Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profesionalisme Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Kabupaten Soppeng Rismadani, Rismadani; Mathar, Quraisy; Ahmad, La Ode Ismail
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 4 No 1 (2024): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem discussed in this research is the professionalism of librarians regarding services and the professionalism of librarians regarding the development of collections in the Soppeng Regency Library and Archives Service. The aim of this research is to determine the professionalism of librarians' work in services and collection development. The data collection method uses descriptive research using a qualitative approach, namely interview, observation and documentation methods. The results of the research show that the Soppeng Regency Library and Archives Service regarding professional librarians itself is still lacking, seen from human resources which only has 3 librarians with undergraduate library education. If the service is not yet professional, it can be seen from the human resources available as well as the facilities and infrastructure. The professionalism of librarians regarding services in libraries is seen from librarians or human resources as presenters of relevant and quality information who are competent and able to provide comfortable facilities, facilities and infrastructure as well as planned systems in accordance with library management. Meanwhile, collection development has not been maximized, librarians from the Soppeng district library and archives service only take technical guidance, training and self-study on the internet, apart from that librarians must take part in community forums and library networks such as the Indonesian Librarians Association as a forum for exchanging information related to existing developments. in libraries, then by means of formal education which is able to manage information competently and professionally, scientific meetings and technical meetings in these meetings are able to increase the competence of librarians because in scientific meetings there is a learning process
Analisis Proses Klasifikasi Bahan Pustaka di Perpustakaan SMK Negeri 4 Kabupaten Soppeng Rismadani, Rismadani; T, Arsil; Aslinda, Aslinda
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 No 1 (2025): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok permasalahan yang di bahas adalah bagaimana proses klasifikasi bahan pustaka dan kendala yang dihadapi dalam proses klasifikasi bahan pustaka di perpustakaan SMK Negeri 4 Kabupaten Soppeng.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses klasifikasi bahan pustaka dan kendala yang dihadapi dalam proses klasifikasi bahan pustaka yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan di perpustakaan SMK Negeri 4 Kabupaten Soppeng.Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian dilakukan dengan wawancara dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari sejumlah permasalahan yang diteliti tentang proses klasifikasi bahan pustaka di Perpustakaan SMK Negeri 4 Kabupaten Soppeng. Sumber data yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah kepala perpustakaan dan bagian pelayanan teknis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian teknik pengolahan dan analisis data yaitu peringkasan data, penyajian data secara tertulis, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses klasifikasi bahan pustaka yang ada di perpustakaan SMK Negeri 4 Kabupaten Soppeng antara lain menentukan sistem klasifikasi yang digunakan, menyiapkan bagan klasifikasi, menentukan subjek buku, menentukan nomor klasifikasi dan jumlah koleksi yang diklasifikasi dalam sehari. Kendala dalam proses klasifikasi bahan pustaka di perpustakaan SMK Negeri 4 Kabupaten Soppeng adalah kurangnya tenaga pengelola perpustakaan, minimnya pengetahuan pengelola perpustakaan tentang klasifikasi dan sistem pengolahan yang digunakan di perpustakaan masih manual.
Tinjauan Literatur: Peran Sumber Daya Manusia dan Teknologi dalam Efektivitas Sistem Informasi Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Primer Indonesia Yurez, Nanda Argaswari; Rismadani, Rismadani; Dewi, Misnan; Hartono, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7976

Abstract

Sistem informasi kesehatan (SIK) memegang peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti di fasilitas kesehatan primer, namun implementasinya di puskesmas Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah terkait peran sumber daya manusia (SDM) dan teknologi dalam menentukan efektivitas SIK di puskesmas Indonesia. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Portal Garuda dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa SDM merupakan faktor paling dominan dalam menentukan keberhasilan implementasi SIK, yang ditandai dengan masih rendahnya kompetensi informatika kesehatan pada petugas serta terbatasnya pelatihan yang berkelanjutan dan terstruktur. Selain itu, infrastruktur teknologi berperan sebagai faktor pendukung utama dengan hubungan yang sangat kuat terhadap penerapan sistem informasi kesehatan berbasis digital di puskesmas. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan yang signifikan antarwilayah, terutama antara daerah perkotaan dan daerah terpencil, yang mencerminkan ketimpangan kapasitas SDM dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan SIK dalam mendukung pelayanan kesehatan dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, optimalisasi SIK memerlukan strategi terpadu yang mencakup penguatan kompetensi SDM, peningkatan pelatihan berkelanjutan, integrasi platform sistem informasi, serta pemenuhan infrastruktur teknologi secara merata, khususnya di daerah tertinggal, guna mendukung transformasi digital kesehatan yang efektif dan berkelanjutan