Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN GENDER DALAM MENCIPTAKAN KEHIDUPAN EKONOMI RUMAH TANGGA HARMONIS DI DESA KESIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan peran gender dalam menciptakan kehidupan ekonomi rumah tangga harmonis di Desa Kesik Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Teori yang digunakan sebagai pisau bedah adalah teori struktural fungsional oleh Robert King Merton. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa alasan keterlibatan perempuan bekerja karena pendapatan suami rendah. Keterlibatan perempuan bekerja sangat membantu perekonomian keluarga. Posisi perempuan dan laki-laki pada sektor publik yang setara menunjukkan pengaruh budaya patriarkhi mulai melonggar. Kesetaraan gender mulai dirasakan keluarga pra-sejahtera pada sektor ekonomi. Keharmonisan keluarga juga dirasakan dengan adanya kerjasama dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran kebutuhan keluarga. Keterlibatan istri ini melahirkan peran ganda karena harus berperan sebagai ibu rumah tangga dan pekerja. Peran ganda ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender belum terjadi pada sektor domestic karena masih sedikit sekali keterlibatan suami dan anggota keluarga lainnya masih sedikit. Kata kunci: peran gender, peran ganda
Jaringan Sosial Industri pada Kain Gringsing di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to explain and analyze how social networks are formed in establishing cooperation in Gringsing fabric industry activities together with other economic actors such as Consumers, Producers, and Distributors. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive-explanatory type. The theory used in analyzing this study is the social network theory by Mark Granovetter. The results of this study reveal that there is a basis for principles that make the formation of a social network between economic actors in the Gringsing fabric industry. The social network formed is based on four principles, namely norms, the strength of weak and strong bonds, other roles that bridge actors, and the interpenetration of economic action in non-economic areas. This study reveals that Gringsing fabric craftsmen as well as producers have succeeded in realizing their economic activities based on the attachment of their social activities through four principles of social networks, namely norms, the strength of weak and strong bonds, other roles that bridge actors, and the interpenetration of economic action against non-economic ones. Keywords: Social network, Gringsing fabric, Economic actor
KONFLIK SOSIAL PROYEK KILANG MINYAK GRASS ROOT REFINERY (GRR) DENGAN WARGA DESA SUMURGENENG KABUPATEN TUBAN Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the process of building the Root Grass Refinery (GRR) oil refinery project in Sumurgeng Village, Tuban Regency, East Java, there was rejection from landowners by considering the environmental impact that could increase because there were already companies that were also engaged in the oil and gas sector and steam energy located quite close to Sumurgeneng Village. This research aims to analyze how social conflict resolution occurs based on Lewis Alfred Coser's conflict theory. This research uses a qualitative method with a descriptive approach and data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation studies. The results of this study indicate that the conflict that occurred in Sumurgeneng Village was a realistic conflict and also strengthened solidarity of Sumurgeneng Village residents to defend their land rights which was reflected in the resistance actions carried out. Furthermore, as safety valve, PT Pertamina-Rosneft conducted various corporate social responsibility (CSR) programs. Keywords: Social conflict, oil refinery, Lewis A. Coser conflict theory
MORALITAS EKONOMI PETANI PADI DI KECAMATAN DENPASAR Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sosiologis terkait alasan petani padi di Kecamatan Denpasar Selatan mempertahankan aktivitas ekonominya dengan mengedepankan etika-etika tertentu yang merujuk pada istilah moralitas ekonomi. Perekonomian yang semakin berkembang pesat berdampak pada permasalahan masyarakat agraris di Kota Denpasar. Mulai dari tingginya intensitas alih fungsi lahan, sumber air yang menyempit, pencemaran limbah, kurangnya tenaga kerja hingga perubahan pola kultural masyarakat telah menjadi permasalahan kompleks yang dihadapi kelompok petani di kota. Kompleksitas tersebut nyatanya masih dapat dibendung oleh petani dengan berpegang pada rasionalitas dan nilai-nilai moral yang mereka terapkan untuk dapat bertahan dalam situasi yang sulit. Berdasarkan kajian James C. Scott dalam bukunya Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara, dijelaskan bahwa kehidupan ekonomi petani sangat dipengaruhi oleh etika subsistensi dan resiprositas untuk mentolerir makna keadilan sosial. Namun pada penelitian ini, terdapat etika tambahan yang perlu diperhatikan yaitu nilai ideologis serta nilai kebebasan dan fleksibilitas kerja, dimana nilai-nilai ini merupakan alasan pendorong lain bagi petani padi di Kecamatan Denpasar Selatan untuk bertahan menjalani pekerjaannya. Kata kunci: Moralitas ekonomi, petani padi, subsistensi, resiprositas
RASIONALISASI KRAMA DESA ADAT DLOD TUKAD BATUBULAN MENETAP DI TANAH PEKARANGAN DESA Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memaparkan dan menganalisis rasionalisasi krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan di tengah kehidupan modern saat ini yang serba praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pisau bedah dalam menganalisis fenomena yang terjadi adalah teori tindakan sosial dari Max Weber. Hasil penelitian di lapangan mengungkapkan bahwa terdapat empat rasionalitas yang mendasari alasan krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan memilih menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan pada desa adat, yang terdiri atas rasionalitas nilai, rasionalitas instrumental, tindakan tradisional dan tindakan afektif. Lebih jauh, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang merupakan desa adat anyar di Bali tidak sepenuhnya menggunakan pengaturan otoritas tradisional dalam menjalankan pemerintahannya, terkhusus pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan modern saat ini. Kata kunci: Desa adat, rasionalisasi, tanah desa.