Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Sosiologi Terhadap Konflik Antar Umat Beragama Al Fiqri, Haikal
SOSIOLOGIA : Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Sosiologia : Jurnal Agama dan Masyarakat
Publisher : IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/sosiologia.v2i2.9251

Abstract

Religion is one of the important things in human life. The provisions and laws in religion bind its adherents to act in accordance with the guidelines that have been set. All religions in the world coexist in a frame of tolerance to create a safe and peaceful life. However, there are still many conflicts between religious communities in certain areas. One way to solve the problem is with a sociological approach. This researcher uses descriptive-analysis of library research. The results of this study indicate that conflicts between religions occur because of anthropocentrism in religion, stereotypes of religion, understanding of the religion they adhere to. lack of religious understanding of other religions. So that they consider other religions only as negative knowledge. So that the efforts that need to be made are to open communication and dialogue with adherents of other religions to build a developed, just, prosperous country with religious integrity.
Peran Mahasiswa KIP-K Dalam Pemberdayaan Agrowisata Bukit Sege Indah (BSI) BUMDes Adisana Melalui Program Sustainable Development Goals (SDGs) Al Fiqri, Haikal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1792

Abstract

Di negara PBB sendiri telah menyusun program terkait pembangunan yang berkelanjutan untuk negara-negara di dunia pada tahun 2030. Rancangan program tersebut mencakup 17 tujuan, beberapa diantaranya adalah quality education (pendidikan berkualitas) dan economic growth (pertumbuhan ekonomi). Dalam segi pendidikan di Indonesia sendiri telah melalukakan beberapa program dan akses kemudahan berupa menyediakan SKB atau PKB bagi masyarakat yang tertinggal menempuh pendidikanya baik SD, SMP, maupun SMA. Sedangkan di bidang ekonomi memberdayakan rakyat melalui program ekonomi kreatif serta pengembangan bidang sektor pariwisata. Salah satu industri pariwisata yang sedang diberdayakan yakni Agrowisata Bukit Sege Indah berlokasi di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Saat ini sedang mengalami beberapa problematika yakni menurunya pengunjung dari tahun ke tahun dan tentunya disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah promosi media sosial yang kurang serta perlunya perbaikan dibeberapa fasilitasnya. Pengabdian oleh mahasiswa telah berupaya membangkitkan kembali citra Agrowisata BSI. Akan tetapi, masih perlu adanya beberapa hal yang setidaknya mampu menjawab peroblematika terkait menurunya jumlah pengunjung dari tahun ke tahun. Pemerintah Desa Adisana telah melakukan pula beberapa upaya sepeti menitikan beberapa rangkaian kegiatan desa di lokasi wisata sebagai bagian menghidupkan kembali esksistensi BSI. Namun, dari beberapa keterangan yang penulis dapatkan menyimpulkan bahwa masih perlu beberapa yang harus dibenahi untuk dapat mempertahankan eksistensi BSI (Bukit Sege Indah) serta pemberdayaan masyarakat yang dirasa masih kurang maupun pengelola dari agrowisata tersebut. Sedangkan promosi melalui postingan di platform online sangat minim sekali. Dalam hal ini beberapa saran yang muncul dalam benak penulis yakni melakukan perbaikan di bidang fasilitas umum seperti akses menuju wisata, musholla, swafoto, maupun penambahan beberapa destinasi di dalamnya agar tidak monoton. Dalam bidang promosi dengan cara membuat konten yang berkualitas dan menarik, brand awwarness, serta memperhatikan sasaran audiens, waktu postingan, dan komunikasi interaktif di medsos.  
Etika Remaja dalam Membelanjakan Harta Pada Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaily Al Fiqri, Haikal
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.670

