Suicide survivors are families or close relatives who experienced the loss of a loved one due to suicide. Survivors need time to process grief longer than the others due to the lingering guilt related to the 'failure' to save the suicide victim. One of the psychiatric disorders that appears comorbid with this grief is major depression, especially major depression with psychosis. This research is a case study of how empty chair therapy can be applied to suicide survivors who experience depression with psychosis. The results showed that empty chair therapy was able to help participants identify the source of unfinished business which caused participants to feel guilty and harbor it, risking one to suicidal ideation and auditory hallucinations. Empty chair therapy was also able to facilitate participants to channel feelings of guilt and help gain a new perspective on the situation through changing roles in therapy.Penyintas bunuh diri merupakan anggota keluarga atau teman dekat yang mengalami kehilangan sosok yang dicintai akibat bunuh diri. Penyintas membutuhkan waktu untuk memproses kedukaan lebih lama daripada sosok lainnya akibat rasa bersalah yang berkaitan dengan ‘kegagalan’ menyelamatkan sosok terkait. Salah satu gangguan psikiatri yang muncul komorbid dengan kedukaan ini adalah depresi mayor, terkhusus depresi mayor dengan psikotik. Penelitian ini merupakan studi kasus penerapan terapi kursi kosong pada penyintas bunuh diri yang mengalami depresi dengan psikotik melalui single case method dengan desain penelitian A-B yang mengukur perbedaan perilaku sebelum dan sesudah intervensi.. Hasil menunjukkan bahwa terapi kursi kosong mampu membantu partisipan untuk mengidentifikasi sumber unfinished business yang menyebabkan partisipan merasa bersalah dan memendamnya sehingga memunculkan ide bunuh diri dan halusinasi auditori. Terapi kursi kosong juga mampu memfasilitasi partisipan untuk menyalurkan perasaan bersalah dan membantu mendapatkan perspektif baru dari situasi tersebut melalui perubahan peran dalam terapi.