Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dynamics of Land Use Changes Around Toll Exit TollRoad, Batang District Brian Pradana; Ade Pugara; Bagus Nuari Priambudi
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 2, (December 2023) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i2.2580

Abstract

Development of tollroad infrastructure is the government's priority to increase the mobility of goods and economy in the region. But be aware that there will be changes in land use, especially in the exit toll, It will trigger a new growth centre and land-use changes have occurred in the areas from agricultural land use changed to be non-agriculture land use. This research was located in the Batang Toll exit, Batang Regency with the objective is to determine the dynamics of tollroad development on land-use change. This research will use the GIS method in analyzing land-use change. Result this research in 2016 – 2022, built-up land increased 43,51 Ha and cropland decreased 41,68 Ha. The construction of toll exits has significantly changed in the area on the main route. The positive thing that is obtained is that accessibility between regions becomes easy, both in mobilizing service goods and community connectivity
The Level of Community Preparedness in Facing Drought Disasters Brian Pradana; Ade Pugara; Bagus Nuari Priambudi
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 40, No. 2, (December 2024) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v40i2.4766

Abstract

In 2024, a drought in Kajen District caused many agricultural lands to fail and hampered community activities. Kajen District is the capital city that supports the center of activities. If a drought occurs, of course, this will inhibit the activities in it. This study aims to analyze the level of drought disaster preparedness in Kajen District. Specifically, the research location is a village affected by drought, namely in Gejlig, Kebonagung, Sambiroto, Tambakroto, and Tanjungsari Villages. This study uses a quantitative deductive approach, a questionnaire in the affected villages totaling 104 questionnaires. Based on the drought disaster preparedness analysis results, it is known that the parameter with the highest value is knowledgeability and attitude towards the risk of disaster, which is 98.08%. For cluster analysis, it was found that Gejlig, Sambiroto, and Tambakroto Villages were in class 1 (high), Kebonagung Village (medium), and Tanjungsari Village were in class 3 (low). When viewed based on the Pekalongan Regency RTRW 2020 - 2040, Kajen District is directed as ”PKL”, namely an urban area that functions to serve district-scale activities or several districts so that it needs to be supported by a clean water supply so that drought does not occur. With this drought disaster, the Regency Government must encourage policies and protocols to overcome drought disasters, such as irrigation infrastucture rehabilitation, land and water conservation and reforestation, especially in the Southern Part of Pekalongan Regency.
Pengaruh Penggunaan Lahan terhadap Suhu Permukaan di Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 Brian Pradana; Nofa Martina Ariani; Ade Pugara
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.1

Abstract

Perkembangan penggunaan lahan adalah hal yang sulit dihindari. Seiring dengan perkembangan waktu maka kebutuhan orang akan lahan terbangun akan semakin tinggi. Semakin banyak lahan terbangun maka akan menyebabkan penyerapan panas meningkat. Hal ini ditandai dengan suhu yang ada disekitarperkotaan meningkat dibandingkan dengan perdesaan. Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten yang dilintasi jalan nasional utara (pantura) yang menghubungkan ke arah Jakarta dan Kota Semarang yang mempunyai mobilitas tinggi. Hal tersebut tentunya memicu adanya lahan terbangundisekitar jalan nasional utara (pantura) dan sekitarnya. Dalam penelitian ini akan mengkaji urban heat island yang ada di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh penggunaan lahan terhadap suhu permukaan di Kabupaten Pekalongan tahun 2020. Data yang digunakan adalah landsat 8dan dalam analisisnya akan menggunakan software Arc GIS 10.8. Hasil dari penelitian ini bahwa untuk suhu permukaan yang ada di Kabupaten Pekalongan di Tahun 2020 adalah berkisar antara 14,57 C –34,56 C. Sedangkan jika dilihat dari pengaruh antara penggunaan lahan terhadap suhu permukaan makakeduanya terdapat keterkaitan.
Modal Sosial Kebertahanan Batik di Kabupaten Pekalongan Ade Pugara; Brian Pradana
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.6

Abstract

Batik Pekalongan merupakan salah satu warisan budaya dunia yang sudah dikenal sejak abad ke 12. Dalam perkembangannya, batik Pekalongan memiliki kebertahanan yang tinggi. Hal ini terbukti dari tingkat okupasi pasar batik pekalongan yang mencapai 60 % pasar nasional. Kebertahanan batikpekalongan juga diuji dengan adanya fluktuasi ekonomi saat krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008. Kebertahanan batik ini di dukung adanya faktor modal sosial batik pekalongan. Modal sosial ini didasarkan pada adanya peleburan dimensi ekonomi dan sosial dalam kehidupan batik di Pekalongan.Modal sosial ini meliputi keinginan berbuat baik, bermasyarakat dan ritus budaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif positivistik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar peran modal sosial terhadap kebertahanan ekonomi batik di Kabupaten Pekalongan.