Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PREECLAMPSIA-ECLAMPSIA GRAVIDARUM AND THE DELIVERY OF THE CESAREAN SECTION METHOD Suleman, Dewi M; Nurdin, Azizah; Setiawati, Dewi
JOURNAL OF WIDYA MEDIKA JUNIOR Vol 3, No 4 (2021): October
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwmj.v3i4.3507

Abstract

Introduction: Preeclampsia and eclampsia were emergencies, which greatly contribute to maternal mortality. The definitive management for preeclampsia-eclampsia gravidarum was pregnancy termination, which can be done by the caesarean section method.Purpose: To analyze the correlation between preeclampsia-eclampsia gravidarum and the caesarean section method at Prof. Dr. H. Aloei Saboe in September to January 2020.Method: Observational study with cross-sectional approaches. The sample used was mothers who gave birth at Prof. Dr. H Aloei Saboe during the period January-September 2020, which fulfilled the criteria of inclusion and exclusion with a total of 66 samples. Data were taken from medical records and analyzed by using the test Chi-square, with a significance value of 10% (α = 0.10).Results: Hypothesis testing used chi-square method with a level of significance 10% (α = 0.10), obtaining the p-value (0.82) ( p> 0.10).Conclusion: There was no significant correlation between preeclampsia-eclampsia gravidarum and the delivery of the Caesarean section method at Prof. Dr. H. Aloei Saboe January-September 2020 period
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS PADA NY “S” DENGAN NYERI LUKA JAHITAN PERINEUM PADA TANGGAL 24 JULI-03 SEPTEMBER 2019 DI RSUD SYEKH YUSUF GOWA TAHUN 2019 Nurul Atikah; Zelna Yuni Andryani. A; Dewi Setiawati
Jurnal Midwifery Vol 2 No 2 (2020): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jm.v2i2a4

Abstract

Pendahuluan Nifas adalah masa sesudah persalinan yaitu sejak kelahiran bayi, plasenta dan selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali kesehatan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan masa nifas pada ibu dengan nyeri luka jahitan perineum di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2019 menggunakan pendekatan studi kasus, dengan metode manajemen asuhan kebidanan tujuh langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Hasil asuhan pada Ny “S” dengan Nyeri Luka Jahitan Perineum Asuhan dilakukan selama 42 hari dengan melakukan kunjungan masa nifas sebanyak 7 kali, baik di RS maupun di rumah ditemukan ibu mengalami nyeri luka jahitan perineum sejak setelah ibu melahirkan pada tanggal 24 Juli 2019, selama pemantauan tidak ditemukan adanya masalah potensial seperti tanda-tanda infeksi serta pada hari ke 6 masa nifas Ny “S” luka jahitan perineum tampak mulai menyatu dengan kulit dan berangsur sembuh. Kesimpulan dari studi kasus setelah pemantauan dan analisa data pada ibu dengan nyeri luka jahitan perineum di RSUD Syekh Yusuf Gowa tahun 2019 pemantauan masa nifas berjalan normal, tanda-tanda vital dalam batas normal dan telah dilakukan pendokumentasian semua temuan dan tindakan yang telah dilaksanakan pada Ny “S” dengan hasil tidak ditemukannya kesenjangan antara teori dan kasus yang di dapatkan.
PENGARUH PENYULUHAN DAN KONSELING TERHADAP PERANAN GENDER TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PASANGAN SUAMI-ISTRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN SEKSUAL Dewi Setiawati; Irmawati Irmawati
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v1i2.4382

