Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP PENILAIAN PORTOFOLIO BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN PAI Nisrofah, Siti
Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Maret
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/rjpai.v5i1.11861

Abstract

Penilaian portofolio seringkali tidak terlalu bermakna, bahkan jarang digunakan dalam proses pembelajaran PAI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat konsep penilaian portofolio berbasis multiple intelligence dalam pembelajaran PAI agar dapat memetakan potensi siswa berdasarkan kecerdasannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis informasi tentang topik penelitian melalui berbagai literatur relevan seperti buku dan artikel jurnal. Teknik analisis yang digunakan melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep penilaian portofolio berbasis multiple intelligence dalam pembelajaran PAI dilakukan melalui kesepakatan antara guru dan siswa mulai dari rencana, pelaksanaan, evaluasi, hingga pemetaan potensi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penilaian portofolio berbasis multiple intelligence dalam pembelajaran PAI menitikberatkan pada proses pengorganisasian dokumen hasil belajar secara terstruktur melalui proyek berbasis multiple intelligence.
Examining the Influence of Permissive Parenting on Student Motivation for Learning Nisrofah, Siti
Tadibia Islamika: Journal of Holistic Islamic Education Vol 3 No 1 (2023): Tadibia Islamika: Journal of Holistic Islamic Education, May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/tadibia.v3i1.346

Abstract

The repercussions of permissive parenting practices often elude caregivers, as they grapple with work-related demands that sometimes lead them to delegate their children's education entirely to the school. Permissive parenting, characterized by granting substantial freedom with minimal supervision, can result in children growing up with diminished motivation to learn. This issue necessitates a deeper exploration through literature review to shed light on the extent of the impact of permissive parenting practices on children's motivation for learning. This research adopts a qualitative approach, employing a case study research design, and draws on insights from teachers, students, and student guardians at SDN 08 Purwoharjo. Data collection methods involve observation and interviews, while analysis encompasses three stages: data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal instances of permissive parenting practices among students at SDN 08 Purwoharjo, influenced by various factors including economic challenges and parental educational backgrounds. The consequence of permissive parenting manifests as diminished student motivation for learning at the school, resulting in apathy, neglect of assignments and teacher instructions, disrespect for others, social and academic adaptation difficulties, a lack of enthusiasm for learning, and weakened self-control.
PEMOTONGAN DAN PELUKAAN GENITALIA PEREMPUAN (P2GP): Sebuah Tinjauan Multidisipliner Nisrofah, Siti
Usrotuna: Journal of Islamic Family Law Vol. 1 No. 1 (2024): Usrotuna: Journal of Islamic Family Law
Publisher : Taskuliah Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The practice of Female Genital Genital Mutilation and Cutting (P2GP) or often called female circumcision is common in Indonesia as well as other Muslim regions such as Africa and Egypt. The community believes that female circumcision is part of the Islamic law which aims to stabilize women's desire. In addition, the tradition factor is a strong reason for the perpetuation of the practice of female circumcision until now. This study aims to describe the practice of Female Genitalia Cutting and Injury (P2GP) in a multiperspective perspective. This research belongs to the type of qualitative research through descriptive analysis. Data collection was carried out by searching literature and literature sources relevant to the research topic. Data analysis is carried out by examining the information obtained through an interconnection approach, then providing arguments in accordance with the discussion to draw conclusions. The results of this study show that Female Genitalia Cutting and Injury (P2GP) does not have a strong naqli argument. Historically, female circumcision is an ancient Egyptian tradition full of myths of gender injustice, while in medical and psychological views, female circumcision can cause reproductive disorders, loss of sexual pleasure, and prolonged trauma. This is corroborated by several contemporary scholars who agree to prohibit the practice of Cutting and Injuring Female Genitalia (P2GP), even if the mafsadat is too high, they do not hesitate to forbid it. Abstrak Praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) atau yang sering disebut khitan perempuan banyak terjadi di Indonesia serta kawasan muslim lainnya seperti Afrika dan Mesir. Masyarakat meyakini bahwa Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) adalah bagian dari syariat Islam yang bertujuan untuk menstabilkan syahwat perempuan. Selain itu, faktor tradisi menjadi alasan kuat atas dilanggengkannya praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) dalam kacamata multiperspektif. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif melalui analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan penelusuran literatur dan sumber kepustakaan yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan menelaah informasi yang diperoleh melalui pendekatan interkoneksi, kemudian memberikan argumen yang sesuai dengan pembahasan untuk ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) tidak memiliki dalil naqli yang kuat. Secara historis, Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) adalah tradisi Mesir kuno yang penuh dengan mitos ketidakadilan gender, sedangkan dalam pandangan medis dan psikologis, Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) dapat menyebabkan gangguan reproduksi, hilangnya kenikmatan seks, dan trauma yang berkepanjangan. Hal tersebut dikuatkan dengan beberapa ulama kontemporer yang bersepakat untuk melarang praktik Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP), bahkan jika mafsadatnya terlalu tinggi maka tidak segan untuk mengharamkannya.