Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Remaja di SMP Negeri 262 Jakarta Timur Tahun 2024 Alfiyatur Rahmah; Ony Linda; Dian Kholika Hamal
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v3i3.3974

Abstract

Teenagers are a group that is easily influenced by external cultural influences because they are going through a period of searching for theirs identify. Nutritional status is the condition of the body as a result of the food consumed every day. The aim of this research was to determine factors related to nutritional status in students at SMP Negeri 262 East Jakarta. The type of research that will be used is quantitative research with a cross sectional design. Data collection was carried out by direct measurement with a weight scale, microtoise. The sampling technique in this research used Proportional Random Sampling with a total population of 452 students at SMP Negeri 262 Jakarta, classes VII and VIII, and the sample taken was 156 students. The analysis that will be used includes univariat analysis and bivariate analysis, while the statistical test used is the chi square test. Univariate results showed that 58,3% of teenager’s had poor nutritional status, 73,7% of teenager’s had low family income, 55,1% of teenager’s feel dissatisfied, and 62,8% of teenager’s have insufficient nutritional knowledge. The result of statistical test show that there is a significant relationship between maternal education p value (0,002) and body image p value (0,007) with nutritional status in adolescents. Meanwhile, the variable that did not have a significant relationship were the family income variables p value (1,000), physical activity p value (0,359), nutritional knowledge p value (0,117).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Remaja Putri di SMK Farmasi Bhumihusada Jakarta Tahun 2021: Faktors Associated with the Incidence of Primary Dysmenorrhoea in Young Women at the Bhumihusada Jakarta Pharmacy Vocational School In 2021 Dian Kholika Hamal; Firda Juliana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2391

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea primer adalah nyeri pada saat menstruasi yang biasanya dijumpai tanpa adanya kelainan pada alat-alat reproduksi wanita. Biasanya dismenorea primer dirasakan dengan gejala seperti mual, muntah, pusing serta nyeri pada bagian bawah perut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorea primer pada remaja putri di SMK Farmasi Bhumi Husada Jakarta tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 94. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner di google form. Hasil: Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sebanyak 77,7% remaja putri yang mengalami dismenorea primer. Sebanyak 56,4% dengan usia menarche tidak normal, 60,6% yang memiliki riwayat keluarga, dan 83% dengan kebiasaan olahraga tidak teratur, Hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia menarche, dan riwayat keluarga dengan kejadian dismenorea primer, sementara untuk kebiasaan olahraga tidak berhubungan dengan kejadian dismenorea primer. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian dismenorea primer.
Determinan Asi Eksklusif pada Ibu yang Memiliki Bayi Usia 7-24 Bulan di Bidan Praktik Mandiri Yulianti Kota Bekasi Tahun 2021: The Determinant of Exclusive Breastfeeding for Mothers who Have 7-24 Months Old Baby in Bekasi City at Yulianti’s Independent Midwifery Practice in 2021 Dian Kholika Hamal; Suci Wulandari Hanafi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2392

Abstract

Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik sebagai sumber zat gizi utama bagi bayi terutama di awal kelahirannya sampai usia 6 kemudian dilanjutkan sampai usia 2 tahun . Laporan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat (2019) Kota Bekasi menempati urutan paling bawah masalah pemberian ASI eksklusif (33,81%). Tujuan: Penelitian ini betujuan untuk mengetahui gambaran pemberian ASI eksklusif dan variabel lain yang berhubungan dengan faktor pemberian ASI eksklusif. Metode: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 142 sampel. Analisi bivariat menggunakan chi square dengan ɑ 0,05. Hasil: Hasil univariat pada penelitian ini menggambarkan (78,9%) ibu memberikan ASI eksklusif, (59,2%) ibu dengan pengetahuan baik, (90,8%) ibu dengan pendidikan tinggi, (62,0%) ibu bekerja, (66,2) ibu primipara, (67,7%) ibu melakukan Inisiasi Menyusu Dini/IMD, (56,3%) dengan dukungan tenaga kesehatan baik dan (70,4%) dengan dukungan suami baik. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pendidikan, IMD dan dukungan tenaga kesehatan (pvalue<0,05) dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan pengetahuan, paritas, pekerjaan dan dukungan suami tidak ada hubungan (pvalue≥0,05) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu, IMD dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI ekslusif.