Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminth (STH) pada Kuku Petani Wanita di Desa Sukamandi Hilir Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Widiastuti Widiastuti; Lestari Rahmah
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v1i4.816

Abstract

The most common Soil Transmitted Helmints (STH) in Indonesia are roundworms (Ascaris lumbricoides), whipworms (Trichuris trichiura), and hookworms (Ancylostoma duodenale and Necator americanus). Worms are a common disease that people in developing countries suffer from, but this cannot be underestimated because it can have a negative impact on the sufferer's health. One of the worm eggs that can cause worms is STH. Unfortunately, this has not been studied further, thus encouraging researchers to conduct a study regarding the Identification of STH Worm Eggs in the Nails of Female Farmers in Sukamandi Hilir Village, Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency. This study aims to see the results of identifying STH worm eggs in the nails of female farmers in Sukamandi Hilir Village, Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency. The research population was 34 nail samples from female farmers in Sukamandi Hilir Village. This type of research was descriptive. This research was carried out in the Parasitology Laboratory, Medical Laboratory Technology Department, Health Polytechnic, Ministry of Health, Medan using the Flotation method (NaCl 40%). The results of this research were obtained from 34 fingernail samples of female farmers, STH worm eggs were found in 2 samples (6%). The conclusion of this research is that female farmers in Sukamandi Hilir Village, Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency, that some farmers lack good personal hygiene, incomplete use of PPE, and lack of personal hygiene
Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid Di RSI Malahayati Medan Lhauren Sabilla; Lestari Rahmah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 10 (2024): GJMI - OKTOBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i10.971

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus, dengan gejala demam berlangsung lebih dari seminggu disertai dengan masalah dalam ganggaun pencernaan dengan atau tanpa adanya kehilangan kesadaran. Pemeriksaan tubex adalah salah satu uji serologi yang menguji aglutinasi kompetitif semikuantitatif untuk mendeteksi adanya antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida (LPS) O9 Salmonella typhi dan tidak mendeteksi IgG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid di RSI Malahayati Medan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium RSI Malahayati Medan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Februari – Mei 2024. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI). Sampel dalam penelitian ini adalah serum darah dari 73 orang pasien yang melakukan test tubex demam tifoid di RSI Malahayati Medan. Hasil penelitian mennjukkan bahwa dari 73 sampel yang diperiksa diperoleh hasil 28 sampel negatif (38,4%), 23 sampel positif kuat (31,5%) dan 22 sampel positif lemah (30,1%). Berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 39 orang (53,4%) dan laki-laki 34 orang (46,6%). Usia yang paling tinggi terkena demam tifoid yaitu usia 12-25 tahun sebanyak 31 orang (42,5%). Skor yang paling sering ditemukan adalah skor 0-2 (Negatif) dengan frekuensi 28 orang (38,4%).