Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN ORANG TUA DALAM MENGATASI ANAK PUTUS SEKOLAH DI FAKAL KABUPATEN BURU SELATAN Soselisa, Mila; Duha, Antoniat; Sopacua, Samel; Rumahuru, Yance Z.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31268

Abstract

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran orang tua dalam mengatasi anak putus sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran orang tua dalam mengatasi anak putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian sebanyak 6 orang yaitu 2 orang anak dan orang tuanya, 2 orang anak SMP beserta orang tuanya dan 2 orang anak SMA beserta orang tuanya, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua diantaranya sebagai pendidik, orang tua sudah melakukan perannya seperti (afektif, kognitif, dan psikomotorik) dengan baik, peran orang tua sebagai pengasuh anak, orang tua sudah melakukan perannya seperti (afektif, kognitif, dan psikomotorik) dengan baik, peran orang tua sebagai pengasuh anak, orang tua sudah melakukan perannya seperti (afektif, afektif psikomotorik) dengan baik, peran orang tua sebagai motivator, orang tua sudah melakukan perannya namun masih belum maksimal dalam memberikan motivasi seperti nasehat, teguran, pujian dan hadiah sebagai bentuk motivasi agar anak termotivasi untuk melanjutkan sekolah, orang tuanya memberikan dukungan moril dan motivasi namun tidak secara materi. Dan dalam from of providing facilitator, orang tua memberikan fasilitas belajar yang masih kurang memadai, artinya belum adanya penyediaan fasilitator yang dapat menunjang prestasi pendidikan anaknya, sehingga dari hasil penelitian orang tua belum maksimal dalam perannya sebagai fasilitator.