Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAYANAN KEFARMASIAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI Abdul Kholik Tasib; Eli Halimah; Irma Melyani Puspitasari
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i3.27926

Abstract

Kepatuhan yang buruk terhadap pengobatan antihipertensi merupakan faktor risiko utama dari tekanan darah yang tidak terkontrol. Pemanfaatan teknologi dapat memungkinkan farmasis untuk melakukan pelayanan kefarmasian secara lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi. Hasil penelusuran dari database pubmed dengan kata kunci (Pharmacist) AND (Adherence OR compliance) AND (Hypertension OR "blood pressure") AND (Technology) didapatkan 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk direview. Dalam studi ini, penggunaan teknologi untuk meningkatkan kepatuhan dengan menggunakan Botol Pil Berbicara, Pengingat Layanan Pesan Singkat (SMS), Video Online Berkode QR, Sistem Respons Suara Interaktif, Teknologi Informasi Multidisiplin, Klinik Perawatan Kolaboratif Virtual, Telehealth dalam Layanan Manajemen Perawatan Kronis, dan Teknologi yang Mendukung Rencana Kesehatan dan Apotek Komunitas. Teknologi dapat diterapkan dalam pelayanan kefarmasian secara efektif dapat meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi. Penerapan teknologi dalam pelayanan kefarmasian yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan kepatuhan karena kelupaan dapat menggunakan Pengingat SMS, sedangkan untuk pasien dengan literasi kesehatan rendah dapat menggunakan Botol Pil Berbicara atau Video Online berkode QR. Penerapan teknologi memungkinkan farmasis untuk memantau kepatuhan pengobatan dan tekanan darah di rumah dengan menggunakan Teknologi Sistem Respon Suara Aktif dan memungkinkan berkolaborasi dengan tenaga profesional kesehatan lainnya untuk meningkatkan kepatuhan pasien dengan menggunakan Teknologi Informasi Multidisiplin, Klinik Perawatan Kolaboratif Virtual atau pun Telehealth. Penerapan teknologi juga memungkinkan untuk diterapkan secara luas yang melibatkan apotek komunitas dan rencana kesehatan daerah dalam upaya meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dengan cara berbagi data menggunakan Teknologi yang Mendukung Rencana Kesehatan dan Apotek Komunitas.
Penanganan keracunan metanol menggunakan fomepizole dan etanol (sebuah review) Tasib, Abdul Kholik
FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Florona: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/florona.v3i1.1270

Abstract

Kejadian keracunan metanol sering karena konsumsi yang tidak disengaja atau disengaja. Paparan metanol sangat berbahaya, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan jika tidak diobati. Perawatan utama keracunan metanol adalah etanol atau fomepizole. Fomepizol diakui lebih aman dan efektif dibandingkan etanol. Namun, hambatan penggunaan fomepizol adalah harganya mahal dan ketersediaannya yang terbatas di beberapa daerah, terutama di negara-negara berkembang. Dalam ulasan ini menjelaskan tentang pilihan antara penggunaan etanol dan fomepizol ketika fomepizol tidak tersedia. Studi ini merupakan studi tinjauan literatur. Literatur relevan yang digunakan untuk melakukan tinjauan literatur ini berasal dari database pubmed, dengan menggunakan kata kunci pencarian "Methanol"[tw] OR "Methanol poison*"[tw] OR "Methanol toxic*"[tw] OR "Methanol intoxic*"[tw]. Hasil dari penelusuran didapatkan 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk direview. Penghambatan alkohol dehidrogenase merupakan dasar untuk pengobatan keracunan metanol. Penanganan dasar keracunan metanol harus segera dilakukan dengan memberikan antidotum seperti fomepizol atau etanol untuk mencegah metanol termetabolisme menjadi metabolit yang dapat menyebabkan asidosis metabolik, kerusakan mata hingga kematian. Penanganan keracunan metanol menggunakan fomepizol ataupun etanol tidak menunjukkan perbedaan efektivitas klinis antara keduanya, meskipun fomepizol memberikan efek samping yang lebih baik. Etanol sebagai antidotum pada keracunan metanol masih dapat diberikan sebagai altenatif ketika fomepizol tidak tersedia.