This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Martin, Gerardo
Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Desain Pabrik Bioetanol Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Martin, Gerardo; Nau, Steven Edvardomaris; Juliastuti, Sri Rachmania
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.148977

Abstract

Setiap tahun, kebutuhan energi yang meningkat mendorong banyak penelitian untukmencari alternatif bahan bakar fosil. Salah satunya adalah bioetanol, yang diharapkan dapatmenjadi pengganti bensin. Saat ini, bioetanol digunakan sebagai campuran dalam bensinuntuk meningkatkan kualitasnya. Hadirnya oksigen dalam bioetanol meningkatkan efisiensidan mengurangi emisi yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti partikulat dan gasnitrogen oksida. Bioetanol dapat diproduksi menggunakan bahan baku biomassa, sepertibagasse tebu.Proses produksi bioetanol telah berkembang dari generasi pertama hingga keempat.Generasi pertama menggunakan bahan pangan, generasi kedua menggunakan bahan nonpangan yang dianggap menguntungkan secara ekonomi dan teknis karena memanfaatkanlimbah agrikultur, generasi ketiga menggunakan mikro atau makro alga, sedangkan generasikeempat menggunakan organisme termodifikasi. TKKS masuk dalam generasi keduasehingga produksi bioetanol dari TKKS tidak hanya mengurangi limbah tetapi jugamenghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.Pabrik bioetanol dari TKKS ini bertujuan untuk mendukung program pemerintahdalam transisi energi ke green energy. Dengan kapasitas produksi 5.000.000 L/tahun selama330 hari operasi, pabrik direncanakan akan dibangun di Kawasan Industri Dumai, Riau,Sumatera. Lokasi ini dipilih untuk meminimalkan biaya transportasi bahan baku karenaberada di satu pulau.Proses produksi bioetanol dari TKKS melibatkan tiga proses utama: pre-treatment,fermentasi (sebagai proses utama), dan purifikasi. Proses pre-treatment bertujuan untukmereduksi ukuran TKKS, menghilangkan kotoran, dan mendegradasi lignin menggunakanlarutan natrium hidroksida encer. Proses fermentasi menggunakan teknologi Simultaneous Saccharification Co-Fermentation (SSCF) di mana hemiselulosa dan selulosa pada TKKSdikonversi menjadi etanol dengan bantuan mikroba seperti Saccharomyces cerevisiae danScheffersomyces stipitis. Proses purifikasi melalui distilasi dan dehidrasi bertujuan untukmemisahkan etanol dari impuritasnya.Tinjauan ekonomi rancangan pabrik ini didasarkan pada dua sumber dana, yaituinvestasi modal sendiri sebesar 60% dan biaya modal pinjaman bank sebesar 40%. Hasilanalisa ekonomi mendapatkan nilai-nilai sebagai berikut: Capital Expenditure (CAPEX) : Rp133.995.418.843, Operational Ecpenditure (OPEX) : Rp45.759.391.627, Net Present Value (NPV) : Rp155.179.870.172, Internal Rate of Return (IRR) : 19,62%, Pay Out Time (POT) : 5,23 tahun, Break Even Point (BEP) : 52,52%Berdasarkan hasil analisa ekonomi, nilai-nilai %IRR, BEP, dan POT menunjukkan bahwaPabrik Bioetanol dari TKKS ini layak didirikan.