Mustafa, Ayu Resky
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Terhadap Kesiapan Menarche Pada Remaja Putri Awal di SMP 53 Palembang Mustafa, Ayu Resky; Maryani, Maryani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49547

Abstract

Menarche atau menstruasi pertama merupakan tahap penting dalam perkembangan remaja putri. Kesiapan menarche sangat dipengaruhi oleh pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Pengetahuan yang kurang dapat menimbulkan kecemasan dan kesalahpahaman, sehingga perlu diteliti hubungan antara pengetahuan dan kesiapan menarche pada remaja putri awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan Kesehatan reproduksi terhadap kesiapan menarche pada remaja putri awal di SMP 53 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri awal di SMP 53 Palembang dengan sampel sebanyak 45 siswi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan Kesehatan reproduksi yang "cukup" (42.2%) dan "baik" (37.8%). Sementara itu, tingkat kesiapan menarche mayoritas berada pada kategori "cukup siap" (42.2%) dan "siap" (31.1%). Berdasarkan uji bivariat, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan Kesehatan reproduksi dengan kesiapan menarche pada remaja putri awal (p-value < 0.05). Mayoritas remaja dengan pengetahuan baik juga menunjukkan kesiapan menarche yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan Kesehatan reproduksi dengan kesiapan menarche pada remaja putri awal di SMP 53 Palembang. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki, semakin tinggi tingkat kesiapan remaja dalam menghadapi menarche.
Hubungan Usia, Paritas, Tingkat Hipermesis Gravidarum dengan Lama Perawatan Pasien Hiperemesis Gravidarum di RS Amanda Cikarang Novitasari, Dika; Mustafa, Ayu Resky
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 14 No 03 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v14i03.3116

Abstract

Hiperemesis gravidarum mencapai 2,5% dari semua kehamilan. Dampak yang ditimbulkan apabila tidak segera ditangani secara medis dapat terjadinya penurunan berat badan, ketidakseimbangan elektrolit serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan terhambat sehingga berdampak pada lamanya perawatan. Beberapa faktor penyebabnya yaitu umur, paritas dan tingkat hiperemesis gravidarum. RS Amanda Cikarang Bekasi Jawa Barat menunjukkan 31, 6% ibu hamil yang dirawat dengan hiperemesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan usia, paritas, tingkat hipermesis gravidarum dengan lama perawatan pasien hiperemesis gravidarum di RS Amanda Cikarang. Analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah bu hamil yang mengalami hiperemesi gravidarum sebanyak 58 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data merupakan data sekunder dianalisis menggunakan uji chi square. Analisis univariat diketahui sebagian besar ibu hamil dengan usia berisiko rendah 84,5%, paritas berisiko rendah 51,7%, hiperemisis gravidarum tingkat sedang 62,1%, dan lama perawatan pasien hiperemesis gravidarum ≤ 3 hari 69,0%. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara usia (p value = 0,002), paritas (p value = 0,001), dan tingkat hiperemisis gravidarum (p value = 0,000) dengan lama perawatan. Usia, paritas dan tingkat hiperemisis gravidarum berhubungan dengan lama perawatan
Hubungan Lama Persalinan Kala II dengan Kejadian Asfiksia di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023 Fitriani, Sholeha; Mustafa, Ayu Resky
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 14 No 03 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v14i03.3117

Abstract

Partus lama dapat menyebabkan hipoksia pada janin, dimana hipoksia janin dapat menyebabkan asfiksia neonatorum. Berdasarkan data di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkal Pinang pada tahun 2022 ditemukan 5 bayi baru lahir meninggal akibat asfiksia dimana 3 diantaranya dengan persalinan kala II lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama persalinan kala II dengan kejadian asfiksia di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung tahun 2023. Analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung tahun 2023 sebanyak 92responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data merupakan data sekunder dianalisis menggunakan uji chi square. Analisis univariat diketahui sebagian besar bayi dengan lama persalinan kala II normal sebanyak 71,7%, tidak mengalami kejadian asfiksia sebanyak 81,5%. Hasil analisis bivariat adahubungan antara lama persalinan kala II dengan kejadian asfiksia dengan nilai p value = 0,000. Hasil menunjukkan Lama persalinan kala II berhubungan dengan kejadian asfiksia
Edukasi Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita Sukmawati, Sukmawati; Fauzi, Achmad; Mustafa, Ayu Resky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14079

Abstract

ABSTRAK Balita merupakan anak yang rentan terdampak infeksi, karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal dan kuat. Sistem kekebalan tubuh anak balita harus dijaga dengan baik untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangannya. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan gizi seimbang seperti pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak sebagai salah satu peningkatan sistem kekebalan tubuhnya. Pemberian makanan tambahan (PMT) pada anak balita dilakukan sebagai strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi agar kasus gizi dapat ditekan. Masalah gizi pada anak balita dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan kecerdasan anak, serta juga menyebabkan rendahnya produktivitas anak. Pemberian makanan tambahan (PMT) adalah program intervensi bagi balita yang menderita gizi kurang yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak dan untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengkajian komprehensif kepada ibu-ibu di Kompleks Hunian tetap penyintas gunung semeru Desa Sumberwuluh Kabupaten Lumajang. Kegiatan PkM ini menggunakan pendekatan intervensi kebidanan berbasis edukasi (educative-based midwifey intervention) yang terdiri dari beberapa sesi yaitu sesi edukasi, role-play dan bedside teaching praktik dan sesi diskusi. Analisa data dilakukan menggunakan metode analisis kuantitatif one group pre-post-test design dengan menggunakan paired t-test. Hasil PkM ini menunjukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap pembuatan makanan tambahan makanan balita yang bergizi. Peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan keberhasilan pendekatan intervensi kebidanan berbasis edukasi dalam pengabdian masyarakat untuk pengaplikasian dalam praktik. Kata Kunci: Edukasi, Makanan Tambahan, Balita  ABSTRACT Balita is a child vulnerable to infection, because of an unoptimal and strong immune system. The immune system of a young child must be properlyined to support its growth and development. The role of the parent is crucial in providing balanced nutrition such as supplementary feeding (PMT) to the child as one of the enhancement of his immune system. The provision of supplementary food (PMT) to young children is carried out as a complementary strategy in addressing nutritional problems so that nutritional cases can be suppressed. Nutrition problems in young children can affect the child's cognitive abilities and intelligence, as well as lead to low child productivity. Supplementary feeding (PMT) is an intervention program for young people suffering from malnutrition aimed at improving the child's nutritional status and addressing the malnourishment that occurs in the youth age group. PkM is aimed at providing comprehensive evaluation training to mothers in the Hunian Complex permanently crossing the mountains of semeru Resources Village of Lumajang District This pkM activity uses an educative-based midwifey intervention approach consisting of several sessions namely educational sessions, role-play and bedside teaching practices and discussion sessions. Data analysis is performed using the quantitative analysis method one group pre-post-test design using paired t-test. This PkM result demonstrates an improvement in the knowledge and skills of the participants towards the creation of nutritional food supplements. Significant improvements in knowledge and skill of participants show the success of the educational-based maternity intervention approach in community service for application in practice. Keywords: Education, Supplements, Balita