Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN MOTIVASI DAN MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN PELAKU UMKM DI DESA WUSA TALAWAAN Rambing, Precylia Ribka; Melania, Walangitan
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7628

Abstract

Berbagai masalah dan kendala yang dialami oleh pelaku UMKM seringkali menjadi salah satu alasan banyaknya UMKM yang berhenti di tengah jalan dan tidak melanjutkan usahanya. Hal ini pula yang dialami oleh pelaku UMKM yang ada di desa Wusa, dimana minimnya modal usaha, pengetahuan bisnis yang terbatas, dan kurangnya inovasi produk menyebabkan banyak pelaku UMKM yang perlahan-lahan mulai meninggalkan usahanya dan kemudian berhenti untuk berusaha. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membangun motivasi untuk berusaha, meningkatkan akses pasar, dan menyiapkan pelaku UMKM agar siap dengan perubahan lingkungan yang cepat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pada akhirnya kegiatan pengabdian ini semakin memperkaya informasi dan pengetahuan para pelaku UMKM di desa Wusa dalam hal rencana usaha, pembuatan laporan keuangan, terampil dalam negosiasi, segmentasi pasar yang luas, kemampuan membangun kerjasama dengan pihak lain, dan kemampuan dalam digitalisasi pemasaran. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga skala usahanya dapat lebih besar dan dapat membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran dan menekan tingkat kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. The various problems and obstacles experienced by UMKM are often one of the reasons why many UMKM stop midway and do not continue their business. This is also what is experienced by UMKM in Wusa village, where the lack of business capital, limited business knowledge, and lack of product innovation causes many UMKM actors start to abandon their businesses and then stop trying. The implementation of this community service aims to build motivation to do business, increase market access, and prepare UMKM actors to be ready for rapid environmental changes. The methods used in implementing this activity are socialization, training, mentoring, monitoring and evaluation. In the end, this service activity further enriches the information and knowledge of UMKM actors in Wusa village in terms of business plans, preparing financial reports, skills in negotiations, broad market segmentation, the ability to build cooperation with other parties, and the ability to digitize marketing. It is hoped that this program can continue so that the scale of business can be larger and can create employment opportunities, reduce unemployment and reduce poverty levels and improve community welfare.
Pendampingan Pemahaman Financial Technology dalam Kemudahan Akses Keuangan Pada Pemuda Remaja Ruth Matungkas Rambing, Precylia R.; Lendo, Fresi B.; Melania, Walangitan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1353

Abstract

Rendahnya literasi dan pemahaman teknologi keuangan (financial technology/fintech) pada pemuda remaja berdampak pada terbatasnya akses keuangan formal serta meningkatnya risiko penggunaan layanan fintech ilegal. Kondisi ini juga dialami oleh Pemuda Remaja GMIM Ruth Matungkas yang telah memiliki gawai dan akses internet, namun belum memanfaatkannya secara optimal dalam bidang keuangan digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan kemampuan praktis pemuda remaja dalam menggunakan layanan fintech secara aman dan bertanggung jawab. Desain kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan survei awal, sosialisasi, pelatihan dan demonstrasi penggunaan aplikasi fintech, serta pendampingan lanjutan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dari 15% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa model pendampingan berbasis edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi keuangan digital pemuda remaja.