Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma air invasif yang melimpah dan sering dianggap sebagai limbah lingkungan, padahal memiliki kandungan serat selulosa tinggi yang berpotensi meningkatkan performa beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat eceng gondok terhadap sifat alir (flowability) dan sifat mekanik Self Compacting Concrete(SCC). Metode eksperimen laboratorium digunakan dengan variasi kadar serat eceng gondok sebesar 0%, 0,5%, 0,75%, dan 1% dari berat semen. Pengujian beton segar meliputi slump flow test, V-funnel test, dan L-box test mengacu pada standar EFNARC, sedangkan pengujian beton keras meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur pada umur 7 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat eceng gondok menurunkan nilai slump flow dari 700 mm (beton normal) menjadi 600–650 mm, serta meningkatkan waktu alir V-funnel hingga 12,48 detik pada kadar 0,5%. Meskipun demikian, seluruh variasi masih memenuhi kriteria EFNARC untuk filling ability, viscosity, dan passing ability. Pada pengujian mekanik, kuat tekan optimum umur 28 hari dicapai oleh variasi 0,5% sebesar 31,81 MPa, sedikit melampaui beton normal 31,44 MPa. Sebaliknya, kuat tarik belah dan lentur tertinggi tetap dihasilkan oleh beton normal, masing-masing 3,31 MPa dan 4,88 MPa. Penambahan serat di atas 0,5% cenderung menurunkan seluruh sifat mekanik secara signifikan, dengan penurunan kuat tekan hingga 33,68% pada kadar 1%. Disimpulkan bahwa penggunaan kadar serat 0,5% merupakan komposisi paling efektif dalam menjaga keseimbangan antara workability dan stabilitas kuat tekan, sekaligus menawarkan solusi potensial untuk pengelolaan limbah eceng gondok.