Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kajen

Pengaruh Penggunaan Lahan terhadap Suhu Permukaan di Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 Brian Pradana; Nofa Martina Ariani; Ade Pugara
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.1

Abstract

Perkembangan penggunaan lahan adalah hal yang sulit dihindari. Seiring dengan perkembangan waktu maka kebutuhan orang akan lahan terbangun akan semakin tinggi. Semakin banyak lahan terbangun maka akan menyebabkan penyerapan panas meningkat. Hal ini ditandai dengan suhu yang ada disekitarperkotaan meningkat dibandingkan dengan perdesaan. Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten yang dilintasi jalan nasional utara (pantura) yang menghubungkan ke arah Jakarta dan Kota Semarang yang mempunyai mobilitas tinggi. Hal tersebut tentunya memicu adanya lahan terbangundisekitar jalan nasional utara (pantura) dan sekitarnya. Dalam penelitian ini akan mengkaji urban heat island yang ada di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh penggunaan lahan terhadap suhu permukaan di Kabupaten Pekalongan tahun 2020. Data yang digunakan adalah landsat 8dan dalam analisisnya akan menggunakan software Arc GIS 10.8. Hasil dari penelitian ini bahwa untuk suhu permukaan yang ada di Kabupaten Pekalongan di Tahun 2020 adalah berkisar antara 14,57 C –34,56 C. Sedangkan jika dilihat dari pengaruh antara penggunaan lahan terhadap suhu permukaan makakeduanya terdapat keterkaitan.
Modal Sosial Kebertahanan Batik di Kabupaten Pekalongan Ade Pugara; Brian Pradana
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.6

Abstract

Batik Pekalongan merupakan salah satu warisan budaya dunia yang sudah dikenal sejak abad ke 12. Dalam perkembangannya, batik Pekalongan memiliki kebertahanan yang tinggi. Hal ini terbukti dari tingkat okupasi pasar batik pekalongan yang mencapai 60 % pasar nasional. Kebertahanan batikpekalongan juga diuji dengan adanya fluktuasi ekonomi saat krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008. Kebertahanan batik ini di dukung adanya faktor modal sosial batik pekalongan. Modal sosial ini didasarkan pada adanya peleburan dimensi ekonomi dan sosial dalam kehidupan batik di Pekalongan.Modal sosial ini meliputi keinginan berbuat baik, bermasyarakat dan ritus budaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif positivistik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar peran modal sosial terhadap kebertahanan ekonomi batik di Kabupaten Pekalongan.