Ratna Syafitri, Metdiyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOLABORASI YANG EFEKTIF ANTARA FLOOR DIRECTOR DAN CONTENT CREATOR DALAM MEMBUAT KONTEN BERKUALITAS Ratna Syafitri, Metdiyah; Dayanara Chandra Widiyanto, Anca; Benedicta Avira Citra Paramita, Fransisca
RELASI Vol 4 No 01 (2024): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v4i01.1418

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan simbiotik antara floor director dan content creator dalam konteks produksi konten. Studi ini menguraikan pernyataan masalah, menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam proses kolaborasi. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan mendalam ke dalam studi kasus sukses dan mengekstrak strategi kunci untuk kolaborasi yang efektif. Temuan menyoroti peran penting komunikasi, perencanaan yang disinkronkan, dan pemahaman saling dalam mencapai konten berkualitas tinggi. Abstrak diakhiri dengan ringkasan singkat hasil dan implikasinya.
REPRESENTASI PENYEBARAN DISINFORMASI DALAM BERITA PENGHINAAN PRESIDEN: ANALISIS WACANA KRITIS VAN DIJK PADA PEMBERITAAN NENEK TARWIYAH DI AKUN INSTAGRAM @WARGA_KONOHA404 Ratna Syafitri, Metdiyah; Widiyanto, Anca Dayanara Chandra; Prasetya, Dewa; Sutanto, Antonius Nicholas Raditya Yudi; S.N, Ananda Putri; A.A.I, Prihandari Satvikadewi
RELASI Vol 4 No 04 (2024): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v4i04.1649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi penyebaran disinformasi terkait penghinaan terhadap kepala negara di media massa dan media sosial, dengan fokus pada kasus Nenek Tarwiyah. Kasus ini menjadi fenomena yang menarik karena mencerminkan tantangan dalam mengelola aliran informasi yang valid dan memahami implikasi dari penyebaran disinformasi terhadap stabilitas sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Van Dijk untuk menganalisis representasi nenek Tarwiyah di media massa dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa dan media sosial mengkonstruksi narasi yang berbeda tentang kasus ini. Media massa cenderung framing nenek Tarwiyah sebagai korban, sedangkan media sosial framing nenek Tarwiyah sebagai pelaku penghinaan. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi media massa dan media sosial dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap kasus ini. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi media masyarakat agar dapat memahami dan mengkritisi informasi yang mereka konsumsi.