Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem informasi otomatisasi pembuatan paket soal dengan memperhatikan distribusi soal hots, mots, dan lots Kusuma, Hanif; Desinta, Kintan; 'Alam, Ghasa; Mustaqim, Maufthaudin
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i1.7328

Abstract

Pendidikan kejuruan memiliki tujuan agar siswa memperoleh pekerjaan dengan bekal keterampilan tertentu. Keberhasilan dalam bekerja tidaklah lepas dari kemampuan berfikir tingkat tinggi. Namun berdasarkan data dari OECD dengan instrumen PISA, Indonesia termasuk kategori rendah dalam kemampuan berfikir tingkat tinggi (tahun 2018 dan 2022). Dari dasar itulah tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan sistem informasi dengan fitur utama membuat kelompok soal dengan distribusi LOTS, MOTS, dan HOTS secara otomatis berdasarkan persentase yang dimasukkan oleh pengguna. Sehingga terbuatlah soal-soal dengan porsi LOTS, MOTS, dan HOTS yang ideal. Metode yang digunakan adalah Extreme Programming. Setelah prioritas fitur sudah ditentukan maka perlu membuat rancangan Use Case Diagram dan Class Diagram. Hasil dari rancangan tersebut kemudian dilakukan pengkodean memanfaatkan arsitektur MVC untuk mempercepat pengerjaan. Proses pengkodean menghasilkan suatu sistem informasi bank soal berbasis web. Hasil dari sistem informasi tersebut kemudian diuji menggunakan uji Black Box dan kemudian dinilai oleh para ahli menggunakan variabel Perceived Usefulness dan Ease to Use dalam model TAM. Hasil pengujian Black Box menyatakan sistem informasi berjalan 100% sebagaimana mestinya. Sedangkan hasil dari penilaian para ahli (3 guru) secara keseluruhan menyatakan bahwa sistem informasi termasuk kategori layak digunakan.
Study on the decline of wildlife population in nature due to illegal breeding and hunting: Implications for biodiversity conservation Rianzar, Muhammad; Kusuma, Hanif
Bioculture Journal Vol. 2 No. 2: January (2025)
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/bioculture.v2i2.2025.1494

Abstract

Background: Poaching of wildlife, including protected species, is on the rise, partly due to increased demand in the world market. Therefore, this journal aims to examine the problems faced by Indonesia in dealing with wildlife trade crimes that still occur frequently, as well as the implementation of Law Number 5 of 1990 related to law enforcement for wildlife protection in Indonesia. Methods: The research method used is qualitative, by collecting data from books, articles, news, and journals. The analysis involved theories, concepts, legal principles, and regulations in the Act, as well as related case studies in Indonesia. Findings: The results show that although Indonesia has Law No. 5 of 1990, it is still lacking in effectiveness in reducing poaching and trade of wild and protected animals. Law enforcement officials and related agencies face various problems in the implementation of law enforcement. Community involvement in the endangered species trade is a key driver of the illegal keeping trend in Indonesia. Conclusion: The rate of prosecutions and convictions of illegal keepers remains low, creating inequalities in sentencing and giving the impression that the risks of this illegality are relatively low compared to the financial gains possible. Novelty/Originality of this article: This article highlights that collaboration between the government, communities and non-governmental organizations can provide additional support in conservation efforts and handling illegal cases.