Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemikiran Ekonomi Islam Tentang Larangan Ihtikar (Penimbunan), Kelangkaan Barang, dan Dampaknya terhadap Stabilitas Harga di Pasar Modern Nasution, Eza Okhy Awalia Br; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6212

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran ekonomi Islam mengenai larangan praktik ihtikar (penimbunan barang), fenomena kelangkaan barang, serta dampaknya terhadap stabilitas harga dalam pasar modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis yang menjadi landasan normatif dalam ekonomi Islam, serta sumber sekunder berupa kitab-kitab pemikiran ekonomi Islam klasik dan kontemporer, buku ekonomi syariah, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik ihtikar merupakan bentuk distorsi pasar yang dilarang dalam ekonomi Islam karena dapat menyebabkan kelangkaan barang secara tidak alami, memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, serta mendorong kenaikan harga secara tidak wajar. Larangan ihtikar dalam Islam bertujuan untuk menjaga prinsip keadilan ekonomi, menjamin kelancaran distribusi barang, dan menciptakan stabilitas harga yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Selain itu, ekonomi Islam menekankan pentingnya terciptanya mekanisme pasar yang sehat dan transparan, serta menegaskan peran negara dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pasar guna mencegah praktik penimbunan dan manipulasi harga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi dinamika pasar modern, khususnya dalam mengatasi praktik monopoli, penimbunan barang, dan ketidakstabilan harga. Implementasi nilai-nilai ekonomi Islam dapat menjadi alternatif solusi dalam menciptakan sistem pasar yang adil, stabil, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.