Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI ATURAN SAFETY RIDING BERBASIS UUD 1945 TENTANG ATURAN LALU LINTAS DI SEKOLAH MITRA INDUSTRI MM2100 Sahid, Syaian Yanis; Soesanto , Edy; Nurhidayat , Arifin
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i6.1514

Abstract

Implementasi aturan safety riding berbasis Undang-Undang Dasar 1945 tentang aturan lalu lintas di sekolah adalah langkah penting dalam meningkatkan keselamatan siswa dalam berkendara. Dalam konteks ini, Undang-Undang Dasar 1945 menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan dan aturan terkait lalu lintas di sekolah. Artikel ini akan membahas konsep implementasi aturan safety riding di sekolah berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam UUD 1945. Langkah pertama dalam implementasi aturan safety riding adalah dengan menyusun peraturan lalu lintas yang sesuai dengan ketentuan yang ada dalam UUD 1945. Hal ini mencakup pembentukan aturan tentang penggunaan helm, penggunaan lampu kendaraan, serta tata cara berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Selain itu, sekolah juga dapat mengadakan pelatihan dan sosialisasi kepada siswa mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Materi pelatihan dapat mencakup pemahaman tentang peraturan lalu lintas, teknik berkendara yang aman, serta pengetahuan tentang tanda-tanda lalu lintas. Implementasi aturan safety riding juga memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh komponen sekolah, termasuk guru, staf, orang tua, dan siswa. Melalui kerja sama yang baik antara semua pihak, sekolah dapat menciptakan budaya keselamatan berkendara yang kuat di lingkungan sekolah. Dengan demikian, implementasi aturan safety riding berbasis UUD 1945 di sekolah merupakan langkah yang penting dalam meningkatkan kesadaran dan keselamatan siswa dalam berkendara. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945, sekolah dapat menjadi contoh dalam mendorong keselamatan berkendara bagi generasi muda. Metode dalam penelitian ini adalah observasi langsung dan melakukan wawancara dengan informan setempat. Informasi di kumpulkan dan melakukan check, recheck dan crosscheck. Peran program yang di lakukan dalam sekolah mitra industri mm 2100 adalah komunikasi, pelatihan dan penerapan. Faktor yang mempengaruhi penerapan safety riding adalah Kesadaran Individu, Tingkat kesadaran dan pemahaman individu terhadap pentingnya safety riding memainkan peran kunci dalam penerapan aturan dan prinsip keselamatan. Pendidikan dan sosialisasi tentang bahaya berkendara yang tidak aman dapat meningkatkan kesadaran ini. Faktor lingkungan seperti cuaca, kondisi lalu lintas, dan kepadatan kendaraan juga dapat memengaruhi tingkat keselamatan berkendara. Pengguna jalan perlu memperhitungkan faktor-faktor ini dalam mengambil keputusan berkendara.
Pemasangan Plang Jalan sebagai Wujud Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pembangunan Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong Bekasi Tanisri, Roberta Heni Anggit; Rizki, M Aliffathur; Rifqi, Muhamad; Wibowo, Andika Prastiyo; Faiz, Muhammad Hisyam; Dwianto, Aditia Fajar; Naufal, Iqbal; Sahid, Syaian Yanis; Aqilla, Raffary; Ikhsan, Ario Muhammad; Syafiq, Sulthon Muammar
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/53xjx887

Abstract

The improvement of village infrastructure facilities is an important part of supporting rural development related to mobility, navigation, and area recognition. Pantai Bahagia village, located in Muara Gembong sub-district og Bekasi regency, does not yet have directional signpostd as navigation for visitors to the village area. This community service activity aims to install directional signposts as am effort to improve accessibility and area identity in Pantai Bahagia village. The method used is a participatory approach through KKN involving students, village officials, and local residents. The results show that the presence of directinal signposts helps facilitate visitors and the community in navigation and strengthens the village’s image and spatial arrangement visually. For Pantai Bahagia village, it is essential to carry out the process of developing similar facilities sustainably and integrated within the village development plan.