Abstract

Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia diberikan akal untuk dapat berfikir terhadap nikmat dan ciptaan yang telah diberikan kepadanya. Sebagaimana disebutkan dalam Qs. ali-Imran (3) ayat 190, yang menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT. bagi kaum yang berakal. Selain itu, manusia juga harus selalu menjaga dan mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah berikan, agar nantinya tidak mengkufuri pemberianya. Salah satu nikmat tersebut adalah harta, yang merupakan amanah atau titipan dan nantinya kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas penggunaanya. Harta bukan semata-mata digunakan, lalu habis dalam sekejap. Tetapi, walaupun harta terkesan nikmat tetap ada aturan dalam menggunakanya. Sebab, dalam Islam sendiri dibalik pemberian dari Sang Pencipta, pasti ada hikmah yang ingin disampaikan sebagai bekal manusia dalam menghadapi tantangan dan kerasnya zaman, terlebih soal fitnah. Nah, di era sekarang yang merupakan masa dimana teknologi semakin berkembang dan canggih, para pemuda mendapatkan kemudahan dalam akses berbelanja. Mirisnya, dengan adanya digital marketing atau berbelanja secara online membuat remaja bersikap konsumtif dalam pembelanjaan harta. Padahal budaya konsumtif merupakan cerminan dari sikap pemborosan atau ”tabdziir" yang jelas dilarang dalam Qs. (17) ayat 27. Serta, perintah untuk menafkahkan harta dengan adil, yakni dengan menginfakanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir, disebutkan dalam Qs. (25) ayat 67. Pada akhirnya, muncul beberapa akibat dari sikap remaja yang terkesan melanggar norma agama dalam membelanjakan harta yang akan kita bahas pada jurnal kali ini. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research), yakni berdasarkan persentase dan data yang dikemukakan oleh media sosial. Dalam jurnal ini menggunakan tafsir al-Munir yang dianggap mampu untuk menjelaskan setiap ayat dalam Al-Qur'an. Pada akhirnya, didapatlah sebuah kesimpulan bahwasanya sikap remaja sekarang terkesan konsumtif dengan adanya digital marketing, serta mirisnya kaum remaja yang belum dapat menafkahkan hartanya dengan benar sesuai dengan aturan agama yang ada. Mereka lebih memilih mengikuti apa yang menjadi kemaunya asalkan hasrat dapat tercapai tanpa memikirkan kondisi yang sedang mereka hadapi.
REKONSTRUKSI SEJARAH DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN KAJIAN AL-QUR'AN DI EROPA : Sejarah dan Perkembangan Masuknya Al-Qur'an di Eropa serta Perkembanganya Al Fiqri, Haikal
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 2 Agustus (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i2 Agustus.126

Abstract

The Qur'an is not only studied and studied by Muslims but also by non-Muslims. The entry of the Qur'an into the territories of European and Western nations is a manifestation and clear evidence of this statement. Of course, people who study the Qur'an come from groups outside Islam, in fact history records that the Qur'an was first translated into Latin by a priest named Petrus Venerabilis. One of the reasons is the increase in European people, especially outside Spain, in cultural contact with Islam so that they try to study and study Islam more deeply, including the Qur'an and the history of the Prophet Muhammad as the recipient of revelation. The arrival of the Al-Qur'an in Europe occurred during the golden age of Islam, namely the practice of hellenation carried out by Arabic-Islam against the Greco-Roman tradition which became the center of world civilization at that time. In the end, many nations, including Western Europe, conducted studies on Islam. At the same time, this era was the dark ages, for Europeans this was especially seen in science and philosophy which experienced decline due to church doctrine. However, the thing that has become the center of attention is the Venerable Pastor's words that Christians must attack Islam through words, no longer through war. Of course, this is a very controversial matter because in this case it seems as if the Qur'an is being used as an object that can be played with by them. Furthermore, the Qur'an in Europe itself has progressed to date. This is proven by the study of the Koran which was carried out by Muslim academics who studied there. Of course, this step must be a step and effort to spread Islam in European countries where Muslims themselves are a minority in that country. However, of course this method does not mean it will not have a negative impact on the authenticity of Islam itself. Of course there will be those who doubt the revelation of the Qur'an and this has been proven to exist
Periodisasi Penulisan Al-Qur'an Masa Klasik Islam Al Fiqri, Haikal
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 9 No 02 (2025): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v9i02.185

Abstract

The writing of the Qur'an actually began from the moment the first revelation was received until the final revelation was revealed. During the caliphate of Abu Bakr, verses that were scattered and written on various materials such as animal skins and leaves were collected (a process known as jam'ul Qur'an) and stored in the house of Hafsah. Later, during the reign of Caliph Uthman ibn Affan, Zaid was once again appointed to lead a team tasked with compiling and transcribing the Qur'anic verses from various written sources. This study uses library research with a descriptive-analytical approach. During the Umayyad Dynasty, the writing of the Qur'an developed with the addition of diacritical marks such as dabt, syakl, and nuqath, and began to be written using the Kufic script. Later, during the Abbasid Dynasty, notable calligraphers such as Ibn Muqlah emerged, and the script style shifted to the Naskh script. With the advancement of technology, Harun al-Rashid purchased paper from China and developed printing technology, marked by the establishment of paper factories in Baghdad and Samarkand. From that point on, the Qur'an began to be widely distributed, eventually being printed for the first time in Venice around 1537/1538 by the Fratelli brothers using a printing press invented by Johannes Gutenberg of Germany in 1440. Additionally, the oldest known Qur'anic manuscript in the world was discovered in Birmingham, England.
REKONSTRUKSI SEJARAH DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN KAJIAN AL-QUR'AN DI EROPA : Sejarah dan Perkembangan Masuknya Al-Qur'an di Eropa serta Perkembanganya Al Fiqri, Haikal
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 2 Agustus (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i2 Agustus.126

