Penelitian ini bertujuan menggambarkan berbagai upaya penguatan perilaku positif yang digunakan untuk melatih kemandirian siswa berkebutuhan khusus, terutama anak dengan autisme di SLB Manunggal Slawi. Anak autisme kerap menghadapi hambatan dalam mengelola emosi, memahami aturan sosial, dan menyelesaikan aktivitas secara mandiri, sehingga dibutuhkan strategi reinforcement yang tepat guna membantu perkembangan kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan penguatan positif berupa pujian, token reward, serta pendekatan individual mampu meningkatkan perilaku adaptif dan mendukung tumbuhnya kemandirian siswa. Guru memiliki peran sentral dalam memberikan stimulus, menjaga konsistensi, serta memberikan dukungan emosional selama proses pembelajaran berlangsung.
Copyrights © 2026