Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Penerapan CPOB dalam Pengelolaan Air Bersih di Kabupaten Deli Serdang Christica Ilsanna Surbakti; Syukur Berkat Waruwu; Reza Fikrih Utama
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu aspek kritis (vital) dalam pelaksanaan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik ). Hal tersebut disebabkan karena udara merupakan unsur penting sebagai bahan baku dalam jumlah besar di industri farmasi terutama untuk produk sirup, obat menyuntikkan cair, cairan infus dan lain-lain. Udara merupakan suatu zat unik yang berbagai kandungan kimia. Bahkan terdapat lebih dari 90 jenis kontaminan yang dilarang agar air dapat diminum, contohnya seperti ada kandungan natrium klorida, kalsium karbonat, detergen, karbon dioksida, magnesium karbonat dan lain-lain. Sistem penyimpanan udara yang digunakan pada produksi adalah dengan menggunakan sistem Looping, Sistem looping dimana air dibuat mengalir terus-menerus didalam pipa dengan kecepatan 1m/detik guna mencegah adanya pertumbuhan bakteri. Terdapat cemaran mikroba pada air di Penyimpanan Sistem Looping saat di uji, Air yang terus mengalir pada Penyimpanan Sistem Looping Air dari hari senin-jumat dihentikan pada hari sabtu-minggu sehingga terjadi pertumbuhan bakteri pada pipa dan tidak dilakukan sanitasi. Sistem pengolahan Air (SPA) adalah suatu sistem untuk memperoleh udara dengan kualitas yang dibutuhkan oleh setiap jenis obat yang dibuat dan memenuhi persyaratan monografi farmakope. Sistem pengolahan Air (SPA) perlu didesain, dibuat, dikomisi, dikualifikasi, dioperasikan dan dirawat dengan benar untuk mencapai tujuan pengunaannya. B. Penyebab terjadi pertumbuhan bakteri pada sistem pengolahan udara disebabkan aliran air pada Sistem Looping dihentikan pada hari sabtu-minggu. C. Mutu air di industri farmasi tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Identifikasi dan Karakterisasi Bakteri Kontaminan melalui Uji Biokimia sebagai Upaya Evaluasi Keamanan Produk Obat, Pangan, Kosmetik dan Lingkungan Christica Ilsanna Surbakti; Manahan Situmorang; Reza Fikrih Utama
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i3.7484

Abstract

Bacterial contamination in pharmaceutical, food, cosmetic, and environmental products poses a significant global health challenge. This study aims to identify and characterize bacterial contaminants through biochemical testing approaches to evaluate the safety of various product types. Methods employed include bacterial isolation, Gram staining, and a series of conventional biochemical tests such as carbohydrate fermentation, catalase, oxidase, IMViC, and TSIA. A systematic review of 15 scientific journals across multiple disciplines revealed that the most frequently identified contaminants were Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella sp., Bacillus sp., Pseudomonas aeruginosa, and Enterobacter sp. These findings were consistently detected across diverse matrices, including fishery products, traditional foods, cosmetics, dairy milk, landfill soils, and indoor air of shopping centers. The study concludes that biochemical testing remains a reliable and cost-effective method for preliminary identification of bacterial contaminants across various sectors. However, confirmation using molecular methods such as PCR and 16S rRNA sequencing is strongly recommended to improve identification accuracy. Stricter safety standards and consistent hygiene practices are essential throughout the production chain of pharmaceutical, food, and cosmetic products to protect public health.