Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Menyusun dan Memahami Materi Dakwah K, Kartini
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 10 (2024): May
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12785779

Abstract

Untuk sosialisasi pemahaman dan pelaksanaan ajaran islam, maka perlu di rumuskan materi dakwah yang mampu mentransfer nilai nilai syari’at islam secara kaffah ke dalam masyarakat. Tentu banyak jalan yang dapat di tempuh untuk menyampaikan pesan pesan ajaran ilahi dan mampu merubah prilaku masyarakat dalam mengamalkan ajaran agamanya. Potensi daerah ikut menentukan cepat atau lambatnya upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam beramal. Seorang da’i di tuntut menguasai medan dakwah yaitu mengetahui keadaan dan kondisi umat, karakter masyarakat, pemahaman awal masyarakat terhadap ajaran agamanya, serta mampu memprediksi kekuatan dan kelemahan terhadap objek dakwah. Oleh karena itu dengan menguasai medan dakwah , seorang da’i dapat memebenah diri, menyusun taktik dan strategi serta mampu mengevaluasi tingkat keberhasilan dakwah . Kesadaran relegius dari sebagian masyarakat akan terusik, apalagi tingkat perkembangan ilmu pengetahuan masyarakat tidak berimbang dengan arus globalisasi akan terjadi pemaksaan untuk menerima sesuatu yang bersifat rasionalis- materialis. Akibatnya akan mengurangi nilai nilai etis budaya dan agama, seperti syirik kepada Allah , kurangnya rasa hormat pada orangtua. Maraknya kebebasan yang tidak terkawal yang mengarah kepada perbuatan maksiat dikalangan generasi muda . dan lain sebagainya. Untuk meningkatkan kesadaran beragama masyarakat di tengah tengah gencarnya arus liberalisme, maka menyusun materi dakwah sangat di perlukan sebagai pola pendekatan persuasif dalam membina ke pribadian seseorang untuk tunduk dan patuh pada ajaran agamanya.
Peran Ibu dalam Mendidik Spritual Anak dalam Dakwah Kehidupan (Kajian Tafsir Dalam Surat Al-Lukman Ayat 13) K, Kartini
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 1 (2024): Madani, Vol. 2, No. 1 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10614646

Abstract

Peran ibu dalam mendidik anak tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan formal, tetapi juga melibatkan dimensi spiritual dan moral, khususnya dalam konteks dakwah kehidupan. Dakwah kehidupan mengacu pada upaya menyebarkan ajaran agama Islam dan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, ibu memiliki peran yang sangat penting sebagai agen pembentuk karakter anak. Ibu tidak hanya bertanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga harus menjadi teladan dalam praktek-praktek sehari-hari yang mencerminkan ajaran Islam. Proses mendidik anak melibatkan penguatan nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan toleransi, yang merupakan dasar dari dakwah kehidupan. Ibu, sebagai figur utama di lingkungan keluarga, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan spiritual dan moral anak-anaknya. Dalam mendidik anak untuk memahami dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, ibu perlu mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik. Komunikasi yang efektif memungkinkan ibu untuk merangkul anak-anaknya dengan kasih sayang, memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai agama, dan membantu mereka menghadapi tantangan-tantangan moral dalam kehidupan modern. Melalui pendekatan yang holistik dan berkesinambungan, ibu dapat membimbing anak-anaknya untuk menjadi individu yang berakhlak baik, berpegang teguh pada nilai-nilai agama, dan mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan keyakinan Islam. Dengan demikian, peran ibu dalam mendidik anak tidak hanya menciptakan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk individu yang berkontribusi positif dalam masyarakat melalui dakwah kehidupan.