Abstract

The Qur'an is not only studied and studied by Muslims but also by non-Muslims. The entry of the Qur'an into the territories of European and Western nations is a manifestation and clear evidence of this statement. Of course, people who study the Qur'an come from groups outside Islam, in fact history records that the Qur'an was first translated into Latin by a priest named Petrus Venerabilis. One of the reasons is the increase in European people, especially outside Spain, in cultural contact with Islam so that they try to study and study Islam more deeply, including the Qur'an and the history of the Prophet Muhammad as the recipient of revelation. The arrival of the Al-Qur'an in Europe occurred during the golden age of Islam, namely the practice of hellenation carried out by Arabic-Islam against the Greco-Roman tradition which became the center of world civilization at that time. In the end, many nations, including Western Europe, conducted studies on Islam. At the same time, this era was the dark ages, for Europeans this was especially seen in science and philosophy which experienced decline due to church doctrine. However, the thing that has become the center of attention is the Venerable Pastor's words that Christians must attack Islam through words, no longer through war. Of course, this is a very controversial matter because in this case it seems as if the Qur'an is being used as an object that can be played with by them. Furthermore, the Qur'an in Europe itself has progressed to date. This is proven by the study of the Koran which was carried out by Muslim academics who studied there. Of course, this step must be a step and effort to spread Islam in European countries where Muslims themselves are a minority in that country. However, of course this method does not mean it will not have a negative impact on the authenticity of Islam itself. Of course there will be those who doubt the revelation of the Qur'an and this has been proven to exist
Sejarah dan Strategi Dakwah Masa Islamisasi Nusantara Serta Perkembangannya Al Fiqri, Haikal
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 4 No 01 (2024): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk lebih mendalami tentang Islam, tak lengkap rasanya jika tidak mempelajari tentang sejarah Islam sendiri. Bagaimana umat Islam akan mendalami ajaran agamanya apabila tidak memahami, bagaimana dahulu Islam ada, dan diterima masyarakat zaman dulu, apa sajakah tantangan yang dialami para mubaligh dahulu dalam mendakwahkan Islam ditengah agama yang beragam sebelum kedatangan Islam. Pada artikel ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah dan mengkaji beberapa buku, jurnal, dan artikel yang ada agar lebih menguatkan pendapat yang dikemukakan. Pokok bahasan dalam artikel ini fokus pada penyebaran, strategi dakwah dan beberapa aliran Islam yang ada di Indonesia.Yang pada akhirnya di dapatlah sebuah kesimpulan bahwasanya Islamisasi Nusantara sangatlah berkembang pesat, dengan memperhatikan strategi yang digunakan oleh para mubaligh dalam menyebarkan agama Islam dan ajaranya. Namun, disamping itu kemerosotan ataupun kemuduran Islam sendiri nyatanya juga tetap ada, yang dibuktikan dengan pertempuran antar kerajaan Islam di Nusantara. Hal inilah yang patut menjadi koreksi, yang mana membuktikan bahwa para raja Islam masih tetap memperebutkan kekuasaan bahkan sampai terjadinya pertumpahan darah. Artinya, pengamalan nilai-nilai ajaran Islam belum dijalankan secara murni.
SEKULARISASI DAN SEKULARISME DALAM ISLAM Al Fiqri, Haikal
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya paham sekularisme dari Barat menjadi salah satu wawasan pengetahuan baru terlebih dalam Islam. Beberapa menganggap bahwa sekularisme dalam Islam tidaklah bertentangan (konstruktif). Akan tetapi ada juga yang menganggap bahwasanya sekularisme bertentangan dengan Islam sebab penolakan terhadap paham spiritual dan agama (non-religion dan non-spiritualism) yang erat kaitannya dengan paham sekularisme. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif (library research) dengan metode deskriptif-analisis yakni mensistematikkan data atau beberapa keterangan yang ada untuk kemudian dianalisis oleh penulis. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa sudut pandang Islam dalam paham sekularisme setidaknya menyatakan tidak bertentangan (konstruktif) dengan syarat tertentu. Di antaranya adalah ilmu dan pengetahuan boleh bersifat liberal, artinya tidak terbatas termasuk tidak terikat harus berdasarkan agama. Akan tetapi, ketika itu sudah menjadi suatu perwujudan atau amalan, maka syariat atau ketentuan yang sudah ditetapkan agama tidak boleh dilanggar. Dalam hal ini agama menjadi remnya, apabila ilmu pengetahuan tercipta agama akan tetap bertindak yakni jika itu menimbulkan kerusakan maka itu harus diputus dan sebaliknya jika itu sebuah kebaikan (maslahat) ilmu itu boleh untuk diterapkan.