Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Gizi Bagi Atlet Angkat Besi di Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional Semarang Putriningtyas, Natalia Desy; Cahyati, Widya Hary; Rahayu, Tandiyo; Rachmawati, Latifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14861

Abstract

ABSTRAK Kemenpora RI menyusun program terobosan baru dalam mewujudkan atlet olimpiade melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Program DBON merangkul perguruan tinggi sebagai salah satu wadah dalam pembinaan atlet yang dikenal dengan Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN). Salah satu tujuan SLOMPN adalah menyelenggarakan tata kelola atlet melalui sport science seperti fisiologi olahraga, performa fisik, biomekanika, psikologi, dan gizi secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi gizi olahraga yang berkaitan dengan bahan makanan, porsi makan, kudapan dan suplemen bagi atlet angkat besi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan dan edukasi gizi. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para atlet angkat besi SLOMPN di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi gizi yang dilakukan terhadap para atlet mampu meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan gizi olahraga, kudapan dan suplemen. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan para atlet dalam memilih makanan serta menerapkan porsi makan. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan para atlet SLOMPN UNNES yang berkaitan dengan bahan makanan, porsi makan, kudapan dan suplemen. Kata Kunci: Angkat Besi, Atlet, Gizi, Makanan  ABSTRACT Ministry of Youth and Sport of the Republic of Indonesia has developed a new breakthrough program in realizing Olympic athletes through the Great Design of National Sports (DBON). The DBON program embraces universities as one of the containers in athlete development known as the National Potential Young Athlete Training Center (SLOMPN). One of the goals of SLOMPN is to organize athlete governance through sports science such as sports physiology, physical performance, biomechanics, psychology, and nutrition comprehensively. This service activity aims to socialize sports nutrition related to food ingredients, meal portions, snacks and supplements for weightlifters. The method of implementing community service activities uses socialization, mentoring and nutrition education. The community service partners are weightlifters of SLOMPN at Universitas Negeri Semarang (UNNES). The results of the activity showed that the socialization and nutrition education activities carried out for athletes were able to increase knowledge related to sports nutrition, snacks and supplements. This service is also expected to improve the skills of athletes in choosing food and implementing meal portions. The conclusion of this service activity is that there is an increase in the knowledge of UNNES SLOMPN athletes related to food ingredients, meal portions, snacks and supplements. Keywords: Weightlifter, Athlete, Nutrition, Food
Effectiveness of the PERMAJA Educational Program in Enhancing Adolescent Reproductive Health Knowledge During Disasters Ayu Istiada; Alfiana Ainun Nisa; Nugroho, Efa; Rachmawati, Latifah
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI2.2025.95-100

Abstract

Background: Adolescents are among the most vulnerable groups during disasters, often facing an increased risk of sexual violence, poverty, and other reproductive health threats. These risks are exacerbated by the lack of private spaces for changing clothes, unsecured shelters, and shared toilet facilities for males and females in evacuation areas. Objective: This study aims to assess adolescents' knowledge of reproductive health in disaster situations and to develop empowerment activities through the PERMAJA (Peduli Kespro Masa Remaja) program. Methods: A quantitative descriptive study with a cross-sectional design was conducted involving 160 adolescents from three flood-prone areas in Central Java: Grobogan, Demak, and Semarang. The study was carried out from July to September 2024. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate analysis to measure changes in knowledge before and after the educational intervention. Results: The findings showed an increase in adolescents' understanding of reproductive health during disasters following the educational sessions. The average score rose from 6.28 in the pre-test to 6.34 in the post-test. Although the increase in average scores was modest, the variation in responses indicated a broader comprehension of the topic among participants. Conclusion: The PERMAJA initiative contributed positively to enhancing adolescents' knowledge of reproductive health in disaster contexts. The program demonstrates the potential of targeted education in empowering vulnerable youth populations, particularly in high-risk disaster-prone areas.
Penerapan Program SI-PANDAI Sebagai Inovasi Pemberdayaan Kesiapsiagaan Pertolongan Pertama Dalam Situasi Bencana Raharjo, Bambang Budi; Nugroho, Efa; Nisa, Alfiana Ainun; Rachmawati, Latifah; Istiada, Ayu
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1969

Abstract

Persons with disabilities are a vulnerable group that often face barriers in emergency situations, including disasters. Therefore, strengthening preparedness capacity needs to be carried out from an early stage. The SI-PANDAI program (First Aid Preparedness for Disability Companions) was implemented as an empowerment effort to improve basic first aid knowledge and skills at the elementary level of Special Schools (SLB) in Pekalongan Regency. The activities were conducted through socialization, demonstrations, simulations, and hands-on practice using a participatory learning approach. Program evaluation was carried out through observation of student engagement and feedback from teachers. The results showed that students actively participated in all training sessions, were able to practice simple first aid steps such as treating minor wounds, performing basic evacuation, and recognizing disaster warning signs. SLB teachers responded positively, stating that the program was beneficial and should be continued sustainably. In conclusion, the implementation of SI-PANDAI proved effective as an adaptive empowerment innovation for first aid preparedness among children with special needs and has the potential to support the development of disaster-resilient inclusive schools.
Penerapan Program Edukasi Gizi dan Demonstrasi Memasak untuk Meningkatkan Praktik “Smart Breakfast” pada Siswa SD Petompon 03 Rafkhani, Tesa; Rachmawati, Latifah; Noviana, Astrid; Ulfa, Maria; Kirana, Dhiyaa Septi; Khikmah, Alfi Nurul
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v9i4.27739

Abstract

Permasalahan terkait rendahnya prestasi belajar peserta didik sering kali dikaitkan dengan kondisi status gizi yang tidak optimal, terutama akibat asupan makanan yang tidak adekuat pada pagi hari. Sarapan memiliki peran penting dalam menunjang fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, daya ingat, serta ketahanan fisik selama proses pembelajaran. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan intervensi edukatif menggunakan pendekatan quasi-eksperimental (one-group pretest–posttest) dengan dukungan metode partisipatif melalui demonstrasi memasak dan keterlibatan orang tua melalui program “Sarapan Cerdas” yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik sarapan dalam rangka mendukung peningkatan prestasi belajar siswa dikemudian hari. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan terdiri atas leaflet sebagai panduan praktis bagi siswa, booklet informatif untuk orang tua, serta demonstrasi memasak menu sarapan bergizi yang aplikatif dan sesuai prinsip gizi seimbang. Evaluasi program dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan, dengan kategori “sangat baik” meningkat dari 68% menjadi 90%. Selain itu, orang tua menunjukkan kemampuan dalam mereplikasi menu sarapan sehat di rumah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis sekolah yang memanfaatkan media edukatif dan melibatkan peran aktif keluarga memiliki efektivitas dalam membentuk kebiasaan makan sehat, mendukung pencapaian status gizi yang optimal, serta berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik siswa.