Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Syarat Calon Presiden dan Wakil Presiden Dalam Pasal 169 Undang-Undang No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu Menurut Perspektif Fiqh Siyasah Vina Fadila Putri; Nabila Syahrani; Wahyu Ardiansyah Hasibuan; Azizah Ainun Maharani; M Fahri Sabrian
Tabayyun : Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2023)
Publisher : Tabayyun : Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat memahami persyaratan calon presiden dan wakil presiden, perlu merujuk pada undang-undang yang mengatur pemilihan presiden dan wakil presiden, yakni Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Undang-Undang tersebut mengatur syarat calon presiden dan wakil presiden. Syarat kewarganegaraan menjadi poin kritis dalam menentukan kelayakan seorang individu untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden. Undang-Undang Pemilihan Umum menetapkan bahwa calon presiden dan wakil presiden harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Aspek usia juga menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh calon presiden dan wakil presiden. Calon presiden serta wakilnya minimal harus berusia 40 tahun pada saat dilantik. Penetapan batasan usia ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon presiden dan wakil presiden memiliki pengalaman dan kedewasaan yang memadai dalam memimpin Negara. Syarat ketiadaan pidana menjadi unsur penting dalam menilai integritas calon presiden dan wakil presiden. Pemimpin Negara di Indonesia memiliki peran yang sangat krusial dalam mengelola dan mengarahkan kebijakan negara. Dalam perspektif fiqih siyasah, yang merupakan cabang ilmu fiqih yang membahas masalah-masalah pemerintahan dan kepemimpinan, posisi kepala negara atau pemimpin kementerian negara memegang peran yang sangat penting. Untuk memahami lebih dalam tentang konsep fiqih siyasah dalam konteks kementerian negara, kita dapat menjelajahi beberapa aspek kriteria dan tanggung jawab yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis-normatif, yang dikenal sebagai penelitian hukum kepustakaan. Metode ini melibatkan penelusuran literatur yang relevan untuk kemudian dianalisis.
Analisis Ragam Bahasa pada Podcast Close The Door Deddy Corbuzier Muhammad Jefry Al Bukhari; Vina Fadila Putri; Syahrul Ramadhan; Norliza Binti Jamaluddin
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i2.64

Abstract

Penelitian ini menganalisis ragam bahasa yang digunakan dalam dua podcast Deddy Corbuzier bersama dr. Tirta dan Giring Ganesha melalui tinjauan sosiolinguistik. Fokus utama terletak pada variasi penggunaan bahasa, termasuk pilihan diksi, bentuk kode campur, dan gaya komunikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam percakapan dengan dr. Tirta, bahasa sehari-hari dipadukan dengan istilah medis sederhana untuk menciptakan suasana edukatif namun tetap santai. Humor digunakan sebagai strategi untuk mengurangi ketegangan topik pandemi. Sementara itu, dalam percakapan dengan Giring Ganesha, terdapat kecenderungan penggunaan bahasa formal dan campuran, yang mencerminkan identitas sosial urban dan strategi komunikasi politik. Kesimpulannya, bahasa dalam podcast dipengaruhi oleh konteks sosial, latar belakang pembicara, serta tujuan komunikasi, sekaligus memperlihatkan fleksibilitas dalam menyesuaikan diri dengan audiens. Podcast menjadi media dinamis yang mencerminkan interaksi sosial, budaya, dan politik di masyarakat modern.