Generasi Z (Gen Z) dikenal sebagai generasi yang belum pernah merasakan dunia tanpa internet dan teknologi digital. Sebagai generasi yang paling terhubung secara digital, Gen Z berpikir, berinteraksi, dan bekerja secara berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Ciri- ciri Generasi Z seperti keterbukaan informasi, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan bekerja sama membuka peluang besar untuk membangun negara dengan ide-ide inovatif dan kreatif. Sebagai digital native, Gen Zmemiliki keterampilan teknis yang tinggi, dapat melakukan banyak tugas, dan beradaptasi terhadap perubahan. Meski identitas Gen Z memiliki banyak aspek positif, namun tidak dapat dipungkiri juga terdapat banyak aspek negatif yang perlu diperhatikan, terutama jika menyangkut nilai-nilai Pancasila. Terpaparnya informasi yang tidak disaring di media sosial dapat menimbulkan informasi negatif yang melanggar nilai- nilai luhur bangsa. Meski Generasi Z memiliki banyak potensi positif yang bisa dikembangkan, namun ada juga beberapa aspek negatif yang perlu diwaspadai, khususnya terkait nilai-nilai Pancasila. Penting bagi masyarakat, pendidik, dan pemerintah untuk bersama-sama menerapkan strategi collaborative governance yang efektif guna memastikan generasi ini mewujudkan nilai-nilai luhur dan pengembangan keterampilan yang menjadi landasan bangsa Indonesia. Hal ini memungkinkan mereka menjadi generasi teknologi, namun juga menjadi generasi pemimpin dalam hal budaya dan tradisi. Penggabungan nilai-nilai Pancasila hendaknya dilakukan dalam konteks, memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, dan mendorong partisipasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pembinaan Pancasila juga harus dikemas secara positif dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.