-fitur yang paling relevan. Dalam proses seleksi fitur, diperoleh tiga fitur yang memiliki nilai Information Gain sebesar 0, yaitu Favicon, Iframe, dan popUpWidnow. Ketiga fitur ersebut tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap prediksi. Fitur-fitur ini kemudian dihilangkan dari total 30 fitur yang ada, menghasilkan model yang lebih ramping dan efisien. Evaluasi algoritma ID3 dilakukan menggunakan metode k-fold cross-validation dengan 8 fold, yang memberikan gambaran lebih akurat mengenai kinerja model. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model ID3 yang menggunakan 27 fitur terbaik menghasilkan nilai rata-rata akurasi sebesar 0.9856, presisi 0.9863, dan recall 0.9878. Di sisi lain, model ID3 yang menggunakan semua 30 fitur menghasilkan nilai rata-rata akurasi sebesar 0.9854, presisi 0.9860, dan recall 0.9878. Meskipun perbedaan akurasi antara kedua model relatif kecil, hasil ini menunjukkan bahwa seleksi fitur yang tepat dapat meningkatkan kinerja model dalam mendeteksi website phising. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknik deteksi phising yang lebih baik dan dapat diandalkan, serta menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut di bidang keamanan siber.
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU TINGKAT SD/SMP/SMA/SMK TAHUN 2023 IKATAN GURU INDONESIA (IGI) KOTA PEMATANG SIANTAR Ruth Meivera Siburian; Swingly Purba; Rikardo Hotman Siahaan; Jeremia Siregar; Muhammad Iqbal Sinaga
Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Widya Vol. 3 No. 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/pundimaswid.v3i1.298

Abstract

Guru sebagai pendidik merupakan kunci sentral yang bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan proses pembelajaran bagi anak didiknya. Hal ini mengingat guru adalah orang pertama yang terdekat dalam keseharian anak di dalam proses pembelajaran. Tugas dan peran guru menuntut keterampilan dalam menyiapkan bahan pelajaran, menyusun satuan pelajaran, menyampaikan ilmu kepada siswa dan membangkitkan semangat belajar siswa. Guru yang profesional adalah guru yang terus menerus berinovasi untuk meneliti masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran kemudian mencari solusi dan melakukan tindakan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diikuti oleh para guru dari berbagai tingkat sekolah ini dilaksanakan untuk memberikan wawasan bagi para guru untuk menjadi guru yang profesional dan memiliki kompetensi di bidangnya. Adanya kegiatan selama 4 hari ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi para guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat dan efektif. Bahwa guru harus dapat memahami bahwa tidak cukup hanya menjadi guru yang profesional saja, namun harus dapat menjadi guru yang vocation, memiliki intuisi, sehat dan fresh serta produktif.