Ulia Fitriani, Wan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDUSTAAN MANUSIA TERHADAP ALLAH: ANALISIS HADIS BUKHARI NO. 4974 Ulia Fitriani, Wan
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 4 No. 01 (2023): DIRAYAH: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v4i1.135

Abstract

Human’s lying and insulting to God is inappropriate because human lives at God’s mercy. God is the most perfect being in which He is the only being (one), does not need any other existence and has dominion over All things. The Qur’an and hadith carry various news in which it tells about the greatness of Allah and his power that sometimes still doubted by some people such as people who doubt life after death even though before creation, the condition of man who was still in the form of origin (land) was a form of the first death of human. Among the main points in this article is talk about faith and monotheism, where the statement that Allah has broken His promises is a lie and the accusation that he took a son is an insult. With the Qur’an and hadith as the foundation for breaking every accusation that is thrown to Allah, it is impossible to think that it can be in God’s substance, and when someone can understand it as well, it can have a big impact on their faith and deliver a big love to their only one God. This research was conducted using the qualitative method, which entailed gathering data from various sources, connecting the data, and then using the data as a foundation to deny all lying and amplifying that thrown to Allah and as a foundation that Allah was the truth, and and only God all of time.
Transformasi Karakter Manusia dalam Al-Qur’an Perspektif Sa’id Hawwa Ulia Fitriani, Wan; Nur, Afrizal; Hakim, Lukmanul; Khairiah, Khairiah
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1232

Abstract

Artikel ini berusaha mencari tahu tentang transformasi perilaku atau karakter manusia. Banyak upaya yang dilakukan oleh ilmuan bahkan sebelum masa modern ini untuk memahami tentang sifat manusia, bagaimana dan darimana perilaku manusia bisa terbentuk. Peneliti mencoba menganalisis penafsiran Sa’id Hawwa dalam al-Asas fi al-Tafsir pada nash al-Qur’an yang terkait dengan transformasi perilaku manusia, sehingga penelitian ini termasuk kepada salah satu model dalam tafsir yang dikenal sebagai model tafsir tahlili (analisis). Data dikumpulkan menggunakan pendekatan library research (penelitian kepustakaan). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik dokumentasi. Penulis mengumpulkan berbagai tulisan dari artikel, buku, berita dan juga kitab tafsir yang terkait dengan transformasi manusia. Penelitian ini mendapati kesimpulan bahwa transformasi adalah hal yang nyata terjadi dan merupakan sesuatu yang terjadi ketika seseorang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu sehingga komponen takwa dan akal ditekan mengikuti keinginannya sendiri. Lingkungan juga ikut menjadi bagian yang nantinya akan membentuk perilaku atau tabiat seseorang. Hal ini karena lingkungan akan membawa pembiasaan akan setiap tindakan, sehingga jika seseorang hidup di lingkungan yang baik maka ia akan cinderung mengambil keputusan ataupun bertindak kepada hal-hal baik. Sedangkan jika seseorang tumbuh di lingkungan yang buruk, ia cenderung akan memilih pilihan-pilihan yang buruk, entah itu yang buruk bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Maka dorongan datang dari nafsu, yang nafsu itu adalah hal yang ditanamkan bersamaan dengan takwa, kemudian lingkungan membantu membentuk perilaku seseorang.