Abstract

Latar Belakang : Salah satu upaya dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk agar tingkat kesejahteraan suatu Negara dapat terjamin adalah dengan menggalakkan metode kontrasepsi. Terdapat kendala dalam pemilihan kontrasepsi diantaranya pengaruh gender dimana kadang salah satu pihak baik wanita atau pria tidak berpartisipasi. Sisi lain pemilihan kontrasepsi juga di latar belakangi ketidaktahuan jenis kontrasepsi yang tepat. Hal lain adalah ketakutan adanya pengaruh metode kontrasepsi tersebut terhapat kepuasaan hubungan suami istri. Saat ini banyak variasi pilihan metode kontrasepsi seperti : Intrauterine device (IUD), suntikan homon, susuk, kondom, vesektomi dan lain-lain. Adanya penyuluhan dan konseling yang baik terhadap pasangan suami istri untuk memberikan pemahaman terhadap kesetaraan gender dan metode kontrasepsi diharapkan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan ini. Metode: Penelitianini adalah kualitatif dengan metode penelitian Analitik Prospektif yaitu penelitian yang dilakukan berupa pengamatan terhadap peristiwa yang belum dan yang akanterjadi (follow up research) yang dilakukansatu kali atau lebih. Hasil: sebanyak  100% suami mempunyai pengetahuan tentang KB. Subyek yang menggunakan alat kontrasepsi  sebanyak 91% dan tidak menggunakan sebanyak 9% (menggunakan KB Alamiah). Sebanyak 90% istri minta izin kepada suami saat berKB dan 10% tidak. sebanyak 48,5% subyek yang berKB dimana suami yang memutuskan alat KB yang digunakan sedangkan 51,5% diputuskan oleh istri. Sebanyak 18 (54,5%)  subyek  selama berKB informasi yang cukup tentang alat kontrasepsi yang dipilh senagkan 15 (45,5%) subyek tidak.  Sebanyak 14 (42,4%)   suami berdiskusi dengan istri setelah menggunakan KB sedangkan 19(57,6 %) tidak. Sebanyak 24 (72,7%)   suami menyerahkan sepenuhnya keputusan berrKB  kepada istri  dan  9 (27,3 %) tidak. Sebanyak 10 (30%)   suami mempunyai kesiapan untuk berKB kondom atau vasektomi  sedangkan 23(70 %) tidak. Jenis KB dengan presentasi tidak ada gangguan hubungan seksual selama berKB  pada spiral 87,5%. Sedangkan yang  subyek yang ada gangguan terbanyak ditemukan pada yang tidak menggunakan alat KB yaitu senggama terputus sebesar 33,3% dan kondom 50%. Jenis KB dengan presentasi tidak ada penurunan kenikmatan hubungan seksual selama berKB  pada spiral 87,5%. Sedangkan yang  subyek yang ada penurunan terbanyak ditemukan pada yang tidak menggunakan alat KB yaitu senggama terputus sebesar 66,6 % dan kondom 50%. Kesimpulan : Sebagian besar istri meminta izin kepada suami saat berKB (> 90%) dimana penentuan alat KB yang digunakan diputuskan oleh baik suami-istri (45,5% vs 54,5% ), kesiapan untuk berKB pada suami (kondom atau vasektomi) masih cukup rendah meskipun telah diberikan penyuluhan dan konseling (30%). Terdapat pengaruh penyuluhan dan konseling terhadap pengetahuan tentang KB dimana setelah dilakukanpengetahuan meningkat. Jenis KB dengan persentase subyek yang  tidak ada gangguan hubungan seksual selama berKB  pada terbayak adalah spiral. Sedangkan yang  subyek yang ada gangguan terbanyak ditemukan pada kondom. Jenis KB dengan persentasi penurunan kenikmatan hubungan seksual terbanyak ditemukan pada subyek yang melakukan KB tanpa alat yaitu senggama terputus.
ANALISIS HUBUNGAN PREEKLAMPSIA-EKLAMPSIA GRAVIDARUM DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR PADA IBU BERSALIN DI RSUD PROF. DR. H. ALOEI SABOE PERIODE JANUARI-SEPTEMBER TAHUN 2020 Dewi Meliyani Ramadlana Suleman; Dewi Setiawati; Arlina Wiyata Gama; Azizah Nurdin; Rahmi Damis
JURNAL KEDOKTERAN Vol 6 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v6i2.340

Abstract

Preeklampsia dan eklampsia adalah hipertensi dalam kehamilan, yang bersifat progresif dan memiliki risiko kesehatan paling signifikan bagi wanita hamil dan janin. Penyakit ini menyebabkan lebih dari 60.000 kematian ibu dan 500.000 kematian janin per tahun di seluruh dunia. Salah satu dampak yang ditimbulkan terhadap janin adalah kelahiran prematur. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan antara preeklampsia-eklampsia gravidarum dengan kejadian persalinan prematur pada ibu bersalin di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe periode Januari-September tahun 2020. Metode : Penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Ibu yang bersalin di RSUD Prof. Dr. H Aloei Saboe selama periode waktu Januari-September 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu berjumlah 66 sampel. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisais menggunakan Chi-square, dengan tingkat signifikansi 10% (α = 0,10). Hasil : Diperoleh nilai 0.048 ( <0,10), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara preeklampsia-eklampsia gravidarum dengan kejadian persalinan prematur pada ibu bersalin di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Periode Januari-September Tahun 2020. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara preeklampsia-eklampsia gravidarum dengan persalinan prematur di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Periode Januari-September Tahun 2020.Kata kunci : Preeklampsia, Eklampsia Gravidarum, Prematur ABSTRACTPreeclampsia and eclampsia are hypertension in pregnancy, which is progressive and has the most significant health risk for pregnant women and fetuses. This disease has caused more than 60,000 maternal mortality and 500,000 fetal mortality per year worldwide. One of the effects appearing on the fetus is preterm birth. Objective: To analyze the relationship between preeclampsia-eclampsia gravidarum and the occurrence of preterm birth in women in labor at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Public Hospital period January-September 2020. Method: This research is an observational study using a cross-sectional approach. Women in labor at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Public Hospital in the January-September 2020 period qualifying the inclusion and exclusion criteria were sampled in this study, consisting of 66 samples. Data were obtained from medical records and analysis employing Chi-square, with a significance level of 10% (α = 0.10). Results: The study obtained a p-value 0.048 (p <0.10), which implies that there was a significant relationship between preeclampsia-eclampsia gravidarum and the occurrence of preterm birthinwomen in labor at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Public Hospital in the January-September 2020 period.Conclusion: There was a significant relationship between preeclampsia-eclampsia gravidarum and preterm birth at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Public Hospital in the January-September 2020 period.Keywords: Preeclampsia, Eclampsia Gravidarum, Preterm Birth
Human Papilloma Virus Dan Kanker Serviks Dewi Setiawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 6, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.201 KB) | DOI: 10.24252/as.v6i2.1969

