Latar belakang: Perkembangan layanan kesehatan digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan efisiensi dan aksesibilitas yang tinggi, namun di sisi lain menimbulkan tantangan berupa berkurangnya aspek humanisasi dan sensitivitas budaya dalam interaksi antara sistem dan pengguna. Di Indonesia, khususnya pada masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, empati, dan harmoni sosial, pendekatan layanan kesehatan digital yang bersifat generik berpotensi menimbulkan jarak psikologis serta menurunkan kepercayaan pengguna. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan konseptualisasi ethno-prompting sebagai strategi humanisasi layanan kesehatan digital berbasis kearifan lokal Sunda. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan konseptual-deskriptif melalui kajian literatur interdisipliner yang mencakup etnografi Sunda, human-centered AI, komunikasi kesehatan, dan desain interaksi digital. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa ethno-prompting dapat dipahami sebagai teknik perancangan prompt AI yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal Sunda seperti someah, silih asah, silih asih, dan silih asuh ke dalam struktur bahasa, gaya komunikasi, dan logika respons sistem digital. Pendekatan ini berpotensi meningkatkan rasa kedekatan emosional, kepercayaan, serta penerimaan masyarakat terhadap layanan kesehatan digital. Kesimpulan: Artikel ini berkontribusi pada pengembangan model konseptual layanan kesehatan digital yang lebih inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada nilai budaya lokal.