Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lama Perendaman Zat Pengaruh Tumbuh Hormax Terhadap Petumbuhan Bibit Single Bud dari Tiga Bagian Batang Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang Pradana, Rieski Ega; Subroto, Gatot; Arum, Ayu Puspita; Rosyadi, Muhammad Ghufron
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.51008

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mengambil peran penting sebagai produksi gula. Namun, ketersediaan tebu yang rendah menjadikan Indonesia masih harus mengimpor guka dari negara lain. Penyebabnya dikarenakan teknologi budidaya yang kurang mendukung. Salah satu permasalahan dalam budidaya tebu yaitu, penyediaan bibit bagal yang biasa dilakukan petani tebu kurang memenuhi target % bibit bertunas dan mutu bibit relatif rendah. Salah satu solusinya yaitu dengan berganti cara pembibitan dengan metode single bud planting (SBP). Pada penelitian ini menggunakan tiga sumber batang tebu yaitu bagian pucuk, tengah, dan bawah. Untuk mempercepat pertumbuhan perakaran dan pertunasan pada tebu ini adalah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) Hormax. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara aplikasi lama perendaman ZPT Hormax dengan 3 sumber bagian batang bibit tebu dengan metode SBP. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama perendaman ZPT Hormax terdiri dari 4 taraf yaitu 0 menit (W0), 30 menit (W1), 60 menit (W2), 90 menit (W3). Faktor II yaitu penggunaan beda bagian batang tebu untuk bahan tanam dengan metode SBP yang terdiri dari 3 taraf yaitu bagian pucuk, tengah dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara lama perendaman ZPT Hormax dan perbedaan bagian batang sebagai bahan tanam yang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah akar, diameter batang, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Kombinasi perlakuan lama perendaman ZPT 60 menit dan bagian batang atas (W2B1) memberikan nilai terbaik pada seluruh variabel pengamatan.
The Effect of WPM (Woody Potent Medium) Dosage on the In Vitro Development of Milo Pace Variety Robusta Coffee Leaf Explants: Pengaruh Dosis Media WPM (Woody Pant Medium) Terhadap Perkembangan Eksplan Daun Kopi Robusta Varietas Milo Pace Secara In Vitro Az Zahra, Rana; Irsyadi, Muhammad Burhanuddin; Kusbianto, Dwi Erwin; Suud, Hasbi Mubarok; Rosyadi, Muhammad Ghufron; Wulanjari, Distian; Farisi, Oria Alit
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 3 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - December 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v10i3.10823

Abstract

Milo pace robusta coffee is a local coffee variety in Jember Regency that is threatened with extinction. One way to overcome this problem is by propagating it through tissue culture. The success of tissue culture is determined by the use of optimal culture media doses. Research related to the development of Milo pace coffee is still very limited. This study aims to obtain the best dose in woody plant medium media for the development of robusta coffee leaf explants of the Milo pace variety. This study used a completely randomized design (CRD) with a single factor, namely the WPM media dose (1 time, ¾ times, ½ times and MS 1 time as a control) which was repeated 3 times with 3 samples. Data were analyzed descriptively and statistically using analysis of variance, and continued with the DMRT test at a 95% confidence level. The results showed that the use of WPM media with 1 dose was the best dose with a percentage of imbibed explants of 77.77% with an average emergence at 2.53 ± 0.68 DAI and green live explants. Furthermore, the percentage of browning explants was still high at 88.89±19.24%, which appeared at 9.96±1.73 DAI. Various doses of WPM media were unable to induce callus in Milo Pace robusta coffee leaf explants.