Abstract

Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang paling sering dijumpai pada penyakit menular seksual dan diduga berperan dalam proses terjadinya kanker. Terdapat sekitar 130 tipe HPV yang telah berhasil diidentifikasi dan lebih dari 40 tipe HPV dapat menginfeksi area genital laki-laki dan perempuan, mulut, serta tenggorokan. Virus ini terutama ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini terutama ditularkan melalui hubungan seksual termasuk oral sex, anal sex, dan hand sex. Kanker mulut rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh  human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan Penapisan Kanker mulut rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes  Pap smear dan  Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Vaksinasi HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks.Pap smear merupakan bagian dari pencegahan sekunder. Pencegahan yang terbaik adalah dengan melakukan vaksinasi dan pap smear untuk menjangkau infeksi HPV risiko tinggi lainnya.Vaksinasi HPV diberikan dengan tujuan memberikan perlindungan terhadap infeksi virus HPV terutama yang dapat menyebabkan kanker serviks yaitu HPV tipe 16 dan 18. Vaksinasi diberikan 3 kali pada pada 0 – 1 – 6 bulan atau 0 – 2 – 6 bulan.
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN FLOUR ALBUS PATOLOGIS PADA NY’’A’’ DI KLINIK WIRAHUSADA MEDICAL CENTER MAKASSAR TANGGAL 01 OKTOBER – 30 NOVEMBER 2021 Jusmawati; Sitti Saleha; Dewi Setiawati
Jurnal Midwifery Vol 4 No 1 (2022): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v4i1.28244

Abstract

Introduction Vaginal discharge is a condition that is often experienced by women throughout the phase of their life commencing from adolescence, reproduction age, and cycle characterized by odorless and clear fluid. The normal vaginal discharge does not also couse any itching and pain. However, abnormal vaginal discharge occurs because of infection from various microorganisms, including bacteria, fungi and parasites. The major purpose of this study was to conduct the midwifery care management on a pregnant patient with the case of pathological flour albus. This research was conducted at Wirahusada Medical Center of Makassar based on the 7stages of varney Management approach and SOAP documentation procedure. The findings of this research indicated that the treatment given to Mrs ‘’A’’ was considered to be good in which the amoung of vaginal discharge experienced by the patient reduced, and the itching and pain could be overcome. The treatment and monitoring were conducted for 5 times, the patient was suggested to maintaint her vaginal moisture, reduce stress, and decrease any tireless activities. At the time of examination, the condition of the fetus wa in good condition where the blood pressure of the patient was 100/70 mmHg. The patient also had no complaints or complication from her pathological flour albus. Finally, based on the research data analysis, this research could be concluded that the problem found on Mrs ‘’A’’with pathological flour albus at Wirahusada Medical Center of Makassar was well resolved. The general condition of the patient was good, and the fetus was also considered to be in a good condition. The patient showed composmentis consciousness, and her vital signs were within normal limits moreover, the results of the examination showed no signs of infection.
Hubungan Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester Ketiga Husnul Khatimah; Dewi Setiawati; Nadyah Haruna
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.152

Abstract

Latar belakang: Anemia kehamilan merupakan kondisi dimana sel darah merah kurang dalam sirkulasi darah, sehingga memiliki dampak pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 63 ibu hamil trimester ketiga. Data diolah dan dianalisis menggunakan Uji Chi square p<0,05 pada program SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, frekuensi antenatal care (ANC), pendidikan, pengetahuan, status gizi dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian Anemia pada ibu hamil trimester ketiga. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor- faktor risiko (Usia, Pendidikan, Paritas, Frekuensi Antenatal Care (ANC), Status Gizi, Pengetahuan dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe) dengan kejadian Anemia pada ibu hamil trimester.
Hubungan Tingkat Preeklamsia Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Rsia Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar Periode Januari - Desember 2018 Muhammad Arief Kusuma; Dewi Setiawati; Nadyah Haruna
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v1i7.209

