Widodo, Yoga Wicaksono Putra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PSIKOLOGIS MAHASISWA :NARRATIVE REVIEW Widodo, Yoga Wicaksono Putra
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.9763.2023

Abstract

Masa Pandemi Covid-19 hadir di Indonesia tahun 2020, banyak perubahan perilaku yang dilakukan untuk mencegah peyebaran covid-19. Banyak Dampak Psikologis yang terjadi dalam perubahan kebiasaan baru. Siswa mengalami rasa jenuh, lelah mental & Fisik, stres, Burnout, beban tugas sekolah masih banyak dll. Dampak Psikologis pada mahasiswa  mayoritas memiliki permasalahan kecemasan, jika berkepanjangan menyebabkan masalah psikologis depresi. Peneltian ini bertujuan untuk memahami piskologis mahasiswa yang terkena dampak pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah Narrative Review menggabungkan berbagai informasi yang bermanfaat terkait suatu topik menjadi sebuah artikel yang mudah dibaca dan dipahami. Pencarian jurnal melalui Google dan Google Scholar. Kata kunci yang dipakai adalah “Dampak Psikologis” dan “Mahasiswa”. Hasil pencarian mendapatkan 8 Jurnal yang memiliki kriteria penelitian. Hasil penelitian ini menampilkan mahasiswa mayoritas memiliki kecemasan dan stres saat mengikuti pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring dan memiliki tugas akademik yang banyak dengan jangka waktu yang singkat. Kesimpulan dampak pandemi covid-19 pada psikologis mahasiswa adalah mengalami kecemasan yang berdampak pada tingkat stres mahasiswa. Mahasiswa mengalami stres karena pembelajaran jarak jauh atau daring membuat mahasiswa harus beradaptasi dengan kebiasaan baru yang membutuhkan energi lebih. Saran perlu ditingkatkan adaptasi mahasiswa di masa pandemi dengan melakukan cara-cara kreatif untuk tidak merasa jenuh, motivasi menurun, dan merasa bingung.
A Case Study: Empty Chair Therapy for A Survivor of Suicide with Depression with Psychotic Widodo, Yoga Wicaksono Putra; Ambarini, Tri Kurniawati
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.14685

Abstract

Suicide survivors are families or close relatives who experienced the loss of a loved one due to suicide. Survivors need time to process grief longer than the others due to the lingering guilt related to the 'failure' to save the suicide victim. One of the psychiatric disorders that appears comorbid with this grief is major depression, especially major depression with psychosis. This research is a case study of how empty chair therapy can be applied to suicide survivors who experience depression with psychosis. The results showed that empty chair therapy was able to help participants identify the source of unfinished business which caused participants to feel guilty and harbor it, risking one to suicidal ideation and auditory hallucinations. Empty chair therapy was also able to facilitate participants to channel feelings of guilt and help gain a new perspective on the situation through changing roles in therapy.Penyintas bunuh diri merupakan anggota keluarga atau teman dekat yang mengalami kehilangan sosok yang dicintai akibat bunuh diri. Penyintas membutuhkan waktu untuk memproses kedukaan lebih lama daripada sosok lainnya akibat rasa bersalah yang berkaitan dengan ‘kegagalan’ menyelamatkan sosok terkait. Salah satu gangguan psikiatri yang muncul komorbid dengan kedukaan ini adalah depresi mayor, terkhusus depresi mayor dengan psikotik. Penelitian ini merupakan studi kasus penerapan terapi kursi kosong pada penyintas bunuh diri yang mengalami depresi dengan psikotik melalui single case method dengan desain penelitian A-B yang mengukur perbedaan perilaku sebelum dan sesudah intervensi.. Hasil menunjukkan bahwa terapi kursi kosong mampu membantu partisipan untuk mengidentifikasi sumber unfinished business yang menyebabkan partisipan merasa bersalah dan memendamnya sehingga memunculkan ide bunuh diri dan halusinasi auditori. Terapi kursi kosong juga mampu memfasilitasi partisipan untuk menyalurkan perasaan bersalah dan membantu mendapatkan perspektif baru dari situasi tersebut melalui perubahan peran dalam terapi.