Penulisan Al-Qur’an dengan menggunakan rasm usmani merupakan suatu kewajiban. Hal ini sebagaimana yang telah disepakati oleh umat islam sejak zaman khalifah Usman bin Affan dan terus berlanjut hingga masa kini. Di Indonesia sendiri, kegiatan penulisan Al-Qur’an sudah berlangsung sejak lama. Hal ini ditandai dengan banyaknya naskah mushaf kuno nusantara yang berhasil ditemukan oleh para pegiat filologi. Mushaf kuno bangkalan merupakan satu diantara banyak mushaf kuno lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri penggunaan riwayat penulisan rasm usmani pada mushaf bangkalan. Dari hasil penelitian, penulis mendapatkan bahwa penulisan rasm usmani pada mushaf kuno bangkalan ini didominasi oleh riwayat Abu Amr Ad-Dani. Abstract Writing the Qur'an using rasm usmani is an obligation. This is what has been agreed upon by Muslims since the time of the caliph Usman bin Affan and continues to the present. In Indonesia itself, Al-Qur'an writing activities have been going on for a long time. This is marked by the many manuscripts of ancient nusantara mushaf manuscripts that have been found by philological activists. Bangkalan ancient mushaf manuscripts are one among many other ancient mushaf manuscripts. This research is a library research using descriptive-analytical method. The purpose of this research is to explore the use of the riwayah of Rasm Usmani writing in Bangkalan ancient mushaf Manuscripts. The results is, the authors found that the writing of rasm usmani in this Bangkalan ancient mushaf manuscript was dominated by the riwayah of Abu Amr Ad-Dani