Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI BRIKET SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA NGAREANAK M. Burhan Rubai WIjaya; Miftahhul Muqorobiin; citra, Sevira Naza Anatasya; Syafira Prameswari Ardhani
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v23i3.516

Abstract

Limbah kulit kopi di Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, sebagian besar belum dimanfaatkan dan cenderung menumpuk atau dibakar sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Melalui program pengabdian masyarakat, Tim GIAT KKN UNNES 12 memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Kegiatan meliputi survei, percobaan pembuatan, serta pelatihan kepada masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa kelompok Ibu PKK mampu memproduksi briket dengan nilai kalor tinggi, nyala stabil, dan residu rendah. Inovasi ini berpotensi meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha energi
UTILIZATION OF COFFEE HUSK WASTE INTO BRIQUETTES AS AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY ALTERNATIVE ENERGY SOURCE IN NGAREANAK VILLAGE M. Burhan Rubai Wijaya; Muqorobiin, Miftahhul; Sevira Naza Anatasya; Syafira Prameswari Ardhani
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v23i3.517

Abstract

In Ngareanak Village, Singorojo Sub-district, Kendal Regency, most coffee husk waste remains unused, often piled up or burned, causing potential environmental pollution. Through a community service program, the GIAT KKN UNNES 12 team introduced the utilization of coffee husk waste into briquettes as an eco-friendly alternative energy source. The activities included surveys, experiments, and training for local communities. Results showed that the PKK women’s group successfully produced briquettes with high calorific value, stable combustion, and low ash residue. This innovation is expected to enhance community skills and create opportunities in renewable energy-based enterprises.
Performance and Emission Analysis of Motorcycles Using Pertalite-Methanol Fuel Blends Lutanto, Agus; M. Burhan Rubai Wijaya; Hadromi
Multidisciplinary Innovations and Research in Applied Engineering Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Inovasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70935/vv71xa86

Abstract

The increasing use of motorcycles necessitates the development of more efficient and environmentally friendly fuel alternatives. This study examines the effect of mixing methanol with pertalite fuel on engine performance and exhaust emissions in carburetor motorcycles. The fuel variations tested include M0, M5, M10, M15, M20, and M25. Performance testing was conducted using a dynotest, while exhaust emissions were measured with an emission gas analyzer. The results indicate that M25 produces the highest torque and power output, particularly in the 2500–8500 rpm range. Additionally, M25 significantly reduces HC and CO emissions, with HC at 108.33 ppm vol and CO at 0.19% vol, compared to M0. The findings suggest that methanol-enhanced fuel improves combustion efficiency, enhances engine performance, and lowers emissions. Thus, methanol-pertalite blends offer a promising alternative for improving carburetor motorcycle performance while reducing environmental impact.
Pengaruh Penggunaan Catalytic Converter Berbahan Alumunium Dengan Variasi Penggunaan Bahan Bakar Terhadap Emisi Gas Buang Mesin Bensin Sepeda Motor 125cc Dimas Kaisar Abu Bakar; M. Burhan Rubai Wijaya
Automotive Science and Education Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Automotive Science and Education Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi kinerja katalis karbon aktif dengan katalis tembaga untuk menurunkan emisi gas buang sepeda motor 125 cc. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan eksperimen tentang penggunaan katalis berbahan alumunium dengan variasi bahan bakar yang digunakan pada knalpot sepeda motor 125 cc. Penelitian ini menggunakan jenis alumunium alloy dengan kode AA 6061 dan tipe T6-6061 dengan variasi bahan bakar. Pengujian emisi dengan alat Gas Analyzer QRO-402 untuk mengukur emisi gas buang. Hasil penelitian menujukkan penggunaan katalis alumunium yang berlubang mampu menurunkan emisi CO dan HC. Penurunan emisi gas buang menggunakan katalis standar berbahan bakar pertamax pada putaran mesin idle 2000 rpm gas CO turun 17,9% dan gas HC turun 12,5%. Penurunan emisi gas buang juga terjadi pada penggunaan katalis alumunium berbahan pertamax pada putaran mesin idle 2000 rpm gas CO turun 25%, gas HC turun 11%. Penurunan emisi gas CO dan HC terbaik menggunakan katalis alumunium berbahan bakar pertamax pada putaran mesin idle 2000 rpm dengan selisih gas CO 39,2%. Penurunan emisi gas HC terbaik menggunakan katalis alumunium berbahan bakar pertamax pada putaran mesin 2000 rpm dengan selisih gas HC 30%. Penggunaan katalis alumunium terbukti mampu menurunkan emisi gas buang CO dan HC. Sesuai keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2023 dan baku mutu kebisingan yang telah ditetapkan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.56 tahun 2019.
Pengaruh Penggunaan Katalis Arang Kayu Kelengkeng Terhadap Emisi Gas Buang Sepeda Motor 125 cc RAMADHAN ULLIL AMMRI; M. Burhan Rubai Wijaya
Automotive Science and Education Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Automotive Science and Education Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri otomotif sangat pesat dan menyebabkan adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi gas buang terutama di wilayah perkotaan yang meningkat secara pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi kinerja katalis karbon aktif dengan katalis arang kayu kelengkeng untuk menurunkan emisi gas buang sepeda motor 125 cc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode penelitian eksperimen tentang penggunaan katalis berbahan arang kayu kelengkeng dengan mesh 40 dan mesh 60 dan menggunakan bahan bakar pertalite dan pertamax pada motor 125 cc. Pengujian emisi dengan alat Gas Analyzer QRO-402 untuk mengukur emisi gas buang. Hasil penelitian menujukkan penggunaan katalis arang kayu kelengkeng yang memiliki lubang sebanyak 32 mampu menurunkan emisi CO dan HC. Penggunaan arang kayu kelengkeng sebagai katalis dengan ukuran ayakan 40 dan 60 mesh mampu menurunkan emisi CO pada motor 125 CC, dengan penurunan tertinggi 62,35% terjadi pada katalis 60 mesh menggunakan bahan bakar Pertamax pada 2500 rpm, karena ukuran ayakan yang lebih halus meningkatkan reaktivitas dan efektivitas dalam mengurangi emisi CO. Katalis arang kayu kelengkeng efektif menurunkan emisi HC, dengan penurunan tertinggi 48,06% pada katalis 60 mesh menggunakan bahan bakar Pertalite pada 2500 rpm. Secara umum, ayakan 60 mesh lebih efektif dibanding 40 mesh, terutama pada putaran mesin tinggi dan bahan bakar oktan rendah. Katalis arang kayu kelengkeng, terutama ayakan 60 mesh, lebih efektif daripada katalis standar dalam mengurangi emisi CO dan HC, dengan selisih penurunan CO sebesar 7–15% dan HC 1,44–17,83% tergantung bahan bakar dan putaran mesin, menunjukkan potensi sebagai alternatif ramah lingkungan dan efisien untuk pengurangan emisi kendaraan. Pemanfaatan katalis dari arang kayu kelengkeng telah terbukti efektif dalam mengurangi emisi gas buang CO dan HC, sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2023 serta standar baku mutu kebisingan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.56 Tahun 2019.