Ayu Nuari, Ris
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan Metode DPPH dan METODE ABTS Ayu Nuari, Ris; Azrul Zuniarto, Ahmad; Putri Maulida, Rachma
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan antioksidan, salah satu zat yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan metode DPPH dan ABTS, untuk mengetahui pada konsentrasi berapa aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) yang paling baik dan untuk mengetahui apakah gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memenuhi persyaratan dan stabil dalam penyimpanan. Kulit Jeruk Nipis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian dibuat sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak 10%, 12,5%, 15% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan metode ABTS menggunakan spektrofotometri UV-Vis serta stabilitas fisiknya dengan metode Cycling Test selama 6 siklus atau 12 hari. Hasil uji aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 72,25 ppm ; 67,401 ppm ; 67,647 ppm ; 73,772 ppm. Dan hasil pada metode ABTS menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 79,378 ppm ; 38,721 ppm ; 35,153 ppm ; 44,304 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak kulit Jeruk Nipis memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan Metode ABTS, Ketiga konsentrasi Gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan metode DPPH dan metode ABTS, dan hasil uji stabilitas gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan berbagai parameter uji (uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji sineresis) menunjukkan bahwa semua formulasi pada suhu dan waktu tertentu.
Pengaruh Efek Samping Obat Anastesi terhadap Pasien Post Operasi Caesar di Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon Azrul Zuniarto, Ahmad; Ayu Nuari, Ris; Nuryana,, Nuryana
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh efek samping obat anastesi terhadap pasien post operasi Caesar di rumah sakit Sumber Kasih Cirebon. Anestesi yang sering digunakan yaitu propofol injeksi dan bupivacaine injeksi yang memiliki efek samping mual dan muntah, mengigil, pusing, sakit kepala, dan nyeri punggung. Pengaruh efek samping obat anastesi spinal ditentukan setelah pasien menjalani operasi caesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek samping terhadap masing-masing obat dan membandingkan mana yang lebih banyak memberikan efek samping antara propofol injeksi dan bupivacaine injeksi. Penelitian dilakukan dengan uji klinik tersamar ganda pada 224 pasien terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok 1 bulan September 2019 sampai bulan Oktober 2019 dan kelompok 2 mulai bulan November sampai bulan Desember 2019 Dalam masing-masing kelompok tersebut di kategorikan pada pasien yang berusia 18–30 tahun dan pasien yang berusia 31– 40 tahun. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilakukan uji T dengan tingkat kepercayaan 95% dan dianggap bermakna bila p<0,05. Hasil penelitian didapatkan pada obat propofol injeksi dan bupivacaine injeksi bulan September 2019 sampai bulan Oktober 2019 terbanyak pada efek samping mual dan muntah yaitu timbul rasa mual atau muntah yang menggunakan propofol injeksi 62,5% dan bupivacaine injeksi sebanyak 70,5%%. Data perbandingan efek samping obat anastesi propofol injeksi dan bupivacaine injeksi bulan November 2019 sampai bulan Desember 2019 yaitu timbul rasa mual atau muntah yang menggunakan propofol injeksi sebanyak 44,6% dan bupivacaine injeksi sebanyak 99,1%. Kesimpulan penelitian ini adalah efek samping terbanyak pada obat anastesi propofol injeksi dan bupivacaine injeksi yaitu mual dan muntah dan yang terbanyak mengalami efek samping tersebut terjadi pada penggunaan obat bupivacaine injeksi.