Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROFIL HEMATOLOGI CACING NIPAH (Namalycastis rhodochorde) DI MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Ramadani, Ririn
BUANA SAINS Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v23i2.4273

Abstract

Physiological data on Nypa palm worm hemocytes can be used as a standard reference for healthy Nypa palm worms and the basis for preventive measures and treatment of diseases in cultivation activities because hemocytes have an important function in regulating the physiology of the body. The hematological profile of the Nypa palm worm (Namalycastis rhodochorde) includes total hemocytes, hemocyte diameter, hemoglobin, and blood viscosity. The research was conducted to determine the hematological condition of nypa palm worms. The study used the calculation room method in the examination of total hemocytes, the manufacture of smear preparations looked at the appearance of hemocyte morphology, and the use of the Sahli thermometer device for hemoglobin examination and viscometer for viscosity examination. The results showed that the average number of total hemocytes of Nypa palm worms was 1.79 x106 cells / L the diameter of hemocytes had an average of 5.17μm, hemoglobin had an average value of 5.60 g / dl, and an average viscosity measurement of 3.25 N.s / m3. The hemocyte profile of the Nypa palm worm shows its correlation, the total number of hemocytes, hemoglobin, and blood viscosity of the Nypa palm worm. However, there is no relationship between the size of the diameter of the blood hemocytes of the Nypa palm worm and the parameters of the total number of hemocytes, hemoglobin, and blood viscosity. 
FAST ACTION: Gerakan Masyarakat Kenali Gejala Stroke dalam 1 Menit Panjaitan, Ribka Sabarina; Dewi, Astrid Komala; Salim, Chaterine Hermawan; Ludovikus, Ludovikus; Suharyanto, Suharyanto; Nuryani, Dewi; Ramadani, Ririn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3641

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat akibat rendahnya kemampuan penduduk mengenali gejala awalnya. Deteksi dini sangat penting karena keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga mengenai tanda-tanda stroke menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time) melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan pembagian media edukatif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, dengan sasaran masyarakat usia dewasa dan lanjut usia yang memiliki risiko lebih tinggi. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rata-rata 64,3 menjadi 84,5, dengan nilai N-Gain 0,6 yang menunjukkan efektivitas sedang. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa edukasi FAST mampu membantu masyarakat mengenali gejala stroke secara cepat dan tepat, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons keadaan darurat. Program ini juga memberikan kontribusi terhadap upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas, terutama di wilayah padat penduduk dengan akses terbatas terhadap informasi kesehatan. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya edukasi berkelanjutan untuk memperluas pemahaman masyarakat dan mengurangi keterlambatan penanganan stroke.
APLIKASI PROTOTYPE SOLAR PANEL TENAGA SURYA SEBAGAI SUMBER LISTRIK ALTERNATIF PADA AERATOR BUDIDAYA UDANG VANNAME SAAT PLN PADAM Purwanto, Nurjan Didik; Ferdiana, Dwi; Ramadani, Ririn; Fikasa, Ria
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i1.25231

Abstract

ABSTRAK Udang oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi udang masyarakat Indonesia mencapai 50%. Indonesia merupakan negara nomor empat sebagai produsen (pengekspor) udang di dunia dengan tujuan ekspor utama ke negara Amerika Serikat yang memiliki tingkat konsumsi udang mencapai 1.134 kg/tahun merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang menjadi sumber protein yang paling digemari Salah satu kendala pengembangan budidaya udang di Indonesia adalah meningkatnya kebutuhan energi listrik tiap tahunnya. Untuk mengatasi hal tersebut, energi terbarukan merupakan solusi bagi kebutuhan listrik untuk operasional budidaya dengan segala kelebihannya. Energi terbarukan yang paling banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada budidaya udang adalah energi matahari (surya), energi surya merupakan energi alternatif yang murah, tersedia secara gratis, terutama di daerah tropis. Energi listrik ini digunakan untuk menghidupkan aerator pada kolam budidaya udang, terutama udang Vanname. Salah satu aspek terpenting dalam pengelolaan kualitas air budidaya udang adalah konsentrasi oksigen terlarut yang dibutuhkan bagi ekosistem perairan agar udang tetap hidup sehat dan juga segar, tetapi saat konsentrasi oksigen di bawah 3 mg/L, maka dapat membuat udang stress dan menurunkan daya tahan tubuhnya. Jika konsentrasi oksigen menyentuh angka di bawah 1,5 mg/L maka dalam beberapa jam udang akan mati, karena udang sangat rentan ketika kekurangan oksigen, maka dengan pemanfaatan energi surya sebagai pengganti sumber Listrik alternatif ketika PLN padam, diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat kematian udang Vanname. Kata Kunci: udang vanname, peningkatan energi listrik, energi terbarukan, energi surya, pengaruh konsentrasi oksigen terhadap udang vanname. ABSTRACT Solar Panel Prototype Application As An Alternative Electricity Source In Vannamese Shrimp Cultivation Aerators During Pln Power Outages. Shrimp is a fishery commodity that is a popular source of protein for Indonesians. Indonesian shrimp consumption reaches 50%. Indonesia is the fourth-largest shrimp producer (exporter) in the world, with the primary export destination being the United States, where shrimp consumption reaches 1,134 kg per person per year. One of the obstacles to developing shrimp farming in Indonesia is the increasing need for electricity every year. To overcome this, renewable energy is a solution for electricity needs for cultivation operations with all its advantages. The most widely used renewable energy to meet electricity needs in shrimp farming is solar energy, solar energy is a cheap alternative energy, available for free, especially in tropical areas. This electrical energy is used to operate the aerator in shrimp farming ponds, especially Vannamei shrimp. One of the most important aspects in managing the water quality of shrimp farming is the concentration of dissolved oxygen needed for the aquatic ecosystem so that shrimp remain healthy and fresh, but when the oxygen concentration is below 3 mg/L, it can make shrimp stressed and reduce their immune system and if the oxygen concentration touches the number below 1.5 mg/L then within a few hours the shrimp will die, because shrimp are very vulnerable when lacking oxygen, then by utilizing solar energy as a substitute for alternative electricity sources when PLN off, it is hoped that it can help reduce the mortality rate of Vanname shrimp. Keywords: vaname shrimp, increase in electrical energ renewable energy, solar energy, he effect of oxygen concentration on vannamei shrimp.