Abstract

Preeklampsia adalah hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah ? 140/90 mmHg setelah umur kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria ? 300 mg/24 jam. Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat tubuhnya saat lahir <2.500 gram tanpa melihat masa gestasi. Salah satu faktor penyebab BBLR adalah penyakit ibu. Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan seperti preeklampsia / eklampsia, hiperemesis gravidarum, pendarahan antepartum, dan infeksi selama kehamilan (infeksi kandung kemih dan ginjal). Di Sulawesi Selatan angka kematian ibu (AKI) pada tahun 2016 adalah 153 orang atau 103 / 100.000 kelahiran hidup. Menurut profil kabupaten / kota, jumlah kelahiran hidup adalah 149.929, kelahiran hidup berkisar 120.293 dengan jumlah BBLR yaitu 9.783 kasus (8,13%). Dan yang tertinggi adalah di Kota Makassar dengan 690 kasus, Kabupaten Gowa 342 kasus, Kabupaten Luwu 288 kasus, dan terendah adalah kabupaten Barru 27 kasus, Kabupaten Bantaeng 47 kasus dan Kabupaten Tana Toraja 65 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preekalampsia dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian, sampel diambil menggunakan Teknik purposive sampling yaitu sebanyak 107 sampel. Analisis data menggunakan uji Chi-Square pada program komputer IBM SPSS 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preeklampsia memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian BBLR dengan nilai (P=0,002). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan preeklampsia dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR).
Overview of Risk Factors for the Incidence of Malnutrition there are Toddlers in Tamalanrea District, Makassar City in 2019 Asrul Ilyas; Andi Sitti Rahma; Dewi Setiawati
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i4.3721

Abstract

Poor nutrition is the condition of a person with below-average nutrition. This is a form of the process of chronic malnutrition. The purpose of the study: to determine the description of risk factors for malnutrition in children under five, including socioeconomic status, maternal education, frequency of infectious diseases, maternal knowledge, birth weight, and exclusive breastfeeding.  This study is a descriptive study with a cross sectional design. The sample of this study used purposive sampling method.  Atotal of 70 samples in this study,  including 45 malnourished children under five and 25 not malnourished in Tamalanrea sub-district, Makassar City. Results of the  study: malnutrition group as much as 84.4% were in low socioeconomic status, 62.2% came from the lowest education level n 73.4% were not exclusively breastfed, 66.7% had a history of low birth weight,  66.7% were born to mothers with a low level of  maternal knowledge, and 60% had a history of high infectious diseases.  Conclusions: socioeconomic level, mother's education level, mother's knowledge, birth weight of malnourished children tend to be lower than children who are not malnourished. Children with poor nutrition tend not to get exclusive breastfeeding, and the frequency of suffering from infectious diseases is more frequent than children who are not malnourished
Determinant factors of pneumonia among toddlers in Makassar city Melati Putri Dita; Andi Sitti Rahma; Dewi Setiawati; Darmawansyih Darmawansyih
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i5.12406

Abstract

Background: Indonesia ranks eighth as a country with cases of childhood pneumonia and ranks second in Indonesia as a cause of death after diarrhea. Based on data from the Makassar City Health Service, the number of pneumonia cases in toddlers in the Bara Baraya Community Health Center area is included in the top three  highest pneumonia cases among all community health centers in Makassar city.Purpose: To determine the relationship between risk factors for pneumonia in toddlers at the  Bara Baraya Community Health Center.Method: This research is analytical research with a case control approach through sampling using a total  sampling technique with 68 samples, consisting of control samples and case samples obtained from medical  records and interviews.Results: In this study, the variable relationship between history of exclusive breastfeeding and pneumonia with a  value of 0.000 (p-value <0.05), relationship between history of exposure to cigarette smoke and pneumonia with  p-value 0.049 (p-value <0.05), relationship nutritional status with pneumonia with a p-value of 0.000 (p-value  <0.05), the relationship between LBW history and pneumonia with a p-value of 0.314 (p-value >0.05), and the  relationship between basic vaccinations and pneumonia with a value p-value 0.076 (p-value >0.05).Conclusion: In this study there are several relationships with the incidence of pneumonia in toddlers, such as exclusive breastfeeding, history of exposure to cigarette smoke, and nutritional status.