Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Mahasiswa KIP-K Dalam Pemberdayaan Agrowisata Bukit Sege Indah (BSI) BUMDes Adisana Melalui Program Sustainable Development Goals (SDGs) Al Fiqri, Haikal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1792

Abstract

Di negara PBB sendiri telah menyusun program terkait pembangunan yang berkelanjutan untuk negara-negara di dunia pada tahun 2030. Rancangan program tersebut mencakup 17 tujuan, beberapa diantaranya adalah quality education (pendidikan berkualitas) dan economic growth (pertumbuhan ekonomi). Dalam segi pendidikan di Indonesia sendiri telah melalukakan beberapa program dan akses kemudahan berupa menyediakan SKB atau PKB bagi masyarakat yang tertinggal menempuh pendidikanya baik SD, SMP, maupun SMA. Sedangkan di bidang ekonomi memberdayakan rakyat melalui program ekonomi kreatif serta pengembangan bidang sektor pariwisata. Salah satu industri pariwisata yang sedang diberdayakan yakni Agrowisata Bukit Sege Indah berlokasi di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Saat ini sedang mengalami beberapa problematika yakni menurunya pengunjung dari tahun ke tahun dan tentunya disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah promosi media sosial yang kurang serta perlunya perbaikan dibeberapa fasilitasnya. Pengabdian oleh mahasiswa telah berupaya membangkitkan kembali citra Agrowisata BSI. Akan tetapi, masih perlu adanya beberapa hal yang setidaknya mampu menjawab peroblematika terkait menurunya jumlah pengunjung dari tahun ke tahun. Pemerintah Desa Adisana telah melakukan pula beberapa upaya sepeti menitikan beberapa rangkaian kegiatan desa di lokasi wisata sebagai bagian menghidupkan kembali esksistensi BSI. Namun, dari beberapa keterangan yang penulis dapatkan menyimpulkan bahwa masih perlu beberapa yang harus dibenahi untuk dapat mempertahankan eksistensi BSI (Bukit Sege Indah) serta pemberdayaan masyarakat yang dirasa masih kurang maupun pengelola dari agrowisata tersebut. Sedangkan promosi melalui postingan di platform online sangat minim sekali. Dalam hal ini beberapa saran yang muncul dalam benak penulis yakni melakukan perbaikan di bidang fasilitas umum seperti akses menuju wisata, musholla, swafoto, maupun penambahan beberapa destinasi di dalamnya agar tidak monoton. Dalam bidang promosi dengan cara membuat konten yang berkualitas dan menarik, brand awwarness, serta memperhatikan sasaran audiens, waktu postingan, dan komunikasi interaktif di medsos.  
REKONSTRUKSI SEJARAH DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN KAJIAN AL-QUR'AN DI EROPA : Sejarah dan Perkembangan Masuknya Al-Qur'an di Eropa serta Perkembanganya Al Fiqri, Haikal
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 2 Agustus (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i2 Agustus.126

Abstract

The Qur'an is not only studied and studied by Muslims but also by non-Muslims. The entry of the Qur'an into the territories of European and Western nations is a manifestation and clear evidence of this statement. Of course, people who study the Qur'an come from groups outside Islam, in fact history records that the Qur'an was first translated into Latin by a priest named Petrus Venerabilis. One of the reasons is the increase in European people, especially outside Spain, in cultural contact with Islam so that they try to study and study Islam more deeply, including the Qur'an and the history of the Prophet Muhammad as the recipient of revelation. The arrival of the Al-Qur'an in Europe occurred during the golden age of Islam, namely the practice of hellenation carried out by Arabic-Islam against the Greco-Roman tradition which became the center of world civilization at that time. In the end, many nations, including Western Europe, conducted studies on Islam. At the same time, this era was the dark ages, for Europeans this was especially seen in science and philosophy which experienced decline due to church doctrine. However, the thing that has become the center of attention is the Venerable Pastor's words that Christians must attack Islam through words, no longer through war. Of course, this is a very controversial matter because in this case it seems as if the Qur'an is being used as an object that can be played with by them. Furthermore, the Qur'an in Europe itself has progressed to date. This is proven by the study of the Koran which was carried out by Muslim academics who studied there. Of course, this step must be a step and effort to spread Islam in European countries where Muslims themselves are a minority in that country. However, of course this method does not mean it will not have a negative impact on the authenticity of Islam itself. Of course there will be those who doubt the revelation of the Qur'an and this has been proven to exist
REKONSTRUKSI SEJARAH DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN KAJIAN AL-QUR'AN DI EROPA : Sejarah dan Perkembangan Masuknya Al-Qur'an di Eropa serta Perkembanganya Al Fiqri, Haikal
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 2 Agustus (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i2 Agustus.126

