Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effectiveness of using the Hijaiyah Game within the Natural Method to enhance writing skills Hilira, Anggini Putri; Kasmiati, Kasmiati; Halomoan, Halomoan; Syaf, Moh. Najib
Jurnal Kawakib Vol 5 No 1 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v5i1.181

Abstract

It was experiment research aiming at finding out the effectiveness of Natural method with Hijaiyah game in increasing student writing ability at the fourth grade of Islamic Integrated Elementary School of An-Najiyah. The formulation of the problem in this research was "was Natural method with Hijaiyah game to increase student writing ability at the fourth grade of Islamic Integrated Elementary School of An-Najiyah Pekanbaru?". All the fourth-grade students at Islamic Integrated Elementary School of An-Najiyah Pekanbaru were the population of this research, and the samples were the fourth-grade students of class A as the experiment group and the students of class B as the control group. Observation, test, and documentation were the instruments of collecting data. Based on data analysis, it could be concluded that Natural method with Hijaiyah game was effective in increasing student writing ability at the fourth grade of Islamic Integrated Elementary School of An-Najiyah Pekanbaru because the result of student dimensional test showed that the score of fobserved was 1.475 at t tailed 38, and the score 0.232 was higher than 5% significant level (0.232>0.05). Besides, the experiment group was used, and mean score of Natural method was 84.50. So, Ha was accepted and Ho was rejected, if Natural method was implemented effectively to student writing ability.
Eklektik Hukum Islam dalam Wilayah Hukum Keluarga Syaf, Moh. Najib
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jqim.v4i1.141

Abstract

Eklektik dalam hukum Islam merupakan pendekatan yang menggabungkan berbagai pandangan hukum dari mazhab atau sumber hukum yang berbeda untuk mencapai solusi yang paling sesuai dalam konteks tertentu. Artikel ini membahas penerapan eklektik hukum Islam dalam wilayah hukum keluarga, termasuk perkawinan, perceraian, dan warisan. Penelitian ini bersifat teoretis dengan menelaah literatur primer dan sekunder, seperti kitab-kitab fiqh klasik, buku-buku akademik modern, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan topik hukum keluarga dan pendekatan eklektik dalam hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan eklektik dalam hukum keluarga memungkinkan fleksibilitas dan relevansi hukum Islam dalam menghadapi dinamika masyarakat modern yang semakin kompleks. Dengan menggabungkan pandangan dari berbagai mazhab, pendekatan ini tidak hanya memberikan solusi yang aplikatif tetapi juga menjaga prinsip-prinsip dasar syariah serta memenuhi kebutuhan kemaslahatan umat. Pendekatan ini mencerminkan kemampuan hukum Islam untuk beradaptasi dengan perubahan sosial, budaya, dan teknologi, tanpa kehilangan esensi dan identitasnya sebagai sistem hukum yang berlandaskan wahyu.
Studi Komparasi Konsep Rujuk Menurut Imam Madzhab dan Kompilasi Hukum Islam Syaf, Moh. Najib
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 15 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v15i2.2930

Abstract

Memiliki keluarga yang bahagia lahir dan batin merupakan dambaan setiap pasangan dan individu dalam sebuah keluarga. Namun, perjalanan pernikahan tak selalu mulus. Konflik yang muncul dapat menjadi batu sandungan, bahkan berujung pada perceraian. Dalam Islam, rujuk hadir sebagai solusi alternatif untuk menyambung kembali hubungan yang terputus akibat perceraian. Upaya rekonsiliasi ini menjadi langkah terakhir setelah talak dijatuhkan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif komparatif untuk menganalisis pandangan Imam Madzhab tentang rujuk dan relevansinya dengan hukum Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pendapat di antara Imam Madzhab terkait konsep rujuk. Pendapat Imam asy-Syafi’i dianggap paling relevan dengan konteks Indonesia karena mewajibkan adanya saksi dalam proses rujuk
DEKONSTRUKSI KEADILAN DALAM POLIGAMI: : Membaca Ulang Perlindungan Istri Pertama dalam dialektika Hukum Perkawinan di Indonesia. Syaf, Moh. Najib
SHAKHSIYAH BURHANIYAH: Jurnal Penelitian Hukum Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Shakhsiyah Burhaniayh: Jurnal Penelitian Hukum Islam
Publisher : LPPM UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/sbjphi.v10i2.10569

Abstract

Ostensibly characterized as among the most progressive in the Muslim world, Indonesia’s polygamy regulations—codified under Law No. 1/1974 and the Compilation of Islamic Law (KHI)—persistently fail to mitigate the socio-legal precarity of first wives due to systemic procedural circumvention. This research interrogates the functional failures in safeguarding the rights of first wives through the analytical lens of Maqasid al-Shari’ah (teleological legal reasoning). Utilizing a normative-juridical approach, the study delineates a state of "formalistic protectionism," wherein the mandated consent of the first wife is frequently compromised by structural coercion and patriarchal hegemony. The findings demonstrate that in the absence of quantifiable justice indicators and robust digital verification mechanisms, the statutory requirement of "equity" remains a mere legal fiction. The novelty of this research lies in its synthesis of Jasser Auda’s systems-based Maqasid theory with a proposed digitalized marriage registration ecosystem designed to eliminate the jurisdictional loopholes of unregistered (siri) polygamy. Ultimately, this study advocates for a paradigm shift in the procedural law of Religious Courts, mandating a transition toward substantive justice to align national family law with global Sustainable Development Goal (SDG) 5 mandates on gender equality