Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Flashcard Sugar (Suku Kata Bergambar) sebagai Media Efektif untuk Menstimulasi Minat Membaca Awal Anak: The Use of Sugar Flashcards (Picture Syllables) as an Effective Media to Stimulate Children's Early Reading Interest BS, Efvelin
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2782

Abstract

The purpose of this research is to stimulate children's pre-reading interest using the Sugar Method or picture syllables so that it can improve reading skills and make children more enthusiastic and excited in reading various types of books. Using descriptive action research, because the research was carried out to solve problems related to the lack of pre-reading interest in children. The research was conducted over several semesters and involved students of Kiddy Care Tegal Kindergarten. Based on the data, the ability of literacy interest and understanding literacy of some students is low. Of the 13 students, 7 of them showed difficulty in understanding the pronunciation of consonants, vowels, syllables, and words. The results showed that there was a significant improvement in reading ability after using the Sugar Method. This proves that the Sugar Method is effective and efficient to use because the results of each cycle are increasing, namely cycle I and cycle II. This means that from before the action only 6 students were able to recognise the sound of letters or syllables and 7 students who still did not understand the pronunciation of letters or syllables. Whereas in cycle II all students were able to understand the pronunciation of letters or syllables. Based on the results of observations, it can be concluded that children's pre-reading interest using the Sugar Method increases because the Sugar Method is very easy and fun for children so that it can foster a love of reading.   ABSTRAK  Tujuan Penelitian ini adalah untuk menstimulasi minat membaca awal anak menggunakan Metode Sugar atau suku kata bergambar sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca serta membuat anak menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam membaca beraneka jenis buku. Menggunakan jenis penelitian deskriptif tindakan (action research), karena penelitian dilaksanakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan minimnya minat pra membaca pada anak. Penelitian dilakukan selama beberapa semester dan melibatkan siswa TK Kiddy Care Tegal. Berdasarkan data, kemampuan minat literasi maupun memahami keaksaraan beberapa siswa tergolong rendah. Dari 13 siswa, 7 siswa diantaranya menunjukkan kesulitan dalam memahami lafal atau pengucapan, baik huruf konsonan, vokal, maupun suku kata, dan kata. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca yang signitfikan setelah menggunakan Metode Sugar. Hal tersebut membuktikan Metode Sugar efektif dan efisien digunakan karena hasil setiap siklus yang meningkat, yaitu siklus I dan siklus II. Artinya dari sebelum tindakan hanya 6 siswa yang mampu mengenal bunyi huruf atau suku kata dan 7 siswa yang masih belum memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Sedangkan pada siklus II semua siswa sudah dapat memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa minat membaca awal anak dengan menggunakan Metode Sugar meningkat karena Metode Sugar sangat mudah serta menyenangkan bagi anak sehingga dapat menumbuhkan kegemaran membaca.
Penerapan Metode 3M (Mewarnai, Memotong, Menempel) untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Tunagrahita Ringan Kelas 3C SLB Manunggal Slawi Asvia, Amelia Zulfal; Muawanah, Faizah; Mustofa, Fajar Muzaki; Izzati, Ghina Rahma; BS, Efvelin
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1468

Abstract

Fine motor skills are an important aspect in the development of children with mild intellectual disabilities because they directly affect functional independence, basic academic abilities, and readiness to carry out daily activities. This study aims to describe the effectiveness of applying the 3M Method (Coloring, Cutting, Pasting) in improving the fine motor skills of mildly mentally disabled students in class 3C at SLB Manunggal Slawi. The study used a classroom action research (CAR) design with a descriptive qualitative approach conducted in two cycles. The research subjects consisted of six students in class 3C, while the teacher acted as a facilitator in each stage of the action. Data collection techniques included participatory observation and documentation of student work on each 3M activity. The results showed that in Cycle I, students began to show enthusiasm, but there were still various obstacles, such as inaccuracy when coloring outside the lines and a lack of precision when cutting patterns. After implementing strategic improvements and more intensive guidance in Cycle II, students' fine motor skills showed significant improvement. This was evident in neater coloring skills, improved cutting accuracy, and more focused and instruction-compliant pasting abilities. Thus, it can be concluded that the 3M Method has proven effective in stimulating eye-hand coordination, strengthening fine motor control, and gradually and systematically improving the fine motor skills of children with mild intellectual disabilities.
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Behaviour Pada Anak Tuna Grahita di SLB Manunggal Slawi Kamiludin; Kamal, M. Khilmi Izang; Nurjanah, Lita; Tsalitsa, Maela Rizka; BS, Efvelin
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan pembelajaran behavior pada anak tunagrahita sedang di kelas 3 C1 SLB Manunggal Slawi serta menganalisis respons siswa dan tantangan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek empat siswa tunagrahita sedang dari total delapan siswa dalam kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan survei, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan behavior pada anak tunagrahita sedang memerlukan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Siswa menunjukkan respons yang beragam terhadap stimulus pembelajaran, mulai dari mampu mengikuti instruksi, menolak kegiatan, hingga mengikuti dengan pemahaman yang berbeda. Tantangan utama yang ditemui guru meliputi keterbatasan komunikasi siswa, kemampuan memahami materi yang rendah, serta kecenderungan mudah lupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan behavior dapat membantu perkembangan perilaku belajar siswa apabila diterapkan secara konsisten, bertahap, dan disesuaikan dengan karakteristik individu. Penelitian ini merekomendasikan penerapan stimulasi yang berkelanjutan serta peningkatan sensitivitas guru dalam memahami gaya komunikasi dan kebutuhan belajar siswa tunagrahita sedang.
Upaya Penguatan Perilaku Positif dalam Melatih Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus Terutama pada Siswa Autisme di SLB Manunggal Slawi Andini, Nabila Puti; Millah, Nadiatul; Albab, Ulil; Nurhasan, Ali; BS, Efvelin
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1499

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan berbagai upaya penguatan perilaku positif yang digunakan untuk melatih kemandirian siswa berkebutuhan khusus, terutama anak dengan autisme di SLB Manunggal Slawi. Anak autisme kerap menghadapi hambatan dalam mengelola emosi, memahami aturan sosial, dan menyelesaikan aktivitas secara mandiri, sehingga dibutuhkan strategi reinforcement yang tepat guna membantu perkembangan kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan penguatan positif berupa pujian, token reward, serta pendekatan individual mampu meningkatkan perilaku adaptif dan mendukung tumbuhnya kemandirian siswa. Guru memiliki peran sentral dalam memberikan stimulus, menjaga konsistensi, serta memberikan dukungan emosional selama proses pembelajaran berlangsung.