Abstract

The Qur'an is not only studied and studied by Muslims but also by non-Muslims. The entry of the Qur'an into the territories of European and Western nations is a manifestation and clear evidence of this statement. Of course, people who study the Qur'an come from groups outside Islam, in fact history records that the Qur'an was first translated into Latin by a priest named Petrus Venerabilis. One of the reasons is the increase in European people, especially outside Spain, in cultural contact with Islam so that they try to study and study Islam more deeply, including the Qur'an and the history of the Prophet Muhammad as the recipient of revelation. The arrival of the Al-Qur'an in Europe occurred during the golden age of Islam, namely the practice of hellenation carried out by Arabic-Islam against the Greco-Roman tradition which became the center of world civilization at that time. In the end, many nations, including Western Europe, conducted studies on Islam. At the same time, this era was the dark ages, for Europeans this was especially seen in science and philosophy which experienced decline due to church doctrine. However, the thing that has become the center of attention is the Venerable Pastor's words that Christians must attack Islam through words, no longer through war. Of course, this is a very controversial matter because in this case it seems as if the Qur'an is being used as an object that can be played with by them. Furthermore, the Qur'an in Europe itself has progressed to date. This is proven by the study of the Koran which was carried out by Muslim academics who studied there. Of course, this step must be a step and effort to spread Islam in European countries where Muslims themselves are a minority in that country. However, of course this method does not mean it will not have a negative impact on the authenticity of Islam itself. Of course there will be those who doubt the revelation of the Qur'an and this has been proven to exist
Sejarah dan Strategi Dakwah Masa Islamisasi Nusantara Serta Perkembangannya Al Fiqri, Haikal
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 4 No 01 (2024): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk lebih mendalami tentang Islam, tak lengkap rasanya jika tidak mempelajari tentang sejarah Islam sendiri. Bagaimana umat Islam akan mendalami ajaran agamanya apabila tidak memahami, bagaimana dahulu Islam ada, dan diterima masyarakat zaman dulu, apa sajakah tantangan yang dialami para mubaligh dahulu dalam mendakwahkan Islam ditengah agama yang beragam sebelum kedatangan Islam. Pada artikel ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah dan mengkaji beberapa buku, jurnal, dan artikel yang ada agar lebih menguatkan pendapat yang dikemukakan. Pokok bahasan dalam artikel ini fokus pada penyebaran, strategi dakwah dan beberapa aliran Islam yang ada di Indonesia.Yang pada akhirnya di dapatlah sebuah kesimpulan bahwasanya Islamisasi Nusantara sangatlah berkembang pesat, dengan memperhatikan strategi yang digunakan oleh para mubaligh dalam menyebarkan agama Islam dan ajaranya. Namun, disamping itu kemerosotan ataupun kemuduran Islam sendiri nyatanya juga tetap ada, yang dibuktikan dengan pertempuran antar kerajaan Islam di Nusantara. Hal inilah yang patut menjadi koreksi, yang mana membuktikan bahwa para raja Islam masih tetap memperebutkan kekuasaan bahkan sampai terjadinya pertumpahan darah. Artinya, pengamalan nilai-nilai ajaran Islam belum dijalankan secara murni.
SEKULARISASI DAN SEKULARISME DALAM ISLAM Al Fiqri, Haikal
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya paham sekularisme dari Barat menjadi salah satu wawasan pengetahuan baru terlebih dalam Islam. Beberapa menganggap bahwa sekularisme dalam Islam tidaklah bertentangan (konstruktif). Akan tetapi ada juga yang menganggap bahwasanya sekularisme bertentangan dengan Islam sebab penolakan terhadap paham spiritual dan agama (non-religion dan non-spiritualism) yang erat kaitannya dengan paham sekularisme. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif (library research) dengan metode deskriptif-analisis yakni mensistematikkan data atau beberapa keterangan yang ada untuk kemudian dianalisis oleh penulis. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa sudut pandang Islam dalam paham sekularisme setidaknya menyatakan tidak bertentangan (konstruktif) dengan syarat tertentu. Di antaranya adalah ilmu dan pengetahuan boleh bersifat liberal, artinya tidak terbatas termasuk tidak terikat harus berdasarkan agama. Akan tetapi, ketika itu sudah menjadi suatu perwujudan atau amalan, maka syariat atau ketentuan yang sudah ditetapkan agama tidak boleh dilanggar. Dalam hal ini agama menjadi remnya, apabila ilmu pengetahuan tercipta agama akan tetap bertindak yakni jika itu menimbulkan kerusakan maka itu harus diputus dan sebaliknya jika itu sebuah kebaikan (maslahat) ilmu itu boleh untuk diterapkan.