Penyalahgunaan narkotika yang sudah menjadi permasalahan yang sangat memprihatikan selama beberapa tahun terakhir. Banyak upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba, salah satunya dengan rehabilitasi. Namun tidak sedikit pecandu narkoba yang mengalami kekambuhan setelah menjalani rehabilitasi karena tidak mampu menyesuaian diri dengan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Bagaimana Gambaran Penyesuaian Diri pada Pecandu Narkoba yang Telah Menyelesaikan Rehabilitasi Therapeutic Community di Yayasan Karunia Insani. Penelitian ini dikaji menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur yang dilakukan pada 2 orang responden yang merupakan pecandu narkoba yang telah menyelesaikan Therapeutic Community. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Kemudian untuk pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dilakukanlah Triangulasi Sumber. Adapun hasil yang diperoleh menggambarkan bahwa subjek telah menunjukkan penyesuaian diri yang positif, ditandai dengan subjek yang mampu mengatasi ketegangan emosional yang dialaminya, mampu mengatasi frustasi yang dialaminya, berpikir lebih rasional dan hati-hati, mampu belajar dari arahan yang diberikan, serta mampu menerima dan menjadikan pengalamannya ketika menjadi pecandu narkoba sebagai bagian dari kehidupannya dalam mencari jati diri dan merupakan peristiwa yang memberikan banyak pengajaran kepada subjek, sehingga kemungkinan subjek untuk mengalami kekambuhan sangat rendah.