Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOSAINS (MAKANAN TRADISIONAL) UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Aramynta, Delse Anindya Diva; Muqorobiin, Miftahhul
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran abad 21 memberikan paradigma baru dalam dunia pendidikan dimana dapat menciptakan tantangan dan peluang untuk menghadapi dinamika global yang terus berkembang. Untuk dapat menghadapi perkembangan dinamika global yang semakin pesat, setiap individu harus memiliki keterampilan abad 21 salah satunya adalah keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Kemampuan berpikir kritis peserta didik di Indonesia masih tergolong dalam kategori rendah dibuktikan oleh penelitian terdahulu. Kemampuan berpikir kritis yang rendah ini salah satunya disebabkan karena desain pembelajaran yang tidak sesuai. Ini merupakan artikel konseptual yang bertujuan untuk mengetahui Problem Based Learning berbasis etnosains melalui makanan tradisional sebagai upaya untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi IPA. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning berbasis etnosains dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis pesera didik. Hal ini dikarenakan bahwa pada Problem Based Learning yang disisipkan pengetahuan kearifan lokal (etnosains) terdapat sintaks yang dapat memberikan rangsangan pada peserta didik untuk berpikir kritis.
UTILIZATION OF COFFEE HUSK WASTE INTO BRIQUETTES AS AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY ALTERNATIVE ENERGY SOURCE IN NGAREANAK VILLAGE M. Burhan Rubai Wijaya; Muqorobiin, Miftahhul; Sevira Naza Anatasya; Syafira Prameswari Ardhani
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v23i3.517

Abstract

In Ngareanak Village, Singorojo Sub-district, Kendal Regency, most coffee husk waste remains unused, often piled up or burned, causing potential environmental pollution. Through a community service program, the GIAT KKN UNNES 12 team introduced the utilization of coffee husk waste into briquettes as an eco-friendly alternative energy source. The activities included surveys, experiments, and training for local communities. Results showed that the PKK women’s group successfully produced briquettes with high calorific value, stable combustion, and low ash residue. This innovation is expected to enhance community skills and create opportunities in renewable energy-based enterprises.