Artikel ini berusaha mencari tahu tentang transformasi perilaku atau karakter manusia. Banyak upaya yang dilakukan oleh ilmuan bahkan sebelum masa modern ini untuk memahami tentang sifat manusia, bagaimana dan darimana perilaku manusia bisa terbentuk. Peneliti mencoba menganalisis penafsiran Sa’id Hawwa dalam al-Asas fi al-Tafsir pada nash al-Qur’an yang terkait dengan transformasi perilaku manusia, sehingga penelitian ini termasuk kepada salah satu model dalam tafsir yang dikenal sebagai model tafsir tahlili (analisis). Data dikumpulkan menggunakan pendekatan library research (penelitian kepustakaan). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik dokumentasi. Penulis mengumpulkan berbagai tulisan dari artikel, buku, berita dan juga kitab tafsir yang terkait dengan transformasi manusia. Penelitian ini mendapati kesimpulan bahwa transformasi adalah hal yang nyata terjadi dan merupakan sesuatu yang terjadi ketika seseorang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu sehingga komponen takwa dan akal ditekan mengikuti keinginannya sendiri. Lingkungan juga ikut menjadi bagian yang nantinya akan membentuk perilaku atau tabiat seseorang. Hal ini karena lingkungan akan membawa pembiasaan akan setiap tindakan, sehingga jika seseorang hidup di lingkungan yang baik maka ia akan cinderung mengambil keputusan ataupun bertindak kepada hal-hal baik. Sedangkan jika seseorang tumbuh di lingkungan yang buruk, ia cenderung akan memilih pilihan-pilihan yang buruk, entah itu yang buruk bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Maka dorongan datang dari nafsu, yang nafsu itu adalah hal yang ditanamkan bersamaan dengan takwa, kemudian lingkungan membantu membentuk perilaku seseorang.