Setiawati, Ni Putu Ari
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Sutrisna, Wayan; Setiawati, Ni Putu Ari
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.902

Abstract

Kebijakan desentralisasi melalui pelaksanaan otonomi daerah telah mendekatkan pelayanan dan pembangunan nasional kepada masyarakat di daerah. Pemerintah daerah dianggap lebih mengetahui pos-pos belanja yang akan dialokasikan untuk menunjang kebutuhan-kebutuhan masyarakat sehingga proses pembanguanan yang dilaksanakan dapat menyentuh sendi kehidupan masyarakat. Pembangunan daerah yang dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif mulai proses perencanaan hingga evaluasi akan mampu mewujudkan tujuan secara optimal.  Pelaksanaan good governance dalam pengelolaan keuangan daerah dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai komponen utama dalam pembangunan. Proses penganggaran pembangunan yang melibatkan masyarakat dimulai dengan tahapan berupa pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada tingkat desa/kelurahan yang dilaksanakan secara terbuka. Usai Musrenbang pada tingkat desa/keluarahan dilanjutkan dengan Musrenbang pada tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten/kota serta provinsi.Penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan pemerintahan daerah diharapkan dapat mengarahkan pelaksanaan pembangunan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Tulisan ini mengkaji tentang implementasi prinsip-prinsip good governance pada pemerintahan daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pendekatan tulisan ini adalah studi literasi.
PEMBENTUKAN KARAKTER BERBASIS NILAI NILAI PANCASILA PADA GENERASI Z DARI PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE Setiawati, Ni Putu Ari; Wedakarna MWS, Shri IGN Arya; Sudiarkajaya, I Made; Kurniawan, I Gde Surya
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v7i2.1158

Abstract

Generasi Z (Gen Z) dikenal sebagai generasi yang belum pernah merasakan dunia tanpa internet dan teknologi digital. Sebagai generasi yang paling terhubung secara digital, Gen Z berpikir, berinteraksi, dan bekerja secara berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Ciri- ciri Generasi Z seperti keterbukaan informasi, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan bekerja sama membuka peluang besar untuk membangun negara dengan ide-ide inovatif dan kreatif. Sebagai digital native, Gen Zmemiliki keterampilan teknis yang tinggi, dapat melakukan banyak tugas, dan beradaptasi terhadap perubahan. Meski identitas Gen Z memiliki banyak aspek positif, namun tidak dapat dipungkiri juga terdapat banyak aspek negatif yang perlu diperhatikan, terutama jika menyangkut nilai-nilai Pancasila. Terpaparnya informasi yang tidak disaring di media sosial dapat menimbulkan informasi negatif yang melanggar nilai- nilai luhur bangsa. Meski Generasi Z memiliki banyak potensi positif yang bisa dikembangkan, namun ada juga beberapa aspek negatif yang perlu diwaspadai, khususnya terkait nilai-nilai Pancasila. Penting bagi masyarakat, pendidik, dan pemerintah untuk bersama-sama menerapkan strategi collaborative governance yang efektif guna memastikan generasi ini mewujudkan nilai-nilai luhur dan pengembangan keterampilan yang menjadi landasan bangsa Indonesia. Hal ini memungkinkan mereka menjadi generasi teknologi, namun juga menjadi generasi pemimpin dalam hal budaya dan tradisi. Penggabungan nilai-nilai Pancasila hendaknya dilakukan dalam konteks, memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, dan mendorong partisipasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pembinaan Pancasila juga harus dikemas secara positif dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda dalam Mewujudkan Pemilihan Umum (PEMILU) yang Berintegritas di Kota Denpasar Wikrama, Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima; Indriastuti, Regina Citra; Setiawati, Ni Putu Ari
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 8, No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v8i01.1234

Abstract

Generasi muda di perkirakan menjadi kelompok pemilih dengan proporsi yang sangat besar, di kota Denpasar sendiri mencapai 52% di pemilu 2024. Potensi itu harus dimaksimalkan negara sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia ditengah tantangan bonus demografi dalam kemajuan demokrasi Indonesia. Perbedaan latar belakang tingkat Pendidikan menjadi penyebab ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik termasuk aksesibilitas sumber daya informasi. Mendorong pada apatisme dan pragmatisme dikalangan pemuda. Minimnya Pendidikan tentang politik kewarganegaraan menjadi suatu dilema dan konsekuensinya logis, dimana negara ingin pemilu berkualitas. Jika kita lihat beberapa tahun belakang, minat tentang politik dikalangan generasi muda sangat minim, hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi terhadap pentingnya politik untuk kemajuan negara Indonesia. Dimana hal ini juga akan berpengaruh terhadap kualitas dumber daya manusia itu sendiri, yang dimaksud pada hal ini adalah generasi muda. Kata kunci: Pendidikan Politik, Pemilihan Umum, Generasi Manusia. Abstract –The millennial generation is estimated to be a voter group with a very large proportion, in the city of Denpasar itself reaching 52% in the 2024 elections. This potential must be maximized by the state as an effort to increase human resources amidst the challenges of the demographic bonus in the progress of Indonesian democracy. Differences in educational background levels are the cause of social, economic and political inequality, including the accessibility of information resources. Encouraging apathy and pragmatism among youth. The lack of education about civic politics is a dilemma and the consequences are logical, where the country wants quality elections. If we look at the past few years, interest in politics among the younger generation is very minimal, this is due to a lack of socialization regarding the importance of politics for the progress of the Indonesian state. Where this will also affect the quality of human resources themselves, what is meant by this is the younger generation
KOLABORASI KEPEMIMPINAN ADAT DAN PEMERINTAHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PROGRAM TPS-3R DI SANUR, BALI Setiawati, Ni Putu Ari
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.1259

Abstract

This research aims to analyze the strategies and roles of public sector leadership in managing government collaboration, focusing on a case study in Sanur, Bali. In the context of the increasing number of residents and tourists, waste management through 3R waste processing sites (reduce, reuse, and recycle) becomes crucial. The research method used is qualitative, with data collection through interviews, observations, and documentation studies. The research results show that effective leadership and collaboration between traditional leaders and local government play an important role in increasing community participation and the success of waste management programs. However, there are significant challenges, such as the lack of human resources and financial support that can hinder policy implementation. This research is expected to provide recommendations for policymakers to strengthen collaboration between the public sector and the community to achieve sustainable environmental management goals.
Penerapan Affixed Signature and Stamp pada Surat Keterangan Asal sebagai Mitigasi Kinerja Ekspor di Masa Pandemi Covid-19 Setiawati, Ni Putu Ari; Sutrisna, I Wayan
Jurnal Simki Economic Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jse.v7i1.562

Abstract

This research focuses on determining, implementing, factors that affect implementation and their implications for the export performance of Bali Province towards the G20 destination countries during the Covid-19 pandemic. The research method used is qualitative research. The informants used are from officials and exporters as policy implementers, as well as forwarders and carriers as implicated group targets. The questionnaire was distributed to 100 respondents, with 97 returned questionnaires. Based on the results of observations and interviews, it can be concluded that the establishment of the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 39 of 2020 as a mitigation response in minimizing the impact of the Covid-19 pandemic in the smooth flow of goods in export performance. The Bali Provincial Industry and Trade Office as the Issuing Agency of Certificate of Origin (SKA) and exporters jointly implemented the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 39 of 2020 by implementing the ASnS system in the original SKA issued, so that the efficiency of the SKA process can be improved, the smooth flow of goods can be increased, and export demand from G20 countries during the Covid-19 pandemic to Bali Province can be realized.