Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Alat Tangkap Bubu Berdasarkan Jenis Umpan dan Waktu Perendaman Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Rawa Wasur, Kabupaten Merauke Pane, Lindon R; Merly, Sendy Lely; Tuhumena, Jeremias Rumala; Sakap, Enos
Akuatiklestari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i1.6162

Abstract

Penelitian dilaksanakan di salah satu perairan rawa yang berlokasi pada Taman Nasional Wasur, dimana perairan tersebut merupakan lokasi mata pencaharian dari masyarakat sekitar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas alat tangkap bubu berdasarkan jenis umpan dan waktu perendaman terhadap hasil tangkapan ikan di Rawa Wasur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2023, dimana metode yang digunakan yaitu experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dalam upaya memahami bagaimana variasi jenis umpan serta lama waktu perendaman memengaruhi hasil tangkapan ikan. Hasil tangkapan ikan yang didapatkan menunjukkan bahwa jenis umpan semut mendominasi jika dibandingkan dengan jenis umpan yang lain, baik itu pada periode waktu perendaman pagi dan malam hari. Secara total, jenis ikan gabus dan ikan betok merupakan jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah masing-masing sebanyak 268 dan 210 ekor. Namun demikian, analisis sidik ragam (ANOVA) pada variasi jenis umpan menunjukkan bahwa nilai F hitung < F tabel (2,24 < 4,10), dimana interaksi antara perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. Meskipun demikian, hasil analisis pada perbedaan waktu perendaman memberikan interaksi antara perlakuan dengan rerata jumlah tangkapan yang tidak sama, dengan kata lain memberikan perbedaan yang nyata (7,49 > 4,10). Hal ini menunjukkan bahwasanya alat tangkap bubu lebih efektif digunakan pada waktu malam hari pada perairan yang berjenis rawa dengan spesies target tertentu.
Struktur Komunitas Ikan Karang Famili Chaetodontidae di Perairan Pesisir Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat Parenden, Dedi; Orisu, Daud; Mudjirahayu; Tuhumena, Jeremias Rumala
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.25011

Abstract

Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang terdiri dari sekelompok binatang karang yang membentuk struktur kalsium karbonat yang menjadi fondasi bagi kehidupan biota laut salah satunya yaitu ikan karang dari famili Chaetodontidae. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji struktur komunitas ikan karang, mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan memberikan saran pengelolaan ekosistem terumbu karang dan ikan karang. Penelitian dilakukan di pesisir Pulau Mansinam pada bulan November-Desember 2018.  Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan untuk pengambilan data ikan karang menggunakan metode Underwater Visual Census. Analisis data menggunakan formula indeks kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi.  Kondisi perairan Pulau Mansinam masih tergolong baik dilihat dari standar baku mutu untuk suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus dan kedalaman perairan.  Jumlah jenis ikan karang yang ditemukan di daerah tersebut sebanyak 11 spesies yang terdiri dari 4 genus dengan total individu 70 individu dari 3 stasiun penelitian.  Kelimpahan tertinggi ikan karang yaitu di stasiun 2 sebesar 1.080 ind./ha, sedangkan terendah di Stasiun 1 sebesar 680 ind./ha.  Keanekaragaman ikan karang berada dalam kategori sedang.  Indeks keseragaman pada Stasiun 1 tergolong keseragaman tinggi, komunitas stabil, sedangkan Stasiun 2 dan 3 tergolong keseragaman sedang, komunitas labil. Indeks dominansi pada keseluruhan stasiun berkisar antara 0,18-0,27. Upaya pengelolaan sumberdaya perikanan ikan karang dengan melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai pengelolaan ekosistem terumbu